Malang (beritajatim.id) – Aparat kepolisian mulai memperkuat langkah antisipasi menjelang rangkaian libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Polresta Malang Kota memetakan sejumlah potensi kerawanan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode libur dan arus mudik tahun 2026.
Pemetaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah preventif dan preemtif menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat. Kota Malang diprediksi akan mengalami lonjakan aktivitas, baik dari warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke kawasan Malang Raya.
Kapolresta Malang Kota Putu Kholis Aryana menjelaskan bahwa analisis situasi ini menjadi dasar penyusunan strategi pengamanan selama masa libur panjang. Menurutnya, peningkatan mobilitas masyarakat hampir selalu diikuti potensi gangguan kamtibmas jika tidak diantisipasi secara matang.
Kepadatan Lalu Lintas Jadi Perhatian Utama
Potensi kerawanan pertama yang dipetakan adalah kepadatan arus lalu lintas. Kota Malang merupakan jalur strategis menuju berbagai destinasi wisata di Malang Raya, seperti kawasan Batu dan sekitarnya.
Setiap musim libur panjang, arus kendaraan yang masuk ke kota ini meningkat signifikan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan di sejumlah titik utama, terutama di jalur menuju objek wisata, pusat perbelanjaan, dan terminal transportasi.
Selain kendaraan wisatawan, arus mudik juga turut memengaruhi kepadatan lalu lintas karena banyak pemudik yang melintasi wilayah Malang menuju daerah lain di Jawa Timur.
Lonjakan Aktivitas di Fasilitas Publik
Kerawanan kedua berkaitan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat di berbagai fasilitas publik. Pusat perbelanjaan, destinasi wisata, kawasan kuliner, hingga pusat oleh-oleh khas Malang diprediksi akan dipadati pengunjung.
Lonjakan aktivitas ini memerlukan pengawasan ekstra dari aparat keamanan agar tidak memicu gangguan ketertiban maupun potensi tindak kriminal.
Kawasan wisata dan pusat ekonomi menjadi prioritas pengamanan karena intensitas interaksi masyarakat yang tinggi selama periode libur Lebaran.
Potensi Anomali Parkir di Kawasan Ramai
Masalah parkir juga menjadi perhatian kepolisian. Pada masa liburan, permintaan lahan parkir meningkat tajam, terutama di kawasan wisata dan pusat kuliner.
Situasi ini kerap memunculkan praktik parkir liar atau pungutan di luar ketentuan yang berlaku. Aparat kepolisian bersama pemerintah daerah akan melakukan pengawasan untuk memastikan pengelolaan parkir berjalan sesuai aturan.
Dampak Mobilitas terhadap Aktivitas Ekonomi
Meningkatnya mobilitas masyarakat selama musim libur turut memicu pertumbuhan aktivitas ekonomi. Namun di sisi lain, kondisi ini dapat memunculkan tantangan baru seperti pengelolaan sampah, pengaturan parkir, hingga potensi inflasi musiman akibat meningkatnya permintaan barang dan jasa.
Kepolisian menilai persoalan tersebut perlu ditangani melalui koordinasi lintas sektor agar dampak yang muncul dapat dikelola dengan baik.
Antisipasi Rumah Kosong Saat Mudik
Kerawanan lain yang turut menjadi perhatian adalah rumah kosong yang ditinggalkan pemiliknya selama mudik. Kondisi ini berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan jika tidak dilakukan pengawasan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, kepolisian akan mengintensifkan patroli lingkungan dengan melibatkan unsur masyarakat, termasuk Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta perangkat kelurahan dan RT/RW.
Pengamanan Melalui Operasi Ketupat Semeru 2026
Seluruh potensi kerawanan tersebut menjadi dasar pelaksanaan pengamanan melalui Operasi Ketupat Semeru 2026. Operasi ini mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” dan melibatkan ribuan personel gabungan dari berbagai instansi.
Fokus pengamanan tidak hanya pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga menjaga keamanan masyarakat serta memastikan aktivitas ibadah dan wisata berjalan lancar selama libur panjang.
Kapolresta menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga dukungan masyarakat. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan warga menjadi kunci terciptanya situasi yang aman dan kondusif.
Dengan pengelolaan situasi yang baik, momentum libur panjang Nyepi dan Lebaran diharapkan tidak hanya berjalan aman, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat citra Kota Malang sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman bagi pengunjung. (tin)


as a preferred source on Google




