Banyuwangi (beritajatim.id) – Kesadaran masyarakat terhadap perlindungan satwa liar semakin meningkat. Hal ini dibuktikan dengan penyerahan tiga ekor ular Sanca Kembang (Malayopython reticulatus) ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA Jatim) oleh Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyuwangi.
Ketiga ular tersebut ditemukan di sekitar permukiman warga sebelum diamankan oleh tim pemadam kebakaran. Selanjutnya, ular-ular ini diserahkan kepada Tim Matawali Resort Konservasi Wilayah (RKW) 13 Banyuwangi-Situbondo-Bondowoso dan ditempatkan di kandang transit sementara di Seksi KSDA Wilayah (SKW) 5 Banyuwangi untuk pemeriksaan kesehatan serta observasi lebih lanjut.
Proses Penyerahan Sesuai Standar Konservasi
Kepala BBKSDA Jawa Timur, Nur Patria Kurniawan, mengonfirmasi bahwa ketiga ular tersebut berada dalam kondisi sehat. Proses penyerahan satwa juga telah didokumentasikan dalam Berita Acara Penyerahan (BAP) sesuai dengan prosedur penanganan satwa liar di permukiman.
“Kami mengapresiasi kesadaran masyarakat dalam melestarikan satwa liar dengan menyerahkan ular Sanca Kembang kepada pihak berwenang. Ini langkah penting untuk memastikan keselamatan manusia sekaligus perlindungan terhadap satwa,” ujar Nur Patria.
Sanca Kembang: Predator Alami yang Berperan dalam Ekosistem
Sanca Kembang merupakan salah satu ular terbesar di dunia, mampu tumbuh hingga lebih dari enam meter. Ular ini memiliki pola sisik unik yang membantunya berkamuflase di alam liar.
Sebagai predator alami, Sanca Kembang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dengan mengendalikan populasi hewan seperti tikus dan burung kecil.
Meskipun tidak berbisa, ular ini memiliki lilitan kuat yang digunakan untuk melumpuhkan mangsanya sebelum menelan secara utuh. Ukurannya yang besar sering kali menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama jika ditemukan di sekitar permukiman atau peternakan.
Penyebab Ular Masuk ke Permukiman
Interaksi antara manusia dan satwa liar semakin sering terjadi, terutama karena:
- Berkurangnya habitat alami akibat alih fungsi lahan
- Ketersediaan makanan yang menipis di alam liar
- Perubahan ekosistem yang membuat satwa mencari tempat berlindung di area pemukiman
Menurut BBKSDA Jatim, meningkatnya laporan temuan satwa liar di lingkungan manusia menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam keseimbangan ekosistem.
Oleh karena itu, pihaknya terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya konservasi dan tata cara penanganan satwa liar yang benar.
BBKSDA Jatim Imbau Masyarakat Laporkan Temuan Satwa Liar
BBKSDA Jawa Timur menegaskan bahwa penyerahan satwa liar yang ditemukan di permukiman merupakan langkah terbaik untuk mencegah konflik antara manusia dan satwa liar.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak bertindak sendiri jika menemukan satwa liar, tetapi segera melaporkan ke pihak berwenang agar dapat ditangani sesuai prosedur,” tambah Nur Patria.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam melindungi satwa liar, diharapkan interaksi negatif antara manusia dan satwa dapat diminimalisir, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian keanekaragaman hayati. (hdl)


as a preferred source on Google




