Semarang (beritajatim.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberikan penghargaan kepada lima kelurahan terbaik dalam Program Kampung Iklim (Proklim) 2024.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap peran aktif masyarakat dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunungpati, melalui Bank Sampah Alamanda RW I, berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua diraih oleh Proklim Eropa RW III, Kelurahan Bulu Lor, Kecamatan Semarang Utara.
Sementara tiga posisi berikutnya diisi oleh Proklim RW I Kelurahan Siwalan (Kecamatan Gayamsari), KWT Adem Ayem RW IV Ngijo (Kecamatan Gunungpati), dan KWT Srikandi Adiwidya RW I Kedungpane (Kecamatan Mijen).
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menyerahkan langsung penghargaan tersebut dalam acara yang berlangsung di Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunungpati.
Dalam sambutannya, Hevearita yang akrab disapa Mbak Ita, mengajak masyarakat untuk aktif dalam mengelola sampah, bahkan memanfaatkannya sebagai sumber penghasilan melalui Program Kampung Iklim.
Program Kampung Iklim yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ini merupakan program nasional yang mendorong masyarakat untuk terlibat dalam penanganan perubahan iklim.
Kota Semarang sendiri telah mendapat pengakuan di tingkat nasional, salah satunya untuk Proklim Lestari di Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu.
Mbak Ita menekankan pentingnya keberlanjutan program ini dengan mengedepankan praktik ramah lingkungan, seperti pemanfaatan biopori dan pengolahan sampah organik menjadi kompos serta ecoenzym.
“Proklim bukan hanya tentang gaya hidup, tapi bagaimana kita menciptakan wilayah perkotaan yang hijau dan sejahtera,” katanya.
Sementara itu, Plt Kepala DLH Kota Semarang, Dyah Supartiningtyas, menjelaskan bahwa dari 97 kampung Proklim yang ada di Kota Semarang, lima di antaranya telah diseleksi untuk diajukan ke tingkat nasional. Penilaian mencakup berbagai aspek, termasuk mitigasi, adaptasi, dan peran kelembagaan seperti bank sampah dan kelompok KWT.
Dengan penghargaan ini, diharapkan kelurahan lain terdorong untuk menerapkan Proklim, menciptakan lingkungan yang lebih nyaman serta meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim. (ted)







