Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Pendidikan»Tanggapi Kontroversi Kartu Indonesia Pintar Kuliah, Pakar Unair: Bukan Masalah Besar

Tanggapi Kontroversi Kartu Indonesia Pintar Kuliah, Pakar Unair: Bukan Masalah Besar

Mandalika NaurahMandalika Naurah Pendidikan 8 Mei 2024
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pakar Kebijakan Publik Universitas Airlangga (Unair) Gitadi Tegas Supramudyo Drs MSi
Pakar Kebijakan Publik Universitas Airlangga (Unair) Gitadi Tegas Supramudyo Drs MSi

Surabaya (beritajatim.id) – Maraknya kontroversi terkait kebijakan pemerintah Indonesia yang dianggap meleset dari sasaran seringkali menjadi perbincangan hangat di masyarakat.

Baru-baru ini, kasus Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) mencuat sebagai salah satu kebijakan yang dianggap melenceng dari targetnya. Namun, menurut Pakar Kebijakan Publik dari Universitas Airlangga (Unair), Gitadi Tegas Supramudyo Drs MSi, permasalahan ini sebenarnya tidak begitu besar.

“Dari sekian banyak penerima KIP-K, jika hanya ada satu atau dua kasus yang bermasalah, itu bukanlah masalah besar. Dalam perspektif kebijakan, kita harus berpegang pada data dan fakta yang ada. Kita perlu menganalisis dan mengevaluasi berapa banyak yang benar-benar mengalami masalah,” papar Gitadi dalam pernyataannya.

Menurutnya, kunci keberhasilan kebijakan atau program pemerintah adalah melibatkan berbagai lembaga yang kredibel dalam menentukan sasaran program tersebut, bukan hanya bergantung pada satu lembaga saja.

“Kita tidak boleh terlalu bergantung pada satu lembaga, atau bahkan hanya bergantung pada kampus saja. Kampus pun memiliki kepentingan untuk mendapatkan bantuan. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan lembaga atau institusi independen yang lebih kredibel dalam menentukan sasaran program,” tambahnya.

Gitadi juga memberikan kritik terhadap implementasi KIP-K, menyatakan bahwa program tersebut hanya baik di permukaan saja. Dia menekankan pentingnya adanya struktur atau institusi khusus yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan program atau kebijakan tersebut.

Baca Juga:  UNAIR Gelar Olimpiade Sains Airlangga 2025 untuk Ukur Kemampuan Akademik Siswa secara Nasional

“Saat ini, banyak perguruan tinggi yang telah memiliki mekanisme yang baik dalam menentukan SPP dan menangani mahasiswa yang membutuhkan bantuan. Namun, masih diperlukan lembaga khusus untuk memonitor pelaksanaan kebijakan atau program tersebut,” tegasnya.

Gitadi juga menekankan pentingnya peraturan yang tegas dalam kebijakan tersebut. Menurutnya, peraturan tidak boleh bersifat fleksibel, dan perlunya proses yang fair dalam menentukan penerima bantuan.

“Aturan harus jelas dan tidak fleksibel. Ketika status ekonomi seseorang telah meningkat, bantuan harus segera diputus. Namun, prosesnya haruslah adil dan teliti. Kita tidak boleh mengandalkan asumsi semata, tetapi harus dilakukan pengecekan yang detail,” jelasnya.

Terakhir, Gitadi menyerukan pentingnya survei, riset, serta pemberian alternatif rekomendasi pada penyelenggaraan kebijakan pemerintah, agar proses kebijakan dapat dianggap cerdas dan efektif. (mnd/ted)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Kartu Indonesia Pintar Universitas Airlangga
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Dispendik Surabaya memastikan MPLS SD-SMP berlangsung ramah anak, bebas perpeloncoan, serta dipantau langsung melalui sistem Kementerian.

MPLS Surabaya 2026 Berakhir Kondusif, Dispendik Pastikan Seluruh Kegiatan Ramah Anak Tanpa Keluhan

18 Juli 2026 Pendidikan
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026 Pendidikan

Setjen DPD RI Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 233 Orang dengan Uang Saku hingga Rp6 Juta

16 Juli 2026 Pendidikan
Dispendik Surabaya memastikan MPLS SD-SMP berlangsung ramah anak, bebas perpeloncoan, serta dipantau langsung melalui sistem Kementerian.

Dispendik Surabaya Pastikan MPLS SD-SMP Ramah Anak, Bebas Perpeloncoan dan Dipantau Sistem Kementerian

13 Juli 2026 Pendidikan
MPLS Surabaya 2026 dimulai 13 Juli dengan materi literasi digital, antinarkoba, pendidikan karakter, dan cek kesehatan gratis bagi siswa baru.

MPLS Surabaya 2026 Dimulai 13 Juli, Siswa Baru Dibekali Literasi Digital, Antinarkoba, dan Cek Kesehatan Gratis

11 Juli 2026 Pendidikan
Kemendikdasmen mengukuhkan 76 Duta Bintang Sobat SMP 2026 untuk memperkuat budaya sekolah aman, inklusif, dan ramah anak di seluruh Indonesia.

Kemendikdasmen Kukuhkan 76 Duta Bintang Sobat SMP 2026, Perkuat Budaya Sekolah Aman hingga Ruang Digital

11 Juli 2026 Pendidikan
Leave A Reply Cancel Reply

Dispendik Surabaya memastikan MPLS SD-SMP berlangsung ramah anak, bebas perpeloncoan, serta dipantau langsung melalui sistem Kementerian.

MPLS Surabaya 2026 Berakhir Kondusif, Dispendik Pastikan Seluruh Kegiatan Ramah Anak Tanpa Keluhan

18 Juli 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.