Tanjung Pinang (beritajatim.id) – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), kembali mencatatkan pencapaian penting dalam proyek migas strategis.
Perusahaan sukses menggelar seremoni sail away tahap ketiga untuk topside platform WPN5 dan WPN6 di Lapangan Sisi Nubi, Wilayah Kerja (WK) Mahakam, Kalimantan Timur. Acara ini juga diiringi dengan peresmian first cut of steel Proyek Manpatu, menandai dimulainya tahap fabrikasi.
Dukungan Penuh Pemangku Kepentingan
Seremoni yang digelar di lapangan PT Meindo Elang Indah, Tanjung Pinang, ini dihadiri oleh:
- Bambang Eka Satria (Koordinator Keselamatan Hulu Migas, Kementerian ESDM)
- Kosario M. Kautsar (Kepala Departemen Manajemen Proyek SKK Migas)
- Sunaryanto (Direktur Utama PHI)
- Setyo Sapto Edi (General Manager PHM)
Bambang Eka Satria memberikan apresiasi atas pencapaian zero accident selama fabrikasi dan commissioning Proyek SNB AOI.
“Ini prestasi membanggakan. Kami harap keselamatan kerja tetap jadi prioritas untuk dukung target produksi nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Kosario M. Kautsar menekankan pentingnya kolaborasi dalam proyek migas. “Keberhasilan ini mencerminkan integritas dan sinergi kuat antar pemangku kepentingan,” katanya.
Percepatan Proyek Strategis untuk Ketahanan Energi
Proyek SNB AOI merupakan pengembangan lapangan lepas pantai di Sisi Nubi, 25 km dari Delta Mahakam, dengan target produksi 30 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) per platform. Pengeboran direncanakan mulai semester II 2025, dengan target onstream di kuartal IV 2025.
Sementara itu, Proyek Manpatu akan dikembangkan di Lapangan South Mahakam, dengan target produksi 80 MMSCFD. Proyek ini terhubung ke anjungan eksisting MD-1 melalui pipa penyalur sepanjang 3 km.
Sunaryanto, Direktur Utama PHI, menyatakan bahwa kedua proyek ini adalah bagian dari strategi terintegrasi untuk meningkatkan cadangan dan produksi migas nasional. “Kami berkomitmen menjawab tantangan energi masa depan dengan teknologi dan keberlanjutan,” tegasnya.
Dukung Swasembada Energi
Setyo Sapto Edi, General Manager PHM, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjalankan operasi yang selamat, efektif, dan ramah lingkungan.
“Kami terus berinvestasi dalam eksplorasi dan pengembangan lapangan migas untuk mendukung ketahanan energi Indonesia,” ujarnya.
Keberhasilan ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi. Dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kualitas kerja, PHM berperan penting dalam menahan laju penurunan produksi migas nasional. (adi/ted)


as a preferred source on Google




