Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Internasional»Kesepakatan Dagang AS-UE Dinilai Tidak Seimbang, Prancis dan Hungaria Lontarkan Kritik Tajam

Kesepakatan Dagang AS-UE Dinilai Tidak Seimbang, Prancis dan Hungaria Lontarkan Kritik Tajam

Hendra BrataHendra Brata Internasional 29 Juli 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Perdana Menteri Prancis, Francois Bayrou
Perdana Menteri Prancis, Francois Bayrou

Washington DC (beritajatim.id) – Kesepakatan dagang baru antara Amerika Serikat dan Uni Eropa yang diumumkan pada Minggu (27/7) waktu setempat menuai respons negatif dari sejumlah pemimpin Eropa. Perdana Menteri Prancis, Francois Bayrou, menyebut kesepakatan tersebut sebagai “hari yang muram bagi Eropa”, sementara Menteri Urusan Eropa Prancis, Benjamin Haddad, menilainya sebagai kesepakatan yang “tidak seimbang.”

Kesepakatan ini diumumkan usai pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen yang berlangsung di Skotlandia. Trump menyebut kesepakatan tersebut sebagai “yang terbesar dalam sejarah,” sementara Von der Leyen menggambarkannya sebagai “hasil dari negosiasi yang sulit.”

Namun, tak semua pemimpin Eropa sependapat. Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban bahkan melontarkan kritik keras. Dalam siaran langsung di Facebook, Orban mengatakan, “Donald Trump bukan membuat kesepakatan dengan Ursula von der Leyen, melainkan memakannya untuk sarapan.” Ia juga menyebut perjanjian itu lebih buruk dibandingkan kesepakatan dagang AS-Inggris, yang mengenakan tarif 10 persen untuk sebagian besar ekspor Inggris ke AS.

Tarif Baru dan Implikasi Ekonomi

Dalam kesepakatan ini, AS akan memberlakukan tarif 15 persen atas seluruh barang impor dari Uni Eropa. Sektor otomotif, semikonduktor, dan farmasi—yang merupakan tulang punggung ekspor beberapa negara Eropa seperti Jerman dan Irlandia—menjadi sektor yang paling terdampak.

Trump juga mengumumkan bahwa Uni Eropa sepakat membeli energi dari AS senilai $750 miliar serta berkomitmen untuk investasi tambahan sebesar $600 miliar. Ini dilakukan untuk menghindari rencana tarif 30 persen atas ekspor Eropa yang sebelumnya dijadwalkan mulai berlaku 1 Agustus.

Baca Juga:  Xi Jinping dan Donald Trump Sepakati Visi Baru Hubungan China-AS dalam Pertemuan Bersejarah di Beijing

Presiden Asosiasi Industri Otomotif Jerman (VDA), Hildegard Mueller, menyebut kebijakan tarif baru ini akan membebani perusahaan otomotif Jerman hingga miliaran dolar per tahun. “Yang penting sekarang adalah bagaimana detail implementasinya dan seberapa dapat diandalkan kesepakatan ini,” ujarnya.

Namun, Kanselir Jerman Friedrich Merz justru menyambut baik perjanjian tersebut karena dianggap berhasil mencegah eskalasi lebih lanjut dalam hubungan dagang transatlantik.

Kritik Prancis: “Eropa Harus Bangun”

Meski mengapresiasi beberapa pengecualian untuk sektor strategis Prancis seperti regulasi digital dan kesehatan, Benjamin Haddad mengingatkan bahwa pendekatan ekonomi AS kali ini mencerminkan “pemaksaan ekonomi dan pengabaian terhadap aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).”

“Eropa harus segera menyimpulkan pelajaran dari ini semua. Jika tidak, kita bisa tertinggal jauh dan mengalami kemunduran,” ujar Haddad.

Sebagai catatan, ekspor baja Eropa ke AS saat ini masih dikenakan tarif hingga 50 persen. Meski begitu, Von der Leyen menyebut telah ada kompromi terkait sektor logam tersebut.

Tahapan Selanjutnya: Persetujuan dan Pembahasan Teknis

Kesepakatan ini belum sepenuhnya final. Para duta besar negara anggota UE dijadwalkan bertemu hari Senin (28/7) untuk mendengar laporan langsung dari Komisi Eropa. Masih banyak aspek teknis yang harus dibahas, termasuk kebijakan tarif terhadap alkohol—isu sensitif bagi negara-negara seperti Prancis dan Belanda yang memiliki industri wine dan bir besar.

Von der Leyen menggambarkan perjanjian ini sebagai “kerangka kerja” awal. “Beberapa hal seperti minuman beralkohol masih perlu dibahas dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya.

Baca Juga:  Zohran Mamdani Terpilih Jadi Wali Kota Muslim Pertama New York, Trump Bakal Panik?

Meski negosiasi dengan Presiden AS berlangsung di tengah padang golf yang berangin dan basah di Skotlandia, tantangan sesungguhnya kini datang dari dalam rumah sendiri—bagaimana menyatukan 27 negara anggota dengan kepentingan ekonomi yang berbeda-beda. (hen/ted)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Donald Trump Perdana Menteri Prancis Washington DC
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026 Internasional
Korban tewas gempa Venezuela mencapai 4.118 jiwa. Ribuan bangunan rusak berat akibat fenomena pancake collapse, pencarian korban masih berlangsung.

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.118 Jiwa, Ribuan Bangunan Rusak Berat akibat Pancake Collapse

12 Juli 2026 Internasional
Esmaeil Baghaei

Iran Bantah Minta Negosiasi Baru dengan AS, Trump: Gencatan Senjata telah Berakhir

11 Juli 2026 Internasional
Selat Hormuz

Konflik AS-Iran Memanas, Serangan Balasan Guncang Selat Hormuz dan Ancam Stabilitas Pasokan Energi Global

10 Juli 2026 Internasional
Presiden China Xi Jinping

Xi Jinping Tegaskan Kemandirian Teknologi Jadi Kunci Modernisasi China, Fokus pada Talenta dan Inovasi

9 Juli 2026 Internasional
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Sebut Kesepahaman AS-Iran Berakhir, Washington Cabut Izin Penjualan Minyak dan Perketat Tekanan

8 Juli 2026 Internasional
Leave A Reply Cancel Reply

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.