Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Politik»Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipotong, Pakar: Janji Kampanye harus Dipenuhi tanpa Kurangi Kualitas

Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipotong, Pakar: Janji Kampanye harus Dipenuhi tanpa Kurangi Kualitas

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono Politik 16 Desember 2024
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pakar Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga Prof Dr H Jusuf Irianto Drs MCom
Pakar Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga Prof Dr H Jusuf Irianto Drs MCom

Kulonprogo (beritajatim.id) – Pemerintah melalui Presiden Prabowo Subianto mencanangkan Program Makan Bergizi Gratis sebagai upaya mencapai swasembada pangan dan meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebutkan bahwa program ini bertujuan menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan kuat, selaras dengan visi Indonesia sebagai negara maju pada 2045.

“Dengan makanan bergizi, anak-anak kita akan lebih sehat dan cerdas. Program ini menjadi landasan untuk membangun generasi yang mampu bersaing di tingkat global,” ujar Zulkifli saat meninjau uji coba program di SD Muhammadiyah 1 Wonopeti, Kulonprogo, DIY, Senin (16/12/2024).

Pemerintah telah mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 71 triliun untuk pelaksanaan program ini mulai 2025. Setiap anak akan mendapatkan makanan bergizi dengan alokasi Rp 10 ribu per porsi. Namun, Zulkifli mengakui jumlah tersebut belum ideal dibandingkan kebutuhan keseluruhan yang diperkirakan mencapai Rp 400 triliun.

“Dengan anggaran Rp 71 triliun, kita harus mengoptimalkan jangkauan agar sebanyak mungkin anak mendapatkan manfaat. Target kita adalah memastikan mereka memiliki akses makanan sehat,” jelasnya.

Pemangkasan Anggaran Menuai Sorotan

Keputusan pemerintah untuk menurunkan alokasi anggaran dari Rp 15 ribu menjadi Rp 10 ribu per porsi mendapat perhatian dari pakar kebijakan publik. Prof Dr H Jusuf Irianto dari Universitas Airlangga menyebut keputusan ini rasional mengingat keterbatasan anggaran, tetapi menekankan pentingnya memastikan kualitas makanan tetap terjaga.

Baca Juga:  Presiden Boleh Berkampanye Menurut UU Pemilu, Puan Maharani: Biar Rakyat yang Menilai

“Meski rasional dari sisi pemerintah, kebijakan ini harus mempertimbangkan kebutuhan rakyat. Dengan anggaran terbatas, pemerintah harus memastikan makanan yang disediakan tetap bergizi dan layak,” ujar Prof Jusuf.

Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi kebijakan agar masyarakat memahami tantangan pemerintah. “Janji kampanye adalah pegangan rakyat. Pemerintah harus hati-hati dalam berkomunikasi agar tidak menimbulkan kekecewaan jika ada perubahan kebijakan,” tambahnya.

Prof Jusuf menegaskan bahwa program ini harus mencerminkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Pemimpin seharusnya baru makan setelah rakyatnya makan. Ini bukan sekadar program, melainkan tanggung jawab untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Ia juga menyoroti dampak positif program ini dalam mengatasi masalah stunting dan meningkatkan kesehatan anak-anak, yang pada akhirnya akan mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Tantangan dan Harapan

Uji coba program yang dilakukan di beberapa wilayah, termasuk Kulonprogo, diharapkan menjadi langkah awal implementasi yang lebih luas di seluruh Indonesia. Pemerintah berharap program ini dapat berjalan efektif dengan dukungan anggaran yang memadai serta manajemen yang transparan.

Sebagai salah satu janji utama kampanye Presiden Prabowo, realisasi Program Makan Bergizi Gratis akan menjadi ujian bagi pemerintah dalam memenuhi ekspektasi masyarakat sekaligus menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan generasi mendatang. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Makan Bergizi Gratis prabowo subianto Presiden RI Universitas Airlangga
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

FKH UNAIR dan Pemkab Bojonegoro memperkuat kolaborasi pencegahan stunting melalui edukasi protein hewani, skrining, dan pendampingan masyarakat.

FKH UNAIR dan Pemkab Bojonegoro Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Edukasi Protein Hewani Berbasis Data

8 Juli 2026 News
Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI, Iman Sukri

RUU Penyadapan demi Kepastian Hukum, Standarisasi Aturan, dan Perlindungan Hak Privasi

7 Juli 2026 Politik
Dosen FTMM UNAIR menjadi pembicara kuliah tamu di Bayero University Kano, Nigeria, membahas nanokimia komputasi dan peluang kolaborasi riset.

Dosen FTMM UNAIR Paparkan Riset Nanokimia Komputasi pada Kuliah Tamu Internasional di Nigeria

3 Juli 2026 Pendidikan
Presiden Prabowo meninjau Pameran Bhayangkara 2026 yang menampilkan inovasi dan produk dalam negeri untuk mendukung modernisasi Polri.

Presiden Prabowo Tinjau Pameran Bhayangkara 2026, Soroti Inovasi Produk Dalam Negeri untuk Modernisasi Polri

1 Juli 2026 News
Pertemuan Jaringan Pimpinan Perguruan Tinggi APTIK di Universitas Atmajaya Yogyakarta, (foto: Istimewa)

Pernyataan Moral APTIK: Sorot Kebebasan Sipil hingga Tata Kelola Pemerintahan

30 Juni 2026 Politik
Axellea Pramestika Hasanah

Pilih Kuliah Vokasi demi Siap Kerja, Instruktur Renang Ini Mantap Bidik D3 Bahasa Inggris UNAIR

28 Juni 2026 Pendidikan
Leave A Reply Cancel Reply

FKH UNAIR dan Pemkab Bojonegoro memperkuat kolaborasi pencegahan stunting melalui edukasi protein hewani, skrining, dan pendampingan masyarakat.

FKH UNAIR dan Pemkab Bojonegoro Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Edukasi Protein Hewani Berbasis Data

8 Juli 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.