Jakarta (beritajatim.id) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah memetakan potensi kerawanan Pemilu 2024 di 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota di seluruh Indonesia. Pemetaan ini merupakan tindak lanjut dari Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2024 yang diluncurkan pada Desember 2022, dengan fokus pada tahapan pencalonan, kampanye, dan penghitungan suara.
Anggota Bawaslu, Lolly Suhenty, menjelaskan bahwa IKP berfungsi sebagai peringatan dini terhadap dinamika politik yang bisa memunculkan kebijakan yang berubah secara cepat. Berdasarkan 27 indikator, lima provinsi masuk dalam kategori kerawanan tinggi (13%), kerawanan sedang (76%), dan kerawanan rendah (11%).
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan tertinggi, diikuti oleh Kalimantan Timur, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah. Lolly menekankan bahwa daerah dengan kategori kerawanan rendah juga harus tetap waspada, mengingat potensi kerawanan bisa meningkat seiring perkembangan tahapan pemilu.
Dalam pemetaan ini, beberapa wilayah seperti Aceh, DKI Jakarta, dan NTT menonjol dalam dimensi sosial politik. Sementara itu, Kepulauan Riau dan Sulawesi Selatan menjadi fokus pada tahapan pencalonan. Pada tahapan kampanye, Sulawesi Selatan, NTT, dan Jawa Timur teridentifikasi memiliki potensi kerawanan tinggi, sedangkan Papua, Sulawesi Tengah, dan Jawa Timur menjadi sorotan pada tahapan penghitungan suara.
Lolly juga mengungkapkan bahwa 84 kabupaten/kota berada dalam kategori kerawanan tinggi, 334 kabupaten/kota dalam kategori kerawanan sedang, dan 90 kabupaten/kota dalam kategori kerawanan rendah. Data ini dikumpulkan dari input provinsi serta kabupaten/kota, dan akan menjadi dasar dalam pengawasan Bawaslu.
Bawaslu berharap masyarakat turut berperan dalam memantau daerah-daerah dengan potensi kerawanan tinggi agar pengawasan pemilu dapat lebih komprehensif. Dengan keterbukaan akses data ini, Bawaslu optimis langkah mitigasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat untuk menjaga demokrasi di Indonesia. (hdl)


as a preferred source on Google




