Jakarta (beritajatim.id) – PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Pertamina Patra Niaga kembali memastikan kelancaran pasokan energi ke wilayah Aceh yang memiliki keterbatasan akses darat dengan mengoptimalkan distribusi melalui jalur udara. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas kondisi infrastruktur yang terdampak bencana, sehingga sejumlah jalur darat belum dapat dilalui secara optimal.
Pada Sabtu pagi (13/12), pengiriman bahan bakar minyak (BBM) diberangkatkan dari Bandara Kualanamu, Medan, menuju Bandara Rembele di Kabupaten Bener Meriah. Distribusi tersebut menggunakan pesawat Air Tractor sebagai moda utama untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri bersama Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan pengiriman BBM tersebut. Kehadiran jajaran pimpinan Pertamina di lapangan menjadi bagian dari upaya pengawalan distribusi energi agar tetap berjalan aman dan tepat sasaran.
Selama hampir sepekan, Simon dan Mars Ega berada di wilayah Aceh untuk memastikan pendistribusian BBM serta bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan secara optimal. Pengawalan dilakukan melalui berbagai moda transportasi, mulai dari udara, laut, hingga darat, guna mempercepat pemulihan pasokan energi di daerah terdampak bencana.
Manajemen Pertamina menjelaskan bahwa pemanfaatan seluruh moda transportasi yang tersedia menjadi strategi utama dalam menjaga ketahanan energi nasional, khususnya di wilayah dengan akses terbatas. Dalam kondisi tertentu, distribusi melalui udara dinilai sebagai solusi paling efektif agar BBM dapat segera menjangkau masyarakat.
Pertamina Patra Niaga juga telah mengintensifkan distribusi energi menggunakan berbagai sarana udara, antara lain pesawat perintis, pesawat Hercules, helikopter dengan metode sling load, serta pesawat Air Tractor. Saat ini, Air Tractor menjadi tulang punggung pengiriman BBM ke wilayah Bener Meriah.
Setiap penerbangan Air Tractor mampu mengangkut hingga 3,5 kiloliter Biosolar atau sekitar 4 kiloliter BBM jenis Gasoline, baik Pertalite maupun Pertamax. Penerbangan dijadwalkan berlangsung dua hingga tiga kali per hari untuk memastikan pasokan energi tetap terjaga secara berkelanjutan.
Mars Ega Legowo Putra menilai penggunaan Air Tractor memungkinkan pengiriman BBM dilakukan secara cepat dan bertahap, sehingga kebutuhan energi masyarakat dapat segera terpenuhi sembari proses pemulihan wilayah terus berlangsung.
Seluruh proses distribusi BBM tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas sektor dengan melibatkan otoritas bandara, pemerintah daerah, TNI, dan Kepolisian. Sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam menjaga kelancaran pasokan energi di tengah keterbatasan akses darat.
Pengiriman BBM ke Bener Meriah diharapkan dapat mendukung kebutuhan energi untuk percepatan penanganan bencana oleh BNPB serta memastikan ketersediaan BBM di SPBU wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah. Dengan demikian, aktivitas masyarakat dan roda perekonomian di wilayah terdampak diharapkan dapat pulih secara bertahap. (ren)


as a preferred source on Google




