Papua Pegunungan (beritajatim.id) – Program pembangunan 2.200 unit rumah sehat di wilayah Papua Pegunungan yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto diharapkan dapat mulai terealisasi pada tahun 2026. Harapan tersebut disampaikan oleh Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) wilayah Pegunungan sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan di daerah otonomi baru tersebut.
Ketua BP3OKP Pegunungan, Hantor Matuan, menyatakan bahwa program pembangunan ribuan rumah tersebut merupakan bentuk perhatian signifikan pemerintah pusat terhadap kondisi masyarakat di Papua Pegunungan yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan infrastruktur.
Dalam kebijakan yang dituangkan melalui instruksi presiden, pemerintah merencanakan pembangunan 2.200 unit rumah tipe 45 untuk masyarakat umum serta 200 unit rumah tipe 90 yang diperuntukkan bagi kepala suku. Program ini mencakup delapan kabupaten di wilayah Papua Pegunungan.
BP3OKP menilai program tersebut bukan sekadar bantuan perumahan, melainkan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Wilayah Papua Pegunungan selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat keterisolasian tinggi dibanding wilayah lain di Indonesia.
Selain program perumahan, pemerintah pusat juga mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung, salah satunya akses jalan trans yang menghubungkan Jayapura dan Wamena. Proyek sepanjang 61 kilometer yang membentang dari Jembatan Mamberamo hingga Elelim di Kabupaten Yalimo ditargetkan mulai dikerjakan tahun ini.
Akses transportasi tersebut dinilai krusial dalam menekan biaya logistik yang selama ini menjadi tantangan utama di Papua Pegunungan. Distribusi bahan pokok dan material bangunan ke wilayah ini kerap memakan waktu hingga dua hingga tiga pekan melalui jalur darat, sehingga berdampak pada tingginya harga barang di tingkat masyarakat.
Dengan adanya pembangunan jalan tersebut, diharapkan distribusi logistik menjadi lebih efisien, yang pada akhirnya dapat menurunkan harga kebutuhan pokok serta meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
BP3OKP menilai kombinasi antara pembangunan perumahan dan infrastruktur jalan menjadi fondasi awal yang kuat dalam mempercepat pembangunan kawasan Papua Pegunungan. Program ini juga diharapkan mampu mengurangi kesenjangan pembangunan sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat terhadap layanan dasar dan peluang ekonomi.
Optimisme terhadap realisasi program ini semakin menguat seiring komitmen pemerintah pusat dalam mendorong pembangunan di wilayah timur Indonesia. Papua Pegunungan diharapkan dapat mengalami transformasi signifikan dalam beberapa tahun ke depan melalui berbagai program strategis yang telah dirancang. (hdl)


as a preferred source on Google




