Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Pendidikan»Sandiaga Uno: Indonesia Butuh Wirausahawan Inovatif, Adaptif, dan Kolaboratif

Sandiaga Uno: Indonesia Butuh Wirausahawan Inovatif, Adaptif, dan Kolaboratif

Hendra BrataHendra Brata Pendidikan 17 Oktober 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Sandiaga Uno saat berbicara di forum Meet The Leaders Universitas Paramadina.
Sandiaga Uno saat berbicara di forum Meet The Leaders Universitas Paramadina.

Jakarta (beritajatim.id) – Indonesia membutuhkan lebih banyak wirausahawan dengan pola pikir inovatif, adaptif, dan kolaboratif. Hal ini disampaikan oleh Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (2020–2024) dalam forum Meet The Leaders yang diselenggarakan oleh Universitas Paramadina di Auditorium Benny Subianto, Trinity Tower, Kampus Kuningan, Jakarta.

Acara tersebut dibuka oleh Hendro Martowardojo, Ketua Umum Yayasan Wakaf Paramadina, dan dipandu oleh Wijayanto Samirin sebagai moderator.

Dalam pemaparannya, Sandiaga menyatakan bahwa rasio wirausaha Indonesia saat ini baru menyentuh angka 3,5 persen, angka yang masih tertinggal dibanding negara-negara maju. “Sebagian besar dari 65 juta pelaku UMKM menjadi wirausahawan bukan karena pilihan, tetapi karena keterpaksaan,” tegasnya.

Wirausaha Bukan Pilihan Terakhir

Menurut Sandiaga, kewirausahaan harus menjadi pilihan karir utama, bukan sekadar alternatif ketika tidak ada pekerjaan lain. “Wirausahawan adalah pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Kita perlu membentuk mindset kewirausahaan di semua lini: swasta, publik, akademisi, hingga komunitas,” ujarnya.

Sandiaga yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum Yayasan Wakaf Paramadina menekankan bahwa wirausahawan masa kini wajib memiliki tiga pola pikir utama:

  • Inovasi: Melihat peluang di tengah keterbatasan.
  • Adaptasi: Mampu bertransformasi dan menyesuaikan diri dengan perubahan.
  • Kolaborasi: Membangun jaringan untuk memperluas dampak usaha.

“Inovasi itu seperti melihat gelas setengah penuh. Adaptasi berarti siap mengambil risiko, dan kolaborasi adalah kunci keberhasilan jangka panjang,” jelasnya.

Baca Juga:  Mahasiswa FTMM UNAIR Raih Kesempatan Magang Internasional di NYCU Taiwan

Bonus Demografi = Bonus Inovasi

Sandiaga menegaskan bahwa bonus demografi Indonesia hanya akan menjadi keuntungan jika dibarengi dengan bonus inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Ia juga menyampaikan empat kunci ketahanan dalam menghadapi perubahan global:

  • Sense (kepekaan): Paham konteks sosial dan tren.
  • Agility (ketangkasan): Cepat bergerak menyesuaikan perubahan.
  • Strive (gigih): Pantang menyerah dalam berjuang.
  • Bisnis tangguh: Fleksibel namun kuat dalam krisis.

“Sikap seperti ‘flexing’ atau pamer harta sudah tidak relevan. Yang dibutuhkan saat ini adalah kepekaan sosial dan ketangkasan dalam bertindak,” katanya.

Pemanfaatan AI dan Produk Lokal

Sandiaga juga menyoroti pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung produktivitas usaha. Ia mengaku pernah menggunakan AI untuk membuat materi promosi digital yang berhasil meningkatkan penjualan secara signifikan. “Dengan AI, produktivitas bisa naik hingga 40 persen jika digunakan secara bijak,” ungkapnya.

Selain itu, ia mengapresiasi kemajuan produk lokal Indonesia, seperti sepatu buatan dalam negeri yang tampil di Paris Fashion Week. “Kita butuh semangat patriotisme seperti di Korea. Tidak cukup hanya membeli produk lokal, tapi juga memakai, memberi masukan, dan membanggakannya,” ujar Sandiaga.

Wujudkan Indonesia Emas 2045

Sebagai penutup, Sandiaga mengingatkan pentingnya pengelolaan bonus demografi agar tidak menjadi bencana demografis. “Waktu kita terbatas. Jika tidak ditangani dengan baik, kita akan kehilangan momentum emas menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Baca Juga:  Prospek Kebijakan Ekonomi Prabowo: Industrialisasi Kunci Pertumbuhan 8 Persen

Ia menegaskan bahwa penguatan kewirausahaan di kalangan generasi muda adalah strategi utama dalam menghadapi tantangan global. “Dengan pola pikir inovatif, adaptif, kolaboratif, serta semangat pantang menyerah, Indonesia bisa menjadi kekuatan ekonomi dunia,” pungkasnya. (hen)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Sandiaga Uno Universitas Paramadina
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Dispendik Surabaya memastikan MPLS SD-SMP berlangsung ramah anak, bebas perpeloncoan, serta dipantau langsung melalui sistem Kementerian.

MPLS Surabaya 2026 Berakhir Kondusif, Dispendik Pastikan Seluruh Kegiatan Ramah Anak Tanpa Keluhan

18 Juli 2026 Pendidikan
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026 Pendidikan

Setjen DPD RI Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 233 Orang dengan Uang Saku hingga Rp6 Juta

16 Juli 2026 Pendidikan
Dispendik Surabaya memastikan MPLS SD-SMP berlangsung ramah anak, bebas perpeloncoan, serta dipantau langsung melalui sistem Kementerian.

Dispendik Surabaya Pastikan MPLS SD-SMP Ramah Anak, Bebas Perpeloncoan dan Dipantau Sistem Kementerian

13 Juli 2026 Pendidikan
MPLS Surabaya 2026 dimulai 13 Juli dengan materi literasi digital, antinarkoba, pendidikan karakter, dan cek kesehatan gratis bagi siswa baru.

MPLS Surabaya 2026 Dimulai 13 Juli, Siswa Baru Dibekali Literasi Digital, Antinarkoba, dan Cek Kesehatan Gratis

11 Juli 2026 Pendidikan
Kemendikdasmen mengukuhkan 76 Duta Bintang Sobat SMP 2026 untuk memperkuat budaya sekolah aman, inklusif, dan ramah anak di seluruh Indonesia.

Kemendikdasmen Kukuhkan 76 Duta Bintang Sobat SMP 2026, Perkuat Budaya Sekolah Aman hingga Ruang Digital

11 Juli 2026 Pendidikan
Leave A Reply Cancel Reply

Dispendik Surabaya memastikan MPLS SD-SMP berlangsung ramah anak, bebas perpeloncoan, serta dipantau langsung melalui sistem Kementerian.

MPLS Surabaya 2026 Berakhir Kondusif, Dispendik Pastikan Seluruh Kegiatan Ramah Anak Tanpa Keluhan

18 Juli 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.