Jakarta (beritajatim.id) – Gelombang protes internasional terhadap Israel semakin meningkat menyusul invasi ke Jalur Gaza yang menewaskan ribuan warga sipil. Namun, hingga kini federasi sepak bola dunia FIFA maupun badan sepak bola Eropa UEFA belum mengambil langkah sanksi terhadap Israel, berbeda dengan yang terjadi pada Rusia saat menginvasi Ukraina.
Beberapa federasi sepak bola sempat mengajukan petisi kepada UEFA untuk melarang Israel tampil di kompetisi Eropa. Jika benar terjadi, dampaknya langsung terasa bagi Maccabi Tel-Aviv yang tengah berlaga di Liga Europa, serta tim nasional Israel yang tergabung di grup Nations League bersama Belgia,
Prancis, dan Italia. Meski demikian, laporan media Spanyol Marca menyebutkan UEFA belum menggelar rapat darurat untuk membahas hal ini.
Sementara itu, FIFA juga belum menyinggung wacana larangan terhadap Israel dalam agenda pertemuan berikutnya. Dukungan politik Amerika Serikat terhadap Israel diyakini turut memengaruhi sikap FIFA.
Hubungan dekat Presiden FIFA Gianni Infantino dengan mantan Presiden AS Donald Trump, terutama menjelang Piala Dunia 2026 yang digelar di AS, Kanada, dan Meksiko, disebut menjadi faktor penghambat lahirnya sanksi.
Hingga kini, Israel masih bebas berlaga di kompetisi sepak bola internasional, meskipun desakan dari sejumlah pihak terus menguat. Situasi ini menimbulkan perdebatan global tentang konsistensi badan olahraga dunia dalam menyikapi konflik geopolitik. (ris)


as a preferred source on Google



