Jakarta (beritajatim.id) – Ketua Tim Pemenangan Ridwan Kamil-Suswono dari Partai NasDem, Ahmad Sahroni, menilai bahwa penolakan terhadap Ridwan Kamil (RK) di Jakarta merupakan hal yang wajar.
Menurut Sahroni, dukungan politik di Jakarta sering kali dipengaruhi oleh sikap like and dislike yang sudah menjadi hal umum dalam dunia politik.
“Penolakan itu hal yang biasa di Jakarta. Kami fokus pada upaya memenangkan RK dan Suswono untuk masyarakat luas, bukan hanya kelompok tertentu,” ujar Sahroni saat menghadiri sidang doktor di Universitas Borobudur, Jakarta, Minggu (8/9).
Sahroni juga menyatakan bahwa tidak ada langkah yang bisa diambil untuk memaksakan dukungan. “Kalau ada yang menolak, tidak masalah, yang penting tetap menunjukkan perhatian kepada masyarakat,” tambahnya.
Ahmad Sahroni tidak mempermasalahkan bahwa Ketua Tim Pemenangan calon lain, Pramono Anung-Rano Karno, adalah sosok publik figur yaitu komedian Cak Lontong. Sahroni menekankan, “Saya juga seorang artis, tidak ada yang berbeda.”
Penolakan dan Hasil Survei
Sebelumnya, kegiatan silaturahmi Ridwan Kamil dengan Badan Musyawarah (Bamus) Betawi di Jatinegara, Jakarta Timur, sempat diwarnai kericuhan pada Jumat (6/9/2024). Sejumlah anggota ormas hadir dan menunjukkan penolakan mereka terhadap acara yang dihadiri RK.
Menariknya, sehari kemudian, Political Strategy Group (PSG) merilis survei yang menunjukkan bahwa pendukung Anies Baswedan cenderung tidak akan memilih RK pada Pilkada DKI Jakarta 2024. Hasil survei ini juga menyebutkan bahwa meskipun RK didukung oleh mayoritas pendukung Ahok, mayoritas pendukung Anies tidak akan memilihnya.
Survei dilakukan antara 6-15 Agustus 2024 dengan melibatkan 1.540 responden dan margin of error sebesar 2,7 persen. Hasilnya menunjukkan bahwa sebanyak 39 persen responden mendukung Anies, 22 persen mendukung Ahok, dan hanya 15 persen mendukung Ridwan Kamil.
Menurut Ahsan Ridhoi, kepala peneliti PSG, hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Jakarta lebih mengenang kepemimpinan Anies dan Ahok dengan baik, sementara RK hanya mendapat dukungan terbatas.
“Pemilih loyal RK sangat kecil, hanya sekitar 20 persen dari populasi Jakarta. Namun, ada 58 persen responden yang mungkin akan memilih RK, tergantung lawannya,” jelas Ahsan. Dari 58 persen tersebut, 19 persen menyatakan loyal, sementara 42 persen tidak akan mendukung RK, siapa pun lawannya. (hdl)


as a preferred source on Google




