Jakarta (beritajatim.id) – Pemerintah terus menegaskan komitmen dalam membangun Sumber Daya Manusia Indonesia yang sehat, produktif, dan tangguh melalui peningkatan akses serta pemahaman masyarakat terhadap layanan kesehatan. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada pemerataan fasilitas, tetapi juga pada edukasi yang mendorong kemandirian individu dalam menjaga kesehatan, sehingga kualitas dan produktivitas nasional dapat meningkat secara berkelanjutan.
Selaras dengan tujuan tersebut, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, bekerja sama dengan MRCCC Siloam Hospital Semanggi, menyelenggarakan kegiatan edukasi dan skrining USG kanker payudara pada Rabu (10/12). Program bertema “SELANGKAH Lebih Peduli: Deteksi Dini, Investasi Diri, Wujudkan Kementerian Sehat dan Tangguh” ini digelar dalam rangka HUT ke-26 DWP Kemenko Perekonomian dan Peringatan Hari Ibu, serta diikuti para pegawai perempuan di lingkungan kementerian tersebut.
Kepala Biro Umum dan SDM Kemenko Perekonomian, Hari Nugroho, menekankan pentingnya upaya kesehatan yang dilakukan secara sadar dan berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa institusi yang memperhatikan kesehatan pegawainya akan memiliki aparatur yang lebih tangguh sehingga mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas. Peningkatan kesadaran kesehatan di lingkungan kerja dipandang sebagai fondasi penting dalam mewujudkan kementerian yang sehat dan berdaya.
Sesi edukasi menghadirkan dr. Nanda Putri Chintia, Resident Medical Officer–Breast Cancer Care Alliance MRCCC Siloam Hospital Semanggi. Dalam pemaparannya, dr. Nanda membahas berbagai aspek mengenai kanker payudara, termasuk faktor risiko, tanda yang perlu diwaspadai, pola hidup sehat yang dianjurkan, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Setelah sesi edukasi, para peserta mengikuti skrining USG yang disediakan sebagai langkah deteksi dini.
Ketua DWP Kemenko Perekonomian, Anna Susiwijono, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memperkuat kepedulian dan pendampingan kesehatan bagi pegawai perempuan. Ia menilai bahwa peningkatan kesadaran masyarakat, pelaksanaan skrining, serta dukungan lintas sektor menjadi langkah strategis dalam menekan angka kematian akibat kanker payudara dan mendorong kualitas hidup perempuan Indonesia. Menurutnya, kesehatan perempuan turut berpengaruh pada peningkatan produktivitas pegawai di kementerian.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, DWP Kemenko Perekonomian berharap dapat memperkuat pemahaman kolektif tentang pentingnya deteksi dini kanker payudara. Inisiatif ini juga menegaskan perhatian organisasi terhadap kesehatan perempuan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat sekaligus mendukung keluarga Indonesia yang lebih kuat. (ris)


as a preferred source on Google




