Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
[gtranslate]
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Lifestyle»Mengapa Kita Merasa Waktu Berlalu Lebih Cepat Saat Bahagia?

Mengapa Kita Merasa Waktu Berlalu Lebih Cepat Saat Bahagia?

Nazala Habibah FathyadinNazala Habibah Fathyadin Lifestyle 6 Agustus 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi waktu (AI)
Ilustrasi waktu (AI)

Surabaya (beritajatim.id)- Pernahkah kamu merasa bahwa waktu seperti berlari cepat ketika sedang melakukan hal yang menyenangkan? Misalnya ketika sedang liburan, menonton film favorit, berbicara dengan teman dekat, atau mencintai seseorang, rasanya seperti waktu terus berjalan tanpa henti. Tiba-tiba saja sudah malam hari, sudah akhir pekan, atau bahkan sudah masuk bulan depan. Padahal, rasanya baru saja mulai.

Sebaliknya, ketika sedang merasa bosan, gelisah, atau terjebak dalam rutinitas yang membosankan, satu jam bisa terasa seperti satu hari penuh. Bahkan lima menit saja bisa terasa seperti lama sekali.

Fenomena ini mengajak kita bertanya: mengapa waktu terasa lebih cepat ketika kita bahagia?
Apakah waktu benar-benar berubah? Atau mungkin hanya persepsi kita yang berbeda?

Jawabannya adalah: bagaimana kita merasakan waktu sangat tergantung pada emosi, perhatian, dan aktivitas yang kita lakukan.

Berikut penjelasannya:

1.Saat Bahagia, Kita Lebih Fokus pada Aktivitas, Bukan pada Waktu

Ketika kita sedang bahagia, kita cenderung terlibat dalam aktivitas yang sedang kita nikmati.
Pikiran kita fokus pada bagian tersebut, dan tidak terganggu untuk melihat jam atau menghitung waktu. Kita lupa bahwa waktu sedang berjalan.

Psikolog menyebut kondisi ini sebagai “flow state”, sebuah kondisi di mana seseorang sepenuhnya terlibat dalam hal yang sedang dilakukannya.
Ketika dalam keadaan ini, otak tidak terlalu memikirkan waktu. Maka tidak heran, setelah selesai, kita merasa waktu terlewat begitu cepat.

Baca Juga:  Isi Waktu Luang dengan 5 Aktivitas Produktif yang Bikin Hidup Lebih Bermakna

2. Hormon Bahagia Mempengaruhi Cara Kita Melihat Waktu

Ketika kita bahagia, otak melepaskan hormon seperti dopamin dan serotonin, yang membuat kita merasa lebih tenang, lebih ringan, dan lebih bersemangat.
Hormon ini tidak hanya mempengaruhi suasana hati, tetapi juga cara kita mengalami waktu.

Ketika otak dalam kondisi bahagia, kita cenderung mengabaikan detail yang biasanya membuat waktu terasa lama, seperti suara jam, suara kendaraan, atau jeda menunggu.
Akibatnya, waktu terasa berjalan lebih cepat.

3. Aktivitas Menyenangkan Menipu Persepsi Waktu

Kita sering kali mengukur waktu berdasarkan seberapa banyak hal yang terjadi, atau seberapa berarti momen tersebut.
Aktivitas yang menyenangkan dan penuh kejadian biasanya membuat waktu terasa cepat, karena kita sibuk menikmati pengalaman tersebut.

Contoh sederhananya: ketika menunggu antrian selama 15 menit tanpa melakukan apapun, waktu terasa sangat lama.
Namun, saat menonton film selama dua jam, kita bisa merasa waktu terlewat dengan cepat. Perbedaannya tidak pada waktu itu sendiri, tetapi pada isi pengalaman di dalamnya.

4. Kenangan Bahagia Tersimpan Secara Padat

Menariknya, ketika kita mengenang momen bahagia di masa lalu, kita pun merasa waktu itu singkat. Ini karena otak kita menyimpan momen menyenangkan dalam bentuk ringkasan atau highlights, bukan keseluruhan durasi.

Otak lebih suka menyimpan hal-hal yang emosional, menarik, atau penuh makna bukan detail waktu seperti berapa lama kita duduk, menunggu, atau diam. Maka kenangan bahagia pun terasa cepat berlalu saat dikenang kembali.

Waktu secara fisik memang konstan 60 detik dalam semenit, 60 menit dalam sejam. Namun, cara kita merasakan waktu sangat dipengaruhi oleh emosi, perhatian, dan keterlibatan kita dalam momen tersebut. Ketika kita bahagia, kita lebih hidup di saat ini. Kita tidak menghitung detik, kita menikmati setiap detiknya. Itulah sebabnya waktu terasa cepat.

Jadi jika waktu terasa terbang, mungkin itu pertanda kamu sedang benar-benar menikmati hidup. [aje]

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
bahagia berlalu cepat waktu
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Kia Seltos Raih Penghargaan SUV of the Year 2026 di India

30 Mei 2026 Lifestyle

Terinspirasi Nebula Orion, Desainer Surabaya Ciptakan Busana Ready To Wear Bergaya Sporty

27 Mei 2026 Lifestyle

8 Cara Self-Care Sederhana untuk Jaga Kesehatan Mental di Tengah Rutinitas Padat

7 Mei 2026 Lifestyle

7 Hal yang Wajib Disiapkan Sebelum Punya Anak, Jangan Hanya Siap Menikah

6 Mei 2026 Lifestyle

Gracella Celena Edriana Perankan Indah dalam Film “Call 911” Bersama Lady Nayoan Kjaernett

27 April 2026 Lifestyle

Shaqila Zahfa Dafiana Hidupkan Sosok Karin dalam “Call 911” Bersama Lady Nayoan Kjaernett

27 April 2026 Lifestyle
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru
Gakkum Kehutanan dan Dishut Lampung menangkap dua pelaku illegal logging di Hutan Lindung Batu Serampok. Satu pelaku merupakan residivis.

Illegal Logging di Hutan Lindung Lampung Terbongkar, Dua Pelaku Ditangkap Saat Angkut 62 Potong Kayu Hasil Tebangan

2 Juni 2026
Wamen ESDM Yuliot melantik 745 PNS baru dan menegaskan peran strategis talenta muda dalam mewujudkan swasembada energi nasional.

Wamen ESDM Lantik 745 PNS Baru, Siapkan Talenta Muda Penggerak Swasembada dan Kemandirian Energi Nasional

2 Juni 2026

Imigrasi Siapkan Corridor Gate, Jemaah Haji Surabaya dan Jakarta Bisa Langsung Pulang Tanpa Antre Pemeriksaan

2 Juni 2026
Hari Lahir Pancasila 2026,Wakapolda Jatim,Brigjen Pasma Royce,BPIP,Pancasila Pemersatu Bangsa,Polda Jatim,ideologi Pancasila,perdamaian dunia,generasi muda

Hari Lahir Pancasila 2026, Wakapolda Jatim: Pancasila Tetap Jadi Penuntun Bangsa Hadapi Tantangan Global

2 Juni 2026
Julian Alvarez (sumber foto: instagram @juliaanalvarez)

Barcelona Klaim Sudah Ajukan Tawaran Rp1,7 Triliun untuk Julian Alvarez, Atletico Madrid Tetap Bersikeras Tak Ada Negosiasi

1 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.