Surabaya (beritajatim.id) – Ketertiban umum dan kepedulian lingkungan sering menjadi tantangan di tengah hiruk pikuk kota besar. Namun, dua tokoh muda Surabaya, Yosafat Perdamean Tinambunan dan Niken Wulan Ramadhani, membuktikan bahwa generasi muda mampu berada di garda terdepan untuk menjaga disiplin sekaligus peduli lingkungan.
Yosafat yang dipercaya sebagai Duta Trantibum (Ketenteraman dan Ketertiban Umum), berkolaborasi dengan Niken sebagai Duta Lingkungan Hidup Kota Surabaya. Kehadiran mereka menghadirkan energi baru untuk menjadikan Surabaya lebih tertib, disiplin, dan ramah lingkungan.
Keduanya aktif dalam organisasi sejak duduk di bangku SMP. Yosafat dan Niken sama-sama menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS di SMPN 24 Surabaya. Pengalaman itu membentuk kepercayaan diri, kemampuan menyuarakan gagasan, hingga keterampilan menggerakkan teman sebaya untuk aksi nyata.
Menurut Yosafat, pendekatan persuasif lebih efektif dalam menumbuhkan kedisiplinan di kalangan remaja. “Untuk menertibkan teman sebaya, langkah yang paling tepat adalah mengajak mereka, seolah-olah bermain,” jelasnya.
Sementara Niken menekankan bahwa ketertiban kota berkaitan erat dengan isu lingkungan. “Kalau kita tertib buang sampah, hemat energi, dan peduli sekitar, dampaknya besar banget untuk Surabaya bahkan Indonesia,” ujarnya.
Melalui peran mereka, Yosafat dan Niken ingin membuktikan bahwa disiplin dan peduli lingkungan bukanlah hal kuno. Sebaliknya, nilai tersebut justru membuat anak muda terlihat keren dan berpengaruh.
Keduanya aktif mengikuti berbagai kegiatan sosial, kampanye ramah lingkungan, hingga edukasi ketertiban umum di media sosial. Dengan cara itu, pesan mereka bisa menjangkau lebih banyak generasi muda di Surabaya.
Langkah yang ditempuh Yosafat dan Niken sejalan dengan semangat Surabaya sebagai kota yang terus berbenah. Mereka percaya bahwa perubahan besar selalu berawal dari konsistensi langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama.
“Gelar duta bukan hanya prestasi, tapi amanah. Kami ingin memberi dampak nyata dan mengajak lebih banyak anak muda Surabaya untuk ikut terlibat menjaga ketertiban umum dan lingkungan,” ungkap keduanya. (aga/ted)


as a preferred source on Google



