Semarang (beritajatim.id) – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Dedi Prasetyo, melakukan peninjauan langsung pelaksanaan seleksi terpusat SMA Kemala Taruna Bhayangkara angkatan kedua di Gedung Paramartha, Akademi Kepolisian (Akpol) Lemdiklat Polri, Semarang, pada Senin siang.
Dalam kunjungan tersebut, Wakapolri memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan, termasuk penggunaan metode Nusantara Standardized Test (NST). Sistem ini dirancang untuk mengukur kemampuan peserta secara objektif dan adaptif dengan pendekatan berbasis standar nasional serta internasional.
Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut antara lain Chryshnanda Dwilaksana dan Asisten SDM Kapolri Anwar. Kehadiran jajaran pimpinan Polri ini menegaskan pentingnya proses seleksi dalam menjaring calon generasi unggul bangsa.
Sebanyak 399 siswa terbaik dari 28 provinsi mengikuti seleksi tingkat pusat ini. Para peserta sebelumnya telah melalui proses panjang sejak tahap awal yang diikuti ribuan pelajar dari seluruh Indonesia. Mereka kemudian disaring melalui beberapa tahap seleksi hingga akhirnya lolos ke fase terpusat.
Seluruh peserta difasilitasi oleh panitia dari SSDM Polri, termasuk penyediaan akomodasi di lingkungan Akpol guna memastikan kesiapan optimal selama menjalani rangkaian tes yang berlangsung selama lima hari.
Rangkaian seleksi mencakup berbagai aspek penilaian, mulai dari kemampuan akademik, penguasaan bahasa Inggris melalui IELTS Prediction Test, hingga tes mata pelajaran utama seperti matematika dan sains. Selain itu, peserta juga menjalani tes psikologi, pemeriksaan kesehatan, uji kesamaptaan jasmani, hingga wawancara mendalam dan Leaderless Group Discussion (LGD).
Polri menggandeng Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia dalam menyusun sistem seleksi dan penguatan kurikulum pendidikan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi menciptakan pendidikan berbasis meritokrasi yang menyeimbangkan aspek akademik, karakter, dan kepemimpinan.
Program ini juga sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia unggul yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto melalui agenda nasional peningkatan daya saing global.
Dedi Prasetyo menekankan bahwa seleksi ini tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga menilai integritas, karakter, dan potensi kepemimpinan peserta. Ia menilai proses yang transparan dan akuntabel menjadi kunci dalam menjaring talenta terbaik dari seluruh daerah.
Dari seluruh peserta yang mengikuti seleksi terpusat, nantinya akan dipilih sekitar 180 siswa terbaik untuk menjadi bagian dari angkatan kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara. Para siswa terpilih diharapkan mampu menjadi generasi muda yang disiplin, berkarakter kuat, dan memiliki kapasitas kepemimpinan di tingkat global.
Pelaksanaan seleksi ini menjadi langkah konkret Polri dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia unggul yang adaptif terhadap tantangan masa depan, sekaligus mempertegas peran institusi dalam mendukung kemajuan pendidikan nasional. (tin)


as a preferred source on Google




