Washington DC (beritajatim.id) – Pemerintah Amerika Serikat bersiap mengembalikan dana tarif impor dalam jumlah besar kepada para pelaku usaha. Total pengembalian yang mencapai 166 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp2.600 triliun ini akan mulai diproses melalui sistem baru yang dijadwalkan berjalan pekan depan.
Dalam dokumen resmi yang disampaikan ke United States Court of International Trade, otoritas bea cukai menyebut sistem pengembalian tersebut telah memasuki tahap awal pengembangan. Sistem yang dikenal dengan nama CAPE ini dirancang untuk menyalurkan dana secara elektronik langsung kepada importir, lengkap dengan bunga.
US Customs and Border Protection menjelaskan bahwa proses pengembalian akan dilakukan secara bertahap. Tercatat lebih dari 330 ribu importir sebelumnya telah membayar tarif atas sekitar 53 juta pengiriman barang impor.
Hingga awal April 2026, lebih dari 56 ribu importir yang memenuhi syarat telah menyelesaikan proses administrasi untuk menerima pengembalian dana secara elektronik, dengan total nilai mencapai 127 miliar dolar AS. Angka ini menunjukkan sebagian besar proses telah memasuki tahap realisasi.
Kebijakan pengembalian ini merupakan tindak lanjut dari putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat pada Februari lalu yang menyatakan kebijakan tarif global yang diterapkan oleh Donald Trump bertentangan dengan konstitusi. Tarif tersebut sebelumnya diberlakukan sejak April 2025 dengan dasar International Emergency Economic Powers Act.
Meski dana dalam jumlah besar akan dikembalikan ke pelaku usaha, dampaknya terhadap konsumen dinilai terbatas. Survei terbaru yang melibatkan para kepala keuangan perusahaan di AS menunjukkan bahwa sebagian perusahaan memang akan mengajukan klaim pengembalian, namun tidak ada indikasi bahwa dana tersebut akan diteruskan kepada pelanggan.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa manfaat kebijakan lebih banyak akan dirasakan oleh korporasi dibandingkan masyarakat luas. Di tengah dinamika ekonomi global, langkah ini tetap menjadi sorotan karena berpotensi memengaruhi arus perdagangan internasional serta kebijakan tarif di masa mendatang. (ian)


as a preferred source on Google



