Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Lifestyle»6 Wisata Budaya Terbaik di Lombok yang Jarang Diketahui, Nomor 3 Bikin Awet Muda!

6 Wisata Budaya Terbaik di Lombok yang Jarang Diketahui, Nomor 3 Bikin Awet Muda!

Isnan SaidIsnan Said Lifestyle 13 Juni 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Narmada Park, salah satu wisata di Nusa Tenggara Barat. [Drann Nunez/Gmap]
Narmada Park, salah satu wisata di Nusa Tenggara Barat. [Drann Nunez/Gmap]

Lombok (beritajatim.id) – Pulau Lombok tidak hanya menyuguhkan pantai eksotis dan pegunungan menawan, tetapi juga menyimpan warisan budaya yang mengagumkan. Di tengah arus modernisasi, berbagai desa adat, pura, dan situs budaya lainnya tetap lestari, menjadi saksi hidup kekayaan nilai spiritual, seni, dan sejarah masyarakat Sasak.

Bagi kamu yang ingin merasakan langsung denyut kehidupan lokal, wisata budaya di Lombok menawarkan pengalaman otentik yang penuh makna. Berikut enam destinasi wisata budaya terbaik yang wajib kamu kunjungi – dengan urutan acak yang justru menambah kejutan!

  • Desa Sukarara

Desa Sukarara dikenal sebagai pusat tenun tradisional Sasak sejak abad ke-18. Di desa ini, menenun bukan hanya aktivitas ekonomi, melainkan simbol kehormatan perempuan sebelum menikah. Motif kain seperti kembang komak dan tapo kemalo memiliki makna mendalam, dibuat dengan teknik turun-temurun. Tak hanya itu, Sukarara juga melestarikan tarian rudat dan upacara adat yang memperkaya wawasan budaya pengunjung.

  • Taman Narmada

Taman Narmada merupakan peninggalan kerajaan yang dibangun Raja Karang Asem tahun 1727. Taman ini mereplika Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak sebagai tempat spiritual dan rekreasi. Di dalamnya terdapat pura, kolam, serta mata air suci yang dipercaya dapat membuat awet muda. Arsitekturnya yang indah menjadikan Taman Narmada sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara.

  • Desa Bayan
Baca Juga:  Gen Z di Dunia Kerja: Masalahnya Bukan pada Mereka, tapi Sistemnya

Desa Bayan adalah tempat lahirnya budaya Sasak dan pusat ajaran Islam Wetu Telu. Masjid Bayan Beleq yang terletak di desa ini merupakan masjid tertua di Lombok. Warga desa tetap menjalankan tradisi leluhur secara konsisten, termasuk dalam busana, rumah adat, dan upacara. Lingkungan pegunungan yang sejuk serta letaknya yang dekat dengan air terjun Sendang Gile menjadikan Bayan sebagai tempat yang ideal bagi pecinta alam dan budaya.

  • Desa Banyumulek

Desa Banyumulek terkenal sebagai sentra gerabah terbesar di Lombok, dengan sekitar 80 persen warganya berprofesi sebagai pengrajin. Produk seperti kendi, vas, dan lampu dibuat dengan teknik turun-temurun dan dibakar secara tradisional. Pengunjung tidak hanya bisa membeli gerabah, tetapi juga ikut mencoba membuatnya. Banyumulek juga memiliki taman bunga dan masjid kembar yang unik, menjadikannya destinasi wisata edukatif yang cocok untuk semua kalangan.

  • Pura Lingsar

Pura Lingsar menjadi simbol toleransi antara umat Hindu dan Islam Wetu Telu. Dibangun pada tahun 1759, pura ini memiliki dua area ibadah berbeda dan menjadi lokasi pelaksanaan tradisi Perang Topat setiap tahunnya. Nama “Lingsar” sendiri berarti wahyu yang jelas, mencerminkan nilai spiritual yang tinggi. Lokasinya yang hanya 30 menit dari Mataram membuat pura ini mudah dijangkau dan sangat direkomendasikan untuk dikunjungi.

  • Desa Adat Sade

Desa Adat Sade menjadi ikon kuatnya tradisi suku Sasak selama lebih dari 600 tahun. Rumah-rumah di desa ini masih menggunakan bahan alami seperti ijuk dan bambu. Perempuan desa dituntut mahir menenun sebelum menikah, sebuah tradisi yang bertahan hingga kini. Pengunjung dapat menyaksikan langsung proses pembuatan kain songket serta mempelajari adat pernikahan unik yang masih dijalankan. Lokasinya yang strategis dekat bandara membuat desa ini mudah diakses.

Baca Juga:  Dari Kentongan ke Sound Horeg: Transformasi Tradisi Sahur di Jawa Timur

Dengan menjelajahi destinasi budaya ini, kamu tidak hanya menikmati keindahan, tapi juga menghargai kearifan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Lombok, dalam diamnya, mengajarkan tentang keharmonisan hidup antara alam, manusia, dan tradisi. [ian]

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
adat Sasak desa Sade Lombok pura Lingsar sejarah Lombok wisata budaya wisata edukasi
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026 Lifestyle

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026 Lifestyle
Ilustrasi penderita flu (foto : xframe)

Kemarau Basah Juli 2026: Kasus Flu dan Batuk Meningkat, Ini Penyebab serta Cara Mencegahnya

7 Juli 2026 Lifestyle

Gen Z Ramai Pilih Intimate Wedding, Lebih Personal dan Jadi Investasi untuk Kehidupan Setelah Menikah

7 Juli 2026 Lifestyle

5 Cara Mengatasi Sulit Tidur Setelah Terbangun Tengah Malam, Jangan Langsung Lihat Jam!

3 Juli 2026 Lifestyle

9 Manfaat Mewarnai bagi Anak yang Jarang Disadari, Tak Sekadar Asah Kreativitas tetapi Dukung Tumbuh Kembang

2 Juli 2026 Lifestyle
Leave A Reply Cancel Reply

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.