Surabaya (beritajatiom.id) – Pemerintah Kota Surabaya bersama pemerintah pusat tengah menyiapkan pembangunan fasilitas kedua Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kota Pahlawan. Proyek ini ditargetkan mampu mengolah sekitar 800 ton sampah per hari yang selama ini belum tertangani secara optimal.
Rencana pembangunan fasilitas tambahan tersebut melengkapi fasilitas PLTSa Benowo, yang saat ini telah beroperasi dan mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari menjadi energi listrik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Dedik Irianto, menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas baru ini sejalan dengan kebijakan nasional dalam Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang mendorong percepatan implementasi teknologi waste to energy di berbagai daerah.
Timbulan Sampah Surabaya Capai 1.800 Ton per Hari
Menurut data DLH Surabaya, produksi sampah di kota ini telah mencapai sekitar 1.800 ton per hari. Dengan kapasitas pengolahan di Benowo yang sekitar 1.000 ton per hari, masih terdapat sekitar 800 ton sampah yang membutuhkan solusi pengolahan tambahan.
Karena itu, Pemkot Surabaya mengusulkan pembangunan fasilitas PSEL kedua yang nantinya akan menangani sisa timbulan sampah tersebut.
Fasilitas baru ini direncanakan memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1.000 ton sampah per hari, sehingga tidak hanya mampu menampung sisa produksi sampah Surabaya, tetapi juga membuka peluang kerja sama pengolahan dengan daerah sekitar.
Didanai Pemerintah Pusat Melalui Danantara
Berbeda dengan proyek sebelumnya, pembangunan PSEL kedua di Surabaya tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Seluruh pembiayaan proyek akan ditanggung oleh pemerintah pusat melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara.
Dengan skema tersebut, Pemkot Surabaya tidak perlu menanggung biaya pembangunan, penyusunan studi kelayakan (feasibility study), maupun pembayaran tipping fee seperti pada fasilitas pengolahan sampah di Benowo.
Pemkot hanya bertugas menyiapkan lahan serta menjalankan proses konsultasi publik sebagai bagian dari tahapan pembangunan proyek.
Direncanakan Dibangun di Sumberejo
Lokasi pembangunan fasilitas PSEL kedua telah diusulkan sejak tahun lalu dan direncanakan berada di kawasan Sumberejo, yang berbeda dari lokasi fasilitas pengolahan sampah di Benowo.
Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, sekitar 800 ton sampah per hari dari Surabaya akan diarahkan ke fasilitas tersebut untuk diolah menjadi energi listrik.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga membuka peluang kerja sama pengelolaan sampah secara aglomerasi dengan beberapa daerah di sekitar Surabaya, seperti Gresik, Lamongan, dan Sidoarjo.
Skema ini diharapkan dapat mengoptimalkan kapasitas pengolahan fasilitas sekaligus memperkuat kerja sama pengelolaan lingkungan di kawasan metropolitan Surabaya.
Target Operasi Akhir 2027
Proyek pembangunan fasilitas PSEL kedua di Surabaya masuk dalam batch kedua program nasional pengolahan sampah menjadi energi. Saat ini pemerintah pusat masih menyelesaikan tahapan pengadaan proyek untuk batch pertama.
Untuk batch kedua, proses seleksi mitra pengembang diperkirakan mulai berlangsung sekitar April hingga Mei 2026.
Jika proses lelang berjalan lancar, pembangunan fasilitas ini diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua tahun hingga selesai. Dengan demikian, fasilitas pengolahan sampah baru tersebut ditargetkan dapat mulai beroperasi pada akhir 2027.
Pemerintah Apresiasi Pengelolaan Sampah Surabaya
Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Kota Surabaya dalam pengelolaan sampah, khususnya melalui fasilitas waste to energy di Benowo.
Menurutnya, Surabaya menjadi salah satu kota di Indonesia yang konsisten mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis energi secara berkelanjutan.
Ia menilai pembangunan fasilitas tambahan menjadi langkah penting untuk menuntaskan sisa timbulan sampah yang masih ada di kota tersebut.
Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah Tangga
Meski pembangunan infrastruktur pengolahan sampah terus diperkuat, pemerintah juga menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Pemilahan sampah sejak dari rumah tangga dinilai menjadi kunci utama agar sampah tidak hanya dianggap sebagai limbah, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi maupun sumber daya ekonomi baru.
Dengan kombinasi antara pembangunan fasilitas modern dan partisipasi masyarakat dalam pengurangan sampah dari hulu, Surabaya diharapkan mampu memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di masa depan. (rio)


as a preferred source on Google




