Surabaya (beritajatim.id) – Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga marwah akademik sekaligus meningkatkan daya saing lulusan doktoral di tingkat global. Penegasan tersebut disampaikan dalam pertemuan strategis bersama mahasiswa Program Doktor (S3) Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) yang digelar pada Jumat, 9 Januari 2026.
Di tengah tuntutan profesionalisme dan dinamika dunia akademik yang semakin kompleks, kualitas riset dan ketepatan waktu studi dinilai menjadi indikator utama keberhasilan pendidikan doktoral. UNAIR menempatkan kedua aspek tersebut sebagai fondasi penting dalam menghasilkan lulusan doktor yang unggul dan berintegritas.
Wakil Direktur I Sekolah Pascasarjana UNAIR yang membidangi akademik, kemahasiswaan, dan alumni, Prof. Dr. H. Jusuf Irianto, Drs., M.Com., menekankan bahwa proses kelulusan mahasiswa doktor tidak semata-mata bersifat administratif. Menurutnya, kelulusan harus mencerminkan kualitas akademik yang sejalan dengan standar tinggi yang telah ditetapkan universitas.
Fasilitasi Akademik Tanpa Mengendurkan Standar
UNAIR menyadari bahwa perjalanan meraih gelar doktor merupakan proses panjang yang penuh tantangan. Oleh karena itu, Sekolah Pascasarjana berkomitmen memberikan fasilitasi akademik secara optimal agar mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu, tanpa mengorbankan mutu.
Salah satu fokus utama fasilitasi tersebut adalah pendampingan menuju publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi. Publikasi internasional dipandang sebagai tolok ukur kematangan intelektual sekaligus kontribusi nyata doktor UNAIR bagi pengembangan ilmu pengetahuan global.
Pendampingan intensif ini dirancang untuk membantu mahasiswa memahami standar penulisan ilmiah internasional, meningkatkan kualitas riset, serta memperbesar peluang naskah mereka diterima di jurnal bereputasi.
Penguatan Substansi dan Multidisiplin PSDM
Selain publikasi, penguatan substansi penelitian juga menjadi perhatian serius Sekolah Pascasarjana UNAIR. Berbagai lokakarya telah disiapkan secara terstruktur, mulai dari penguatan landasan teori, metodologi penelitian, hingga teknik penulisan disertasi yang sesuai kaidah akademik.
Melalui pendekatan tersebut, UNAIR mendorong mahasiswa Doktor PSDM untuk mengangkat topik riset yang lebih beragam dan mencerminkan karakter multidisiplin pengembangan sumber daya manusia. Pendekatan lintas bidang ini diharapkan mampu memperkaya kontribusi keilmuan PSDM, tidak terbatas pada satu sektor tertentu.
Standar Akademik sebagai Harga Mati
Dalam pertemuan tersebut, UNAIR juga menegaskan pentingnya integritas institusi melalui konsistensi penerapan sistem dan standar akademik. Standar yang berlaku diposisikan sebagai prinsip yang tidak dapat ditawar, karena berkaitan langsung dengan reputasi dan kinerja universitas di tingkat nasional maupun internasional.
Ketegasan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa UNAIR tidak hanya mendorong mahasiswa untuk lulus tepat waktu, tetapi juga memastikan setiap lulusan doktor memiliki kapasitas intelektual, etika akademik, dan daya saing yang tinggi.
Langkah proaktif Sekolah Pascasarjana UNAIR ini mempertegas arah pendidikan doktoral yang berorientasi pada kualitas, relevansi global, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, lulusan Doktor PSDM UNAIR diharapkan mampu membawa nama baik almamater serta berperan strategis dalam pengembangan sumber daya manusia di berbagai sektor. (rio)


as a preferred source on Google




