Prabumulih (beritajatim.id) – PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field, yang tergabung dalam Regional Sumatera Subholding Upstream Pertamina, berhasil mencatatkan prestasi luar biasa dengan mencapai produksi 10.000 barel minyak per hari (BOPD) pada penghujung tahun 2024. Ini adalah pencapaian pertama sejak 2020 dan menjadi tonggak kebangkitan yang lebih besar bagi kawasan Prabumulih.
Senior Manager Prabumulih Field, M. Luthfi Ferdiansyah, mengapresiasi seluruh tim yang telah bekerja keras dalam mencapai target ini. “Kami berterima kasih atas dedikasi luar biasa tim yang telah menjadikan pencapaian ini kenyataan. Ini adalah bukti bahwa kerja keras dan komitmen kami mampu mengatasi tantangan. Tahun depan, kami optimis bisa meningkatkan produksi lebih baik lagi,” ujar Luthfi.
Keberhasilan ini merupakan hasil dari strategi dan kerja sama yang solid antara Field dan Zona. PEP Prabumulih Field berhasil mempertahankan tingkat penurunan produksi dan melakukan optimasi pada sumur yang sudah ada, sementara tim Zona berhasil meningkatkan rasio keberhasilan pemboran, khususnya di struktur Gunung Kemala dan Tanjung Miring Barat.
Meskipun mencapai 10.000 BOPD, PEP Prabumulih Field tidak berhenti di situ. Luthfi menegaskan bahwa target ini hanya merupakan batu loncatan untuk peningkatan lebih besar di masa depan. “Kami akan terus berupaya untuk mengangkat standar produksi lebih tinggi lagi,” tambahnya.
General Manager Zona 4, Djudjuwanto, juga memberikan apresiasi kepada seluruh pekerja di PEP Prabumulih Field dan PHR Regional Sumatera Zona 4. “Selamat atas pencapaian luar biasa ini. Saya berharap produksi ini terus meningkat dan memberikan kontribusi penting bagi ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Capaian produksi 10.000 BOPD menegaskan posisi PEP Prabumulih Field sebagai salah satu pemain utama dalam mendukung ketahanan energi nasional. Pencapaian ini menjadi inspirasi bagi sektor hulu migas untuk terus meningkatkan produktivitasnya. Keberhasilan ini juga tidak lepas dari kolaborasi yang erat antara divisi-divisi di PEP Prabumulih Field dan PHR Regional Sumatera Zona 4, serta pengawasan dari SKK Migas Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). (hdl)







