Parepare (beritajatim.id) – Stadion Gelora B.J. Habibie menjadi saksi bisu drama memilukan bagi pendukung tuan rumah, Sabtu (14/2/2026). PSM Makassar, yang tampil solid menahan gempuran selama waktu normal, harus menelan pil pahit setelah takluk 0-2 dari Dewa United lewat dua gol kejutan di masa injury time.
Pertandingan lanjutan Super League 2025/2026 ini sejatinya berjalan alot sejak peluit pertama dibunyikan. Pasukan Juku Eja dan Tangsel Warriors terlibat aksi saling serang yang silih berganti, namun kebuntuan terus menghantui kedua kubu hingga penghujung laga.
Aksi Jual Beli Serangan
Tuan rumah sempat memberi terapi kejut pada menit ke-10. Jacques Medina melakukan manuver cepat dan melepaskan tembakan akurat yang nyaris merobek jala lawan, namun kiper Dewa United tampil gemilang dengan penyelamatan krusial.
Sebaliknya, Dewa United sempat membuat publik tuan rumah menahan napas di menit ke-18. Alex Martins berhasil menyarangkan bola ke gawang PSM, namun selebrasi tim tamu terhenti seketika saat wasit menganulir gol tersebut karena offside. Babak pertama pun berakhir dengan skor kacamata.
Petaka di Penghujung Laga
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan semakin memanas. PSM Makassar berjuang mati-matian menjaga kesucian gawang mereka. Disiplin tinggi yang ditunjukkan lini belakang Juku Eja sukses meredam agresivitas lawan hingga menit ke-89.
Namun, sepak bola adalah tentang fokus hingga detik terakhir. Ketika laga tampaknya akan berakhir imbang, konsentrasi tuan rumah justru runtuh di momen kritis.
Dewa United memanfaatkan kelengahan tersebut dengan kejam. Dua gol yang tercipta di masa injury time seketika membungkam gemuruh suporter di Stadion B.J. Habibie. Kemenangan yang sudah di depan mata bagi PSM untuk menahan imbang, berubah menjadi kekalahan menyakitkan 0-2 dalam sekejap.
Hasil ini menjadi pukulan telak bagi PSM Makassar yang harus kehilangan poin penuh di kandang sendiri, sementara Dewa United pulang dengan kepala tegak membawa tiga poin berharga dari Parepare.


as a preferred source on Google




