Jakarta (beritajatim.id) – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengajak generasi muda mengambil peran dalam membangun industri satelit nasional sebagai langkah memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Ajakan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan 50 Tahun Satelit Indonesia yang menjadi momentum untuk mendorong Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi antariksa, tetapi juga mampu merancang, membangun, dan memiliki satelit hasil karya anak bangsa.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, mengatakan tema peringatan tahun ini, “Kedaulatan Digital dari Ruang Angkasa”, mencerminkan pentingnya penguasaan teknologi satelit sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan informasi dan komunikasi nasional di era digital.
Menurut Wayan, generasi muda memiliki peluang besar untuk menjadi motor penggerak kemajuan teknologi antariksa Indonesia. Ia mendorong para pelajar, mahasiswa, peneliti, dan talenta digital untuk mempelajari teknologi antariksa, memahami regulasi ruang angkasa, serta membangun kepercayaan diri bahwa Indonesia mampu melahirkan satelit hasil inovasi dalam negeri.
Peringatan 50 Tahun Satelit Indonesia juga menjadi refleksi atas sejarah peluncuran Satelit Palapa A1 pada 1976. Keberhasilan tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara ketiga di dunia yang memiliki sekaligus mengoperasikan satelit komunikasi domestik. Capaian itu dinilai sebagai tonggak penting pembangunan konektivitas nasional yang hingga kini menjadi fondasi transformasi digital.
Wayan menegaskan semangat para pendahulu perlu diteruskan melalui penguatan ekosistem industri satelit nasional. Kementerian Komdigi, lanjutnya, terus menjalankan peran sebagai regulator dan fasilitator dengan mengoptimalkan pengelolaan spektrum frekuensi radio, mengamankan koordinasi slot orbit satelit Indonesia di forum internasional, menyusun regulasi yang memberikan kepastian bagi pelaku industri, serta menciptakan iklim investasi yang mampu mendorong tumbuhnya sektor antariksa nasional.
Ia menilai penguasaan infrastruktur satelit bukan hanya persoalan teknologi, tetapi juga menyangkut kedaulatan bangsa. Negara yang mampu mengembangkan dan mengendalikan sistem satelitnya sendiri akan memiliki posisi yang lebih kuat dalam menjaga ketahanan informasi, komunikasi, dan pembangunan ekonomi digital.
Untuk mempercepat pengembangan industri satelit nasional, Komdigi terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, industri, dan komunitas inovasi. Sinergi tersebut diarahkan pada pengembangan riset, inovasi teknologi, manufaktur komponen satelit, hingga penyusunan kebijakan yang mampu mendukung keberlanjutan ekosistem antariksa Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Wayan juga memberikan apresiasi kepada para pemenang Indonesia Aerospace Hackathon 2026. Menurutnya, kompetisi itu menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang mampu menghadirkan solusi inovatif di bidang teknologi antariksa apabila diberikan ruang, kesempatan, dan dukungan yang memadai.
Rangkaian peringatan 50 Tahun Satelit Indonesia yang berlangsung di Kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2026), turut diisi dengan peluncuran Prangko PRISMA Edisi 50 Tahun Satelit Indonesia sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan sejarah satelit nasional. Selain itu, seminar yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis guna memperkuat industri satelit nasional sekaligus mempercepat transformasi digital Indonesia.
Melalui momentum tersebut, Komdigi optimistis semangat yang melahirkan Satelit Palapa A1 lima dekade lalu akan terus menjadi inspirasi dalam membangun industri satelit nasional yang mandiri. Dengan dukungan pemerintah, dunia usaha, lembaga riset, dan generasi muda, Indonesia diharapkan mampu memperkuat kedaulatan digital dari ruang angkasa sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. (hdl)


as a preferred source on Google




