Tuban (beritajatim.id) – Presiden Prabowo Subianto terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di era digital dengan menggelontorkan program Interactive Flat Panel (IFP), yaitu layar sentuh interaktif yang menggabungkan fungsi monitor, komputer, dan papan tulis digital. Perangkat ini digunakan untuk pembelajaran dan presentasi di sekolah, termasuk di Kabupaten Tuban.
Kasi Penyelenggaraan Pendidikan SMP pada Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Sri Lestari, menjelaskan bahwa kemajuan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Menurutnya, pemanfaatan media berbasis teknologi kini menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar.
“Pemerintah berupaya memperkuat transformasi digital pada satuan pendidikan dengan menyediakan sarana pendukung yang dapat membantu guru dan peserta didik dalam proses belajar mengajar,” ujar Sri Lestari saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (3/10/2025).
Ia menambahkan, salah satu bentuk dukungan pemerintah adalah pemberian bantuan IFP atau smart TV berukuran 75 inci kepada satuan pendidikan. Harapannya, perangkat tersebut dapat digunakan sebagai media pembelajaran interaktif yang mendukung implementasi kurikulum digital dan penguatan literasi peserta didik.
“Melalui IFP ini, pembelajaran akan lebih efektif dan menyenangkan bagi peserta didik,” ungkap Sri Lestari yang juga menjabat sebagai PIC IFP di Kabupaten Tuban.
Di Kabupaten Tuban, perangkat IFP telah tiba dan didistribusikan ke berbagai sekolah negeri maupun swasta sejak September lalu. Berdasarkan data Dinas Pendidikan, untuk jenjang SMP terdapat 102 sekolah penerima, dengan 90 sekolah sudah menerima dan 12 lainnya masih dalam proses. Untuk jenjang SD total ada 569 penerima, dengan 540 sudah menerima dan 29 masih on process. Sementara untuk PAUD, dari total 375 penerima, sebanyak 365 sudah menerima dan 10 masih dalam proses.
Sri Lestari menjelaskan, proses distribusi yang belum selesai sebagian besar terkendala pada proses konfirmasi di sistem Dapodik, karena harus memastikan ketersediaan internet dan listrik di masing-masing sekolah, serta sebagian perangkat masih dalam perjalanan.
Terkait penggunaan IFP, ia menyebut tidak ada kendala berarti karena mayoritas guru di sekolah-sekolah kini sudah cukup menguasai teknologi. Namun, ia juga mengakui bahwa beberapa guru senior yang mendekati masa pensiun masih mengalami kesulitan dalam mengoperasikan perangkat digital tersebut.
“Bapak dan Ibu guru yang senior atau gaptek ini dapat berkolaborasi dengan guru lain yang menguasai teknologi,” pesannya.
Sri Lestari juga memastikan bahwa setiap sekolah hanya menerima satu unit IFP, dan masing-masing sekolah diberikan kebebasan untuk mengonfirmasi penerimaan bantuan tersebut.
“Di Kabupaten Tuban semua sekolah mengonfirmasi menerima, tidak ada yang menolak,” pungkasnya. (ris)


as a preferred source on Google



