Nairobi (beritajatim.id) – Banjir besar yang melanda Nairobi, ibu kota Kenya, menewaskan sedikitnya 23 orang setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sepanjang malam. Hingga Sabtu (7/3), tim penyelamat masih melakukan operasi pencarian dan evakuasi di sejumlah titik yang terdampak parah.
Pihak kepolisian setempat melaporkan sedikitnya 29 orang berhasil diselamatkan dari berbagai lokasi yang terendam banjir. Namun, jumlah korban jiwa diperkirakan masih dapat bertambah seiring berlanjutnya pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang.
Korban Tewas Ditemukan di Sungai dan Saluran Drainase
Komandan Kepolisian Nairobi, George Seda, mengatakan tim penyelamat telah menemukan delapan jenazah pada tahap awal operasi. Di antara korban tersebut terdapat dua orang yang meninggal akibat tersengat listrik saat banjir melanda kawasan permukiman.
Sebagian korban lainnya diduga terseret arus banjir yang deras. Beberapa jenazah ditemukan di sepanjang bantaran sungai serta saluran drainase yang meluap akibat intensitas hujan tinggi.
George Seda juga mengingatkan bahwa jumlah korban kemungkinan akan meningkat. Upaya pencarian masih berlangsung, namun operasi di lapangan terkendala oleh genangan air yang menutup akses ke sejumlah jalan utama dan kawasan permukiman.
Kerusakan Meluas, Ratusan Kendaraan Terdampak
Selain menimbulkan korban jiwa, banjir juga menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur dan kendaraan. Lebih dari 100 kendaraan dilaporkan rusak akibat terendam air.
Banyak pengendara terpaksa meninggalkan mobil mereka di tengah jalan ketika ketinggian air terus meningkat. Sejumlah warga bahkan harus berjalan menembus air setinggi pinggang untuk mencapai lokasi yang lebih aman.
Kondisi ini membuat lalu lintas di beberapa ruas jalan utama di Nairobi lumpuh selama beberapa jam.
Penerbangan Terganggu, Sejumlah Pesawat Dialihkan
Dampak banjir juga dirasakan di sektor transportasi udara. Maskapai nasional Kenya Airways melaporkan gangguan operasional pada sejumlah penerbangan.
Beberapa pesawat terpaksa dialihkan pendaratannya ke kota Mombasa akibat kondisi cuaca buruk dan terbatasnya operasional di bandara utama Nairobi. Maskapai tersebut juga memperingatkan kemungkinan keterlambatan penerbangan selama beberapa jam ke depan.
Presiden William Ruto Kerahkan Tim Darurat
Presiden Kenya, William Ruto, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban banjir yang melanda sejumlah wilayah di negara tersebut.
Dalam pernyataan resmi, ia memerintahkan pengerahan tim tanggap darurat lintas lembaga untuk mempercepat proses evakuasi dan penanganan korban. Tim tersebut bertugas mengoordinasikan operasi penyelamatan, membantu masyarakat terdampak, serta memindahkan warga dari daerah rawan banjir ke lokasi yang lebih aman.
Selain itu, pemerintah Kenya juga menginstruksikan distribusi bantuan pangan dari cadangan strategis nasional untuk membantu keluarga yang terdampak bencana.
Pemerintah juga memastikan biaya perawatan medis bagi korban luka yang saat ini dirawat di fasilitas kesehatan milik pemerintah akan ditanggung negara.
Tim Penyelamat Hadapi Kendala di Lapangan
Organisasi kemanusiaan Kenya Red Cross telah mengirimkan tim darurat ke berbagai lokasi terdampak. Namun, proses evakuasi menghadapi sejumlah hambatan.
Sekretaris Jenderal organisasi tersebut, Ahmed Idris, menyatakan banyak jalan tertutup banjir dan kemacetan parah sehingga memperlambat akses menuju warga yang terjebak di wilayah terdampak.
Meski demikian, tim penyelamat terus berupaya menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan secepat mungkin.
Warga Soroti Sistem Drainase Kota
Di tengah bencana yang terjadi, sebagian warga Nairobi menyoroti kondisi sistem drainase kota yang dinilai tidak memadai. Beberapa penduduk menyebut saluran air yang tersumbat menjadi salah satu penyebab utama banjir cepat meluas.
Mereka menilai pemerintah daerah seharusnya melakukan perbaikan infrastruktur drainase sebelum musim hujan tiba guna mencegah bencana serupa terjadi.
Hingga saat ini, operasi pencarian korban dan evakuasi warga terdampak masih terus dilakukan di berbagai kawasan di Nairobi. Pemerintah dan tim penyelamat juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lanjutan yang dapat memperburuk kondisi banjir. (ian)


as a preferred source on Google



