Surabaya (beritajatim.id) – Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Irjen Pol Dedi Prasetyo, menekankan pentingnya rasa persaudaraan di antara para siswa Bintara Polri, khususnya yang berasal dari Polda Jatim dan Polda Papua.
Pesan ini disampaikan kepada para siswa yang tengah menempuh pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur.
Irjen Pol Dedi mengingatkan bahwa para siswa, meskipun berasal dari berbagai daerah, harus saling menjaga dan mendukung sebagai wujud persaudaraan. “Yang dari Jatim, yang dari Papua ini semua adalah saudara kalian, sahabat-sahabat yang sama-sama berjuang untuk mempertahankan NKRI,” ujarnya.
Di SPN Polda Jatim, 150 siswa dari Polda Papua sempat mengalami tantangan beradaptasi, terutama karena kendala bahasa, mengingat siswa Polda Jatim sering menggunakan Bahasa Jawa. Namun, pola pengasuhan di SPN Polda Jatim membantu mempercepat proses adaptasi.
Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agus Wibowo, menjelaskan bahwa pihaknya menyebar siswa dari Papua ke berbagai peleton agar mereka lebih mudah beradaptasi. “Kami membuat keluarga asuh dan sering mengadakan acara kebersamaan untuk mempererat hubungan,” kata Agus.
Para siswa dari Polda Papua, seperti Sofian Arsad, Adolof Bonsapia, dan Sahrullah, mengaku senang bisa belajar di SPN Polda Jatim. Meski awalnya terkendala bahasa, mereka berhasil beradaptasi dan merasakan kehangatan dari rekan-rekan mereka.
Sahrullah, satu-satunya siswa Muslim dari Polda Papua, merasa diterima dengan baik dan bahagia karena mendapat banyak teman seiman di SPN Polda Jatim.
Sebanyak 900 siswa Bintara, termasuk 150 siswa dari Polda Papua, akan menyelesaikan pendidikan mereka pada Desember 2024. (tin/hdl)


as a preferred source on Google




