
Surabaya (beritajatim.id) — Sebanyak 4.226 mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) akan diterjunkan ke 139 kelurahan di 28 kecamatan di Kota Surabaya selama program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Bela Negara dan SDGs 2025, yang akan berlangsung dari 1 hingga 31 Juli 2025.
Dengan mengusung tema “Mahasiswa UPN Kreatif Mbangun Suroboyo”, kegiatan ini bertujuan untuk mengakselerasi pembangunan berkelanjutan berbasis komunitas, memperkuat ekonomi rakyat, dan mengembangkan sektor ekonomi kreatif.
KKN untuk Perkuat UMKM dan Ekosistem Inklusif
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menyatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dapat berdampak signifikan dalam pengembangan potensi lokal, khususnya pada Sentra Wisata Kuliner (SWK).
“Ada 52 SWK di Surabaya. Mahasiswa bisa bantu analisis pedagang, produk, serta potensi inovasi. Kalau ada ide aplikatif, bisa diwujudkan jadi prototype,” jelas Febrina.
Lebih jauh, Febrina mendorong mahasiswa agar tidak hanya berbekal teori, tetapi juga melakukan pendampingan nyata berbasis kebutuhan warga, seperti pelatihan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), pengelolaan keuangan UMKM, serta edukasi tentang literasi digital dan risiko pinjaman online ilegal.
“Mahasiswa juga bisa bantu promosi digital produk UMKM, rebranding, hingga meningkatkan kapasitas SDM pelaku usaha,” imbuhnya.
Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan KKN UPNVJT, Dr. Zainal Abidin Achmad, menegaskan bahwa KKN tahun ini difokuskan pada pencapaian SDGs 8 (pertumbuhan ekonomi inklusif) dan SDGs 11 (kota inklusif dan berkelanjutan).
“Mahasiswa akan memetakan potensi wilayah, bantu UMKM, dan ciptakan solusi kreatif yang bisa diterapkan langsung,” terang Zainal.
Tak hanya sektor ekonomi, mahasiswa KKN juga akan terlibat dalam promosi wisata lokal, revitalisasi kawasan Kota Lama, serta penguatan citra kampung tematik sebagai destinasi wisata berbasis komunitas.
Kolaborasi Kampus dan Pemkot Surabaya
Program KKN ini diawali dengan apel penerjunan di Balai Kota Surabaya pada 1 Juli 2025 dan dijadwalkan dilepas langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menciptakan pembangunan yang partisipatif dan inklusif.
“Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana KKN, tetapi juga sebagai katalisator perubahan di tingkat lokal. Inilah bentuk bela negara dalam konteks pembangunan,” tutur Zainal.
Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif Akar Rumput
Para peserta KKN juga ditugaskan mengidentifikasi dan mengembangkan simpul ekonomi kreatif di berbagai kecamatan. Harapannya, kehadiran mereka mampu memunculkan inovasi produk, memperluas akses pasar, dan mengenalkan potensi lokal secara lebih luas melalui media sosial dan platform digital.
“Kami ingin menjadikan Surabaya sebagai kota kreatif yang tangguh, dengan partisipasi langsung dari generasi muda yang punya gagasan dan semangat pengabdian,” pungkasnya. (ris/ted)

as a preferred source on Google




