Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Lifestyle»Fenomena Polyworking Kian Marak di Kalangan Gen Z

Fenomena Polyworking Kian Marak di Kalangan Gen Z

Agathon AgnarAgathon Agnar Lifestyle 12 Januari 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Fenomena polyworking atau menjalani lebih dari satu pekerjaan dalam waktu.

Surabaya (beritajatim.id) – Fenomena polyworking atau menjalani lebih dari satu pekerjaan dalam waktu bersamaan semakin jamak ditemui di kalangan pekerja muda, terutama generasi Z. Tren ini mencerminkan perubahan pola kerja sekaligus menjadi sinyal adanya tekanan ekonomi yang dirasakan kelompok usia produktif di Indonesia.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai, faktor utama yang mendorong maraknya polyworking adalah ketidakseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran. Kenaikan biaya hidup, mulai dari kebutuhan pokok, transportasi, hingga hunian, dinilai tidak diiringi dengan peningkatan pendapatan yang memadai. Akibatnya, satu pekerjaan sering kali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Kondisi tersebut membuat banyak pekerja muda mencari penghasilan tambahan melalui pekerjaan sampingan. Ada yang bekerja paruh waktu di luar jam kerja utama, ada pula yang menjalani profesi berbeda secara bersamaan, seperti menjadi pekerja kantoran sekaligus freelancer, pelaku usaha daring, atau pekerja kreatif. Polyworking pun menjadi strategi adaptif untuk menjaga kestabilan finansial di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan.

Fenomena ini juga menunjukkan adanya tekanan struktural di pasar tenaga kerja. Di satu sisi, peluang kerja memang semakin beragam berkat perkembangan teknologi dan ekonomi digital. Namun di sisi lain, tingkat upah di sejumlah sektor masih relatif rendah dan belum sepenuhnya mampu mengimbangi kebutuhan hidup, khususnya di wilayah perkotaan. Bagi generasi Z yang berada pada fase awal karier, kondisi ini terasa semakin berat.

Baca Juga:  7 Tips Bangun Rumah Hemat Tanpa Takut Biaya Membengkak, Wajib Tahu!

Selain faktor ekonomi, polyworking juga dipengaruhi oleh perubahan pola pikir generasi muda terhadap pekerjaan. Banyak pekerja muda yang tidak lagi bergantung pada satu sumber pendapatan dan memilih membangun portofolio kerja yang lebih fleksibel. Meski demikian, Indef mengingatkan bahwa polyworking yang didorong oleh keterpaksaan ekonomi berbeda dengan polyworking yang dilakukan atas dasar pengembangan diri atau peluang karier.

Di balik manfaat finansial jangka pendek, polyworking juga menyimpan risiko. Beban kerja yang berlebihan berpotensi memicu kelelahan fisik dan mental, menurunkan produktivitas, hingga berdampak pada kesehatan jangka panjang. Tanpa pengelolaan waktu dan energi yang baik, pekerja muda bisa terjebak dalam siklus kerja yang tidak berkelanjutan.

Indef menilai, fenomena polyworking seharusnya menjadi perhatian serius bagi para pemangku kebijakan. Perbaikan kualitas lapangan kerja, peningkatan upah yang layak, serta penguatan jaring pengaman sosial dinilai penting untuk mengurangi tekanan ekonomi pada pekerja muda. Selain itu, perlindungan terhadap pekerja dengan pola kerja fleksibel juga perlu diperkuat agar mereka tetap memiliki jaminan kesejahteraan.

Ke depan, polyworking kemungkinan masih akan menjadi bagian dari dinamika dunia kerja. Namun, tantangan utama adalah memastikan bahwa fenomena ini tidak menjadi simbol ketimpangan ekonomi, melainkan pilihan yang sehat dan produktif bagi pekerja muda dalam membangun masa depan mereka. (aga)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
fenomena polyworking polyworking polyworking generasi Z
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Menikah Sederhana di KUA Jadi Tren, Pesta Mewah Ternyata Bukan Penentu Rumah Tangga Bahagia

20 Juli 2026 Lifestyle

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026 Lifestyle

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026 Lifestyle
Ilustrasi penderita flu (foto : xframe)

Kemarau Basah Juli 2026: Kasus Flu dan Batuk Meningkat, Ini Penyebab serta Cara Mencegahnya

7 Juli 2026 Lifestyle

Gen Z Ramai Pilih Intimate Wedding, Lebih Personal dan Jadi Investasi untuk Kehidupan Setelah Menikah

7 Juli 2026 Lifestyle

5 Cara Mengatasi Sulit Tidur Setelah Terbangun Tengah Malam, Jangan Langsung Lihat Jam!

3 Juli 2026 Lifestyle
Leave A Reply Cancel Reply

Menikah Sederhana di KUA Jadi Tren, Pesta Mewah Ternyata Bukan Penentu Rumah Tangga Bahagia

20 Juli 2026
Berita Terbaru
Film Rejoto Nyambung Tresno menjadi media promosi wisata Kota Mojokerto sekaligus bukti keberhasilan pembinaan ekonomi kreatif oleh Pemkot.

Film Rejoto Nyambung Tresno Jadi Media Promosi Wisata Kota Mojokerto dan Bukti Sukses Ekonomi Kreatif

19 Juli 2026
Khofifah membuka Banyuwangi Ethno Carnival 2026 dan menegaskan BEC menjadi ajang promosi budaya lokal serta penggerak ekonomi kreatif Indonesia.

Khofifah Buka Banyuwangi Ethno Carnival 2026, BEC Perkuat Budaya Lokal dan Dongkrak Ekonomi Kreatif

19 Juli 2026
Dispendik Surabaya memastikan MPLS SD-SMP berlangsung ramah anak, bebas perpeloncoan, serta dipantau langsung melalui sistem Kementerian.

MPLS Surabaya 2026 Berakhir Kondusif, Dispendik Pastikan Seluruh Kegiatan Ramah Anak Tanpa Keluhan

18 Juli 2026
Polresta Malang Kota mengungkap jaringan narkotika lintas provinsi dengan menyita 3,2 kg sabu dan 2.480 butir ekstasi serta menangkap dua kurir.

Polresta Malang Kota Gagalkan Peredaran 3,2 Kg Sabu dan 2.480 Butir Ekstasi, Dua Kurir Ditangkap

18 Juli 2026
Khofifah meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi yang progres pembangunannya mencapai 88,7 persen dan ditargetkan segera beroperasi.

Khofifah Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi Banyuwangi, Progres Hampir Rampung untuk Generasi Emas 2045

18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.