Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»News»Pakar Psikologi UNAIR: Broken Home Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental Anak, Ini Tanda yang Perlu Diwaspadai

Pakar Psikologi UNAIR: Broken Home Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental Anak, Ini Tanda yang Perlu Diwaspadai

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono News 16 Maret 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pakar psikologi dari Universitas Airlangga, Atika Dian Ariana
Pakar psikologi dari Universitas Airlangga, Atika Dian Ariana

Surabaya (beritajatim.id) – Fenomena keluarga tidak harmonis atau broken home masih menjadi tantangan sosial di Indonesia. Data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menunjukkan sekitar 4,79 persen keluarga di Indonesia mengalami konflik cerai hidup yang berpotensi memicu disfungsi keluarga.

Menanggapi fenomena tersebut, pakar psikologi dari Universitas Airlangga, Atika Dian Ariana, menekankan pentingnya peran orang tua dalam menjaga kesehatan mental anak di tengah konflik keluarga.

Menurut Atika, dalam perspektif psikologi, broken home terjadi ketika keluarga tidak lagi mampu menjalankan fungsinya secara optimal akibat konflik yang berkepanjangan. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi hubungan antarorang tua, tetapi juga berdampak langsung pada perkembangan psikologis anak.

Perubahan Perilaku Anak Jadi Tanda Awal

Dampak broken home sering kali terlihat dari perubahan perilaku anak dalam kehidupan sehari-hari. Anak yang hidup dalam lingkungan keluarga dengan konflik tinggi cenderung mengalami penurunan rasa percaya diri serta kesulitan berinteraksi dengan lingkungan sosial.

Atika menjelaskan bahwa beberapa tanda yang kerap muncul antara lain berkurangnya minat bergaul dengan teman sebaya, penurunan prestasi akademik, serta perubahan emosi seperti mudah marah, cemas, atau merasa takut secara berlebihan.

Situasi ini dapat terjadi karena anak kehilangan rasa aman yang seharusnya terbentuk dalam lingkungan keluarga. Ketika hubungan orang tua dipenuhi konflik, anak sering kali mengalami krisis kepercayaan dan kesulitan memahami kondisi yang terjadi di sekitarnya.

Baca Juga:  PKS: Pemerintah Harus Perketat Impor Produk Cina untuk Cegah Badai PHK di Indonesia
Kapan Anak Perlu Bantuan Profesional?

Dalam beberapa kasus, anak yang berada dalam situasi keluarga tidak harmonis memerlukan pendampingan profesional. Bantuan dari psikolog, konselor, atau psikiater menjadi penting ketika perubahan perilaku anak semakin memburuk.

Atika menyebutkan dua kondisi utama yang perlu menjadi perhatian. Pertama, ketika anak menunjukkan perubahan perilaku yang semakin ekstrem atau berkepanjangan. Kedua, ketika keluarga tidak mampu menyediakan dukungan emosional yang sehat, terutama jika konflik melibatkan unsur kekerasan.

Pada kondisi tersebut, anak sebaiknya mendapatkan lingkungan yang lebih aman sekaligus pendampingan dari tenaga kesehatan mental agar proses pemulihan psikologis dapat berjalan optimal.

Peran Orang Tua Tetap Menjadi Kunci

Meski konflik keluarga dapat memberikan dampak negatif, Atika menegaskan bahwa tidak semua anak dari keluarga broken home mengalami gangguan kesehatan mental. Hal ini sangat bergantung pada bagaimana orang tua tetap menjalankan perannya dalam proses tumbuh kembang anak.

Beberapa faktor yang memengaruhi kondisi psikologis anak di antaranya lingkungan keluarga yang tidak kondusif, komunikasi yang buruk, serta kurangnya kehadiran orang tua dalam kehidupan anak.

Sebaliknya, komunikasi yang terbuka dan dukungan emosional yang konsisten dapat membantu anak mengelola perasaan mereka dengan lebih baik. Pendampingan tersebut juga membuat anak tidak merasa terasingkan meskipun keluarga sedang menghadapi konflik.

Pendekatan Berbeda Sesuai Usia Anak

Pendekatan orang tua terhadap anak juga perlu disesuaikan dengan usia dan tingkat kematangan emosional. Pada anak usia dini, pendampingan yang intensif menjadi sangat penting karena mereka belum mampu memahami konflik orang dewasa secara utuh.

Baca Juga:  Mendag Budi Lepas Kontainer Ekspor ke-400 Ribu Produk Makanan Olahan ke 15 Negara

Sementara itu, pada anak yang lebih dewasa, pendekatan komunikasi terbuka dapat menjadi cara efektif untuk membantu mereka mengekspresikan emosi dan memahami situasi keluarga dengan lebih rasional.

Di akhir penjelasannya, Atika mengingatkan bahwa anak bukanlah penyebab konflik dalam keluarga. Oleh karena itu, anak seharusnya tidak dibebani oleh masalah orang dewasa.

Ia juga mendorong anak-anak yang berada dalam situasi keluarga tidak harmonis untuk tetap fokus pada pendidikan dan cita-cita mereka, karena kondisi keluarga saat ini tidak menentukan masa depan mereka.

Isu kesehatan mental anak dan kualitas hubungan keluarga menjadi perhatian penting di tengah dinamika sosial masyarakat modern. Dukungan keluarga, lingkungan, serta layanan kesehatan mental yang memadai menjadi faktor krusial dalam memastikan anak tetap tumbuh secara sehat secara psikologis. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
kesehatan mental psikologi anak Universitas Airlangga
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Khofifah meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi yang progres pembangunannya mencapai 88,7 persen dan ditargetkan segera beroperasi.

Khofifah Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi Banyuwangi, Progres Hampir Rampung untuk Generasi Emas 2045

18 Juli 2026 News
Polres Pelabuhan Tanjungperak bersama Damkar Surabaya menyiram lahan jagung di Tambak Wedi untuk menghadapi ancaman kemarau panjang.

Polres Pelabuhan Tanjungperak Kerahkan Damkar Siram Lahan Jagung Hadapi Ancaman Kemarau

18 Juli 2026 News
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026 News
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026 News
Polri dan Kepolisian RRT melakukan pertukaran buronan. Tiga WN China dipulangkan, sementara satu buron WNI diserahkan kepada Polri.

Polri dan Kepolisian RRT Tukar Buronan, Tiga WN China Dipulangkan dan Satu WNI Diserahkan ke Indonesia

15 Juli 2026 News
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Eri Cahyadi Benahi Layanan RSUD Soewandhie, Evaluasi Antrean Online, Farmasi hingga Kapasitas IGD

15 Juli 2026 News
Leave A Reply Cancel Reply

Khofifah meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi yang progres pembangunannya mencapai 88,7 persen dan ditargetkan segera beroperasi.

Khofifah Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi Banyuwangi, Progres Hampir Rampung untuk Generasi Emas 2045

18 Juli 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.