Nagekeo (beritajatim.id) — Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung progres pembangunan Bendungan Mbay yang berlokasi di Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur .
Proyek strategis ini dibangun oleh PT Brantas Abipraya (Persero) untuk mendorong ketahanan pangan, perusahaan konstruksi milik negara yang telah dikenal sebagai BUMN unggul dalam pembangunan infrastruktur bendungan.
Pembangunan Bendungan Mbay merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mencapai swasembada pangan, energi, dan air sebagaimana tercantum dalam *Asta Cita* yang menjadi arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Bendungan Mbay merupakan salah satu upaya Brantas Abipraya dalam mendukung program Pemerintah yaitu ketahanan air dan pangan nasional. Setelah rampung, bendungan ini dapat mendorong peningkatan produksi beras di Kabupaten Nagekeo hingga 2,5 kali lipat,” ujar Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Kamis (14/5/2025).
Peninjauan yang dilakukan oleh Wapres ini bertujuan untuk memastikan seluruh proses pembangunan berjalan tepat waktu, berkualitas, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Pemerintah melihat proyek ini sebagai kunci dalam menjamin pasokan air irigasi, mendukung sektor pertanian, serta menyediakan air baku dan potensi energi baru terbarukan.
Dengan kapasitas tampung mencapai 51,74 juta meter kubik, Bendungan Mbay dirancang untuk menyuplai air irigasi ke lahan pertanian seluas 5.928 hektare, termasuk pengembangan Daerah Irigasi (DI) Mbay Kanan dan Kiri.
Selain itu, bendungan ini juga akan menyuplai kebutuhan air baku sebesar 205 liter/detik untuk wilayah Nagekeo serta mereduksi potensi banjir Sungai Aesesa hingga 283 meter kubik per detik.
Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), Bendungan Mbay ditargetkan dapat memberikan dampak signifikan bagi pembangunan wilayah timur Indonesia.
Brantas Abipraya bertanggung jawab atas pembangunan Paket II, yang meliputi Bangunan Pengelak (terowongan), Bangunan Pelimpah (spillway), Bangunan Pengambilan (intake), serta pekerjaan hidromekanikal dan elektrikal.
“Brantas Abipraya berkomitmen akan menyelesaikan proyek Bendungan Mbay tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat, khususnya dalam mendukung pertanian produktif, penyediaan air bersih, dan pengurangan risiko banjir. Kami berharap bendungan ini juga dapat dimaksimalkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, termasuk pengembangan pariwisata lokal,” tambah Dian Sovana.
Keberadaan bendungan ini menjadi solusi nyata menghadapi tantangan perubahan iklim, terutama dalam mengatasi kelangkaan air saat musim kemarau panjang dan mencegah banjir akibat curah hujan tinggi. Dengan dukungan infrastruktur seperti Bendungan Mbay, diharapkan ketahanan pangan dan air di wilayah timur Indonesia semakin terjaga dan berkelanjutan. (ted)


as a preferred source on Google




