Shanghai (beritajatim.id) – Shanghai Electric mencatat lonjakan signifikan dalam pemeringkatan global proyek desalinasi air laut. Perusahaan ini menempati posisi kelima dunia untuk kapasitas proyek desalinasi air laut yang dibangun pada periode 2024–2025, naik empat peringkat dibandingkan capaian sebelumnya. Data tersebut dirilis oleh International Desalination and Reuse Association (IDRA) bersama Global Water Intelligence (GWI).
Dalam pemeringkatan kumulatif kapasitas proyek selama 10 tahun terakhir, yakni periode 2016–2025, Shanghai Electric juga menunjukkan kinerja positif dengan menduduki peringkat kedelapan dunia, naik tiga tingkat dari posisi sebelumnya. IDRA dikenal sebagai organisasi nirlaba global yang telah menghubungkan komunitas desalinasi dan daur ulang air sejak 1973, sementara GWI merupakan penyedia intelijen pasar terkemuka di sektor air global selama lebih dari dua dekade.
Pihak Shanghai Electric menyampaikan bahwa peningkatan peringkat tersebut mencerminkan pengakuan internasional terhadap kapabilitas teknologi dan kemampuan eksekusi proyek desalinasi yang dimiliki perusahaan. Capaian ini disebut sebagai hasil dari pengembangan berkelanjutan selama lebih dari satu dekade, khususnya dalam penguasaan teknologi desalinasi berbasis termal dan membran. Ke depan, Shanghai Electric berkomitmen menghadirkan solusi desalinasi yang ramah lingkungan, berkinerja tinggi, dan efisien secara biaya untuk menjawab tantangan kelangkaan air global.
Shanghai Electric saat ini tercatat sebagai salah satu dari sedikit perusahaan global yang menguasai dua teknologi inti desalinasi utama, yaitu multi-effect distillation (MED) berbasis termal dan reverse osmosis (RO) berbasis membran. Penguasaan ganda ini memungkinkan perusahaan menyediakan solusi desalinasi terpadu yang tidak hanya berfokus pada pasokan air bersih, tetapi juga mendukung beragam kebutuhan industri.
Melalui inovasi integrasi pemulihan panas buangan dan pemanfaatan sumber daya, Shanghai Electric mampu menghadirkan sistem desalinasi yang hemat energi, berkapasitas tinggi, serta berkelanjutan. Solusi yang disesuaikan tersebut menjamin pasokan air tawar berkualitas tinggi bagi industri pesisir strategis seperti pembangkit listrik, baja, dan manufaktur kimia.
Reputasi global Shanghai Electric juga diperkuat oleh rekam jejak keberhasilan dalam menggarap proyek-proyek berskala besar di dalam dan luar negeri. Salah satu proyek unggulan adalah proyek petrokimia Hengyi PMB di Brunei dengan kapasitas 3×12.500 ton per hari, yang mengadopsi teknologi gabungan multi-effect distillation suhu rendah dan evaporasi flash air panas, serta didukung hak kekayaan intelektual independen.
Di dalam negeri Tiongkok, Shanghai Electric mengerjakan Proyek Desalinasi Panas Buangan milik Zhejiang Petroleum & Chemical Co., Ltd. yang menjadi proyek EPC desalinasi termal terbesar yang pernah ditangani perusahaan, dengan kapasitas gabungan 305.000 ton per hari. Proyek ini memanfaatkan teknologi forward multi-effect distillation yang ditenagai panas buangan industri.
Sementara itu, Proyek Desalinasi Hibrida Termal-Membran Yulong Petrochemical di Yantai memiliki kapasitas 160.000 ton per hari dan mengintegrasikan teknologi F-MED dan RO. Dengan pendekatan pemanfaatan panas buangan suhu rendah secara bertingkat, proyek ini dinilai mampu menghasilkan air bersih secara hijau, rendah karbon, dan efisien sumber daya, serta tercatat sebagai proyek desalinasi air laut hibrida termal-membran terbesar di dunia.
Ke depan, Shanghai Electric menyatakan akan terus memanfaatkan portofolio teknologi yang komprehensif serta pengalaman globalnya untuk menyediakan solusi air berkelanjutan yang lebih hijau, ekonomis, dan andal. Perusahaan menegaskan komitmennya dalam berkontribusi mengatasi tantangan krisis air dunia melalui inovasi dan solusi berbasis keahlian industri. (ian)


as a preferred source on Google



