Sukabumi (beritajatim.id) – Bencana hidrometeorologi kembali melanda Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Hujan deras yang mengguyur wilayah ini dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, banjir melanda 12 desa di 9 kecamatan, sementara tanah longsor terjadi di 30 desa di 22 kecamatan. Akibat bencana ini, 4 orang dilaporkan meninggal dunia, dan 5 lainnya masih dalam pencarian.
Sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengunjungi lokasi bencana di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, pada Sabtu pagi (8/3/2025). Kunjungan ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan penanganan bencana yang cepat dan terkoordinasi.
Tinjau Lokasi Bencana
Didampingi oleh Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Kepala Basarnas Marsekal Muda TNI Mohammad Syafii, dan Bupati Sukabumi Asep Japar, Wapres meninjau Jembatan Cidadap di Jalan Pelabuhan Ratu No. 16, Kecamatan Simpenan. Jembatan ini amblas diterjang banjir bandang pada Kamis malam, dan insiden tersebut merenggut satu nyawa.
Wapres mengecek area jembatan yang putus, yang merupakan penghubung antara Desa Cidadap dan Desa Loji. Ia juga menyapa warga terdampak yang antusias menyambut kedatangannya.
Selanjutnya, Wapres mengunjungi Terminal dan Pasar Semi Modern Palabuhan Ratu, yang rusak parah akibat banjir. Didampingi Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti, ia memeriksa permukiman warga serta rumah ibadah seperti masjid dan gereja yang mengalami kerusakan berat. Banjir di lokasi ini juga menewaskan seorang ibu dan anaknya.
Bantuan untuk Warga Terdampak
Selama kunjungan, Wapres membagikan paket sembako, alat kebersihan, selimut, serta paket buku dan mainan untuk anak-anak. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan psikologis dan material bagi warga yang kehilangan harta benda dan tempat tinggal.
Dalam keterangan persnya, Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti menyampaikan bahwa Wapres menekankan pentingnya langkah strategis dalam penanganan pasca-bencana. Salah satu fokus utama adalah normalisasi sungai melalui pengerukan dan pengurangan sedimentasi untuk memperlancar aliran air.
“Bapak Wakil Presiden sangat prihatin dan menekankan perlunya pengerukan sungai serta pengurangan sedimentasi. Kami telah berdiskusi dengan Bupati Sukabumi dan pemerintah provinsi untuk segera melakukan pengerukan,” ungkap Diana.
Wapres juga mengimbau warga yang terdampak untuk tidak kembali bermukim di daerah sempadan sungai guna menghindari risiko bencana serupa di masa depan.
“Warga di sekitar sempadan sungai sebaiknya tidak kembali ke lokasi tersebut. Sungai perlu diperlebar agar aliran air lebih lancar dan tidak mengancam permukiman warga,” tegasnya.
Perbaikan Infrastruktur dan Relokasi
Dari segi infrastruktur, Wapres memerintahkan percepatan perbaikan Jembatan Cidadap yang rusak. Untuk sementara, akan dipasang Jembatan Bailey agar transportasi warga dan distribusi barang dapat berjalan lancar.
“Jembatan permanen akan dibangun setelah Lebaran. Saat ini, Jembatan Bailey akan dipasang sebagai solusi sementara,” jelas Diana.
Selain itu, upaya relokasi warga yang bermukim di sempadan sungai juga menjadi prioritas. Pemerintah daerah akan menyiapkan lahan relokasi, sementara BNPB akan membangun rumah bagi warga yang rumahnya rusak berat.
“Daerah akan menyediakan lahan, dan BNPB akan membangun rumah untuk warga terdampak. Ini penting untuk mitigasi risiko bencana di masa depan,” tandas Diana.
Plt. Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Ibrahim Tompo, S.I.K., menyatakan bahwa kepolisian siap mendukung upaya pemulihan dan penanganan bencana di Sukabumi.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan BNPB dan pemerintah daerah untuk memastikan proses pemulihan berjalan lancar dan warga mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” ujarnya. (hdl)


as a preferred source on Google




