Surabaya (beritajatim.id) – Riza Saphira Rahmandhani, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga (UNAIR), berhasil meraih kesempatan berharga untuk berpartisipasi dalam program Indonesia International Student Mobility Awards (IISMA) di Radboud University, Belanda.
Keberhasilan ini berkat tekadnya untuk mengembangkan diri dan memperluas jaringan profesional.
Riza menyebutkan bahwa motivasi utamanya adalah untuk meningkatkan kemampuan pribadi dan membangun koneksi yang dapat berguna dalam karier masa depan.
“Motivasi terbesar saya adalah meningkatkan kemampuan personal dan membangun koneksi yang nantinya dapat bermanfaat dalam karier profesional saya,” ujar Riza.
Persiapan untuk mengikuti IISMA memerlukan usaha ekstra, terutama dalam mengejar nilai IELTS dalam waktu singkat. Riza mengakui bahwa proses ini cukup menekan, karena Radboud University hanya menerima nilai IELTS.
Seleksi IISMA mencakup tahapan administrasi, penilaian kebhinekaan, dan wawancara, yang berlangsung sekitar satu bulan.
Menurut Riza, wawancara menjadi bagian yang paling menantang. “Saya ditanya tentang kondisi keluarga yang tidak saya duga sebelumnya. Wawancara tidak memiliki jawaban benar atau salah, sehingga sulit untuk diprediksi,” ungkapnya.
Selama persiapan, Riza menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait tes IELTS. Meski nilai simulasi IELTS seminggu sebelum tes tidak memenuhi standar universitas, hasil tes yang sebenarnya jauh lebih baik dari perkiraan.
Riza berharap pengalaman di Radboud University akan memperluas wawasan akademis dan memperkuat jaringan internasionalnya. Ia juga menekankan pentingnya beradaptasi dengan budaya baru, termasuk mempelajari bahasa Belanda.
Untuk calon peserta IISMA, Riza memberikan pesan penting mengenai persiapan. Ia menekankan perlunya motivasi kuat dan fokus pada persiapan bahasa Inggris. Menurutnya, jika rata-rata nilai yang diterima adalah 7,5, targetkan nilai bahasa Inggris minimal 8 atau 8,5 untuk meningkatkan peluang diterima. (hdl)


as a preferred source on Google



