Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Internasional»Sekjen PBB António Guterres: Laporan Adaptation Gap 2025 Jadi Peringatan Merah Krisis Iklim Global

Sekjen PBB António Guterres: Laporan Adaptation Gap 2025 Jadi Peringatan Merah Krisis Iklim Global

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono Internasional 30 Oktober 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
António Guterres
António Guterres

New York (beritajatim.id) — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres menyebut Laporan Adaptation Gap 2025 sebagai “red alert” atau peringatan merah bagi dunia terkait laju perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan.

Dalam pernyataan resminya yang dirilis pada Kamis (30/10), Guterres menegaskan bahwa dampak perubahan iklim kini meningkat pesat, sementara pembiayaan adaptasi untuk negara-negara berkembang tidak sebanding dengan kebutuhan nyata di lapangan.

“Dampak iklim semakin cepat. Namun pendanaan adaptasi belum mampu mengikuti laju perubahan ini, membuat masyarakat rentan menghadapi banjir, badai mematikan, dan panas ekstrem,” ujar Guterres.

Kebutuhan Adaptasi 12 Kali Lipat Lebih Besar dari Dana yang Diterima

Dalam laporan yang diterbitkan oleh UN Environment Programme (UNEP), disebutkan bahwa kebutuhan pendanaan adaptasi negara berkembang saat ini lebih dari 12 kali lipat dibandingkan jumlah dana yang mereka terima.

Guterres menilai kondisi ini bukan sekadar kesenjangan pendanaan, tetapi kegagalan solidaritas global.

“Kesenjangan ini diukur dalam rumah yang terendam, panen yang gagal, pembangunan yang terhenti, dan nyawa yang hilang,” tegasnya.

Seruan untuk Aksi Nyata di COP30 Brasil

Guterres menegaskan bahwa Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30) yang akan digelar di Brasil pada 2025 harus menjadi titik balik. Ia menyerukan agar konferensi tersebut menghasilkan rencana aksi global yang konkret untuk memastikan negara berkembang memiliki sumber daya dan kapasitas melindungi rakyat mereka dari dampak iklim.

Baca Juga:  Trump Ancam Tarif 100 Persen untuk Film Impor, Industri Hollywood Resah

Ia juga meminta negara maju memenuhi janji mereka untuk melipatgandakan dana adaptasi, serta mendorong seluruh lembaga keuangan dunia untuk mengikuti peta jalan “Baku-to-Belém Roadmap” — rencana mobilisasi pendanaan iklim global sebesar US$1,3 triliun per tahun hingga 2035.

Dana tersebut diharapkan mencakup alokasi yang adil untuk adaptasi tanpa menambah beban utang negara berkembang.

Sektor Swasta dan Bank Dunia Diminta Turut Bertanggung Jawab

Selain pemerintah, Guterres juga menyoroti peran penting sektor swasta dan lembaga keuangan internasional.

Ia menegaskan bahwa keuntungan dari industri bahan bakar fosil harus digunakan untuk membiayai pemulihan dan adaptasi iklim, bukan sekadar memperbesar keuntungan korporasi.

“Bank pembangunan multilateral harus memobilisasi lebih banyak pendanaan swasta dengan bunga terjangkau dan mengalokasikan separuh dari dana iklim mereka untuk adaptasi,” tegasnya.
“Pendanaan publik juga harus lebih cepat, lebih sederhana, dan menjangkau masyarakat di garis depan saat mereka benar-benar membutuhkannya.”

Adaptasi Iklim Adalah Investasi untuk Masa Depan

Dalam pesannya, Guterres menegaskan bahwa adaptasi bukanlah biaya tambahan, melainkan investasi penyelamat kehidupan. Ia menyerukan agar semua negara mempercepat target Early Warnings for All — sistem peringatan dini bencana yang diharapkan dapat melindungi seluruh penduduk dunia sebelum 2027.

“Adaptasi bukanlah beban, tetapi garis hidup. Menutup kesenjangan adaptasi adalah cara kita melindungi kehidupan, menegakkan keadilan iklim, dan membangun dunia yang lebih aman serta berkelanjutan,” pungkasnya.

Baca Juga:  WHO Kirim 106 Ton Bantuan Nutrisi ke Gaza Lewat Jalur Laut, Perkuat Akses Kemanusiaan di Tengah Konflik

Laporan Adaptation Gap 2025 menjadi pengingat keras bahwa krisis iklim sudah terjadi sekarang, bukan di masa depan. Dengan meningkatnya intensitas bencana alam dan naiknya suhu global, PBB menyerukan agar dunia tidak menunda lagi tindakan nyata dalam membiayai dan melaksanakan upaya adaptasi iklim secara global. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
António Guterres PBB Perubahan iklim
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026 Internasional
Korban tewas gempa Venezuela mencapai 4.118 jiwa. Ribuan bangunan rusak berat akibat fenomena pancake collapse, pencarian korban masih berlangsung.

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.118 Jiwa, Ribuan Bangunan Rusak Berat akibat Pancake Collapse

12 Juli 2026 Internasional
Esmaeil Baghaei

Iran Bantah Minta Negosiasi Baru dengan AS, Trump: Gencatan Senjata telah Berakhir

11 Juli 2026 Internasional
Selat Hormuz

Konflik AS-Iran Memanas, Serangan Balasan Guncang Selat Hormuz dan Ancam Stabilitas Pasokan Energi Global

10 Juli 2026 Internasional
Presiden China Xi Jinping

Xi Jinping Tegaskan Kemandirian Teknologi Jadi Kunci Modernisasi China, Fokus pada Talenta dan Inovasi

9 Juli 2026 Internasional
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Sebut Kesepahaman AS-Iran Berakhir, Washington Cabut Izin Penjualan Minyak dan Perketat Tekanan

8 Juli 2026 Internasional
Leave A Reply Cancel Reply

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.