Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Politik»Capres Stratejik, Cawapres Futuristik

Capres Stratejik, Cawapres Futuristik

Teddy AHTeddy AH Politik 15 Oktober 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Prabowo-Budiman
Prabowo Subianto dan Budiman Sudjatmiko

Oleh: Dr. Maruly H. Utama *

TERMINOLOGI hijab sebenarnya sudah dikenal jauh sebelum keberadaan Islam di Iran, Yahudi dan India. Justifikasi hijab pada wanita dilandasi lima point yaitu : pertama; rahbaniah yaitu, teori yang mengajarkan manusia untuk mencapai hakikat tertinggi harus meninggalkan kenikmatan duniawi, salah satu faktornya adalah wanita.

Kedua; Faktor sosial, faktor ini muncul karena ketidakadilan dan rasa tidak aman, sehingga harta kekayaan dan isteri harus disembunyikan supaya tidak dirampas oleh penguasa.

Ketiga; Faktor ekonomi, faktor ini disebabkan anggapan bahwa wanita hanya sebagai alat produksi yang dipergunakan untuk mengerjakan urusan domestic rumah tangga termasuk mengasuh anak.

Keempat; Faktor etis yang dikarenakan sifat posesif laki-laki yang ingin memiliki wanita secara pribadi dan tidak bisa menerima jika isterinya berbicara dengan laki-laki lain.

Kelima; Faktor psikologis, faktor ini timbul dari perasaan rendah diri wanita karena perbedaan secara fisik dengan laki-laki dan kebiasaannya datang bulan sehingga harus mengasingkan diri dalam rumah.

Saba Mahmood, antropolog dari Mesir menyatakan bahwa banyak muslimah yang memakai hijab karena alasan identitas agama dan ekspresi kesalehan seseorang. Dengan menggunakan hijab, seorang muslimah mempercayai bahwa dirinya lebih saleh dibandingkan dengan wanita yang memilih untuk tidak menggunakannya.

Tentu saja ada alasan lain untuk menggunakan hijab seperti alasan keamanan, kenyamanan dan alasan politis. Feminis dalam negeri, Dewi Chandraningrum menulis dalam bukunya “Negotiating Womens Veiling, Politic and Sexuality in Contemporary Indonesia” bahwa sebagian politikus perempuan terkadang menggunakan hijab untuk keperluan politis supaya mendapatkan suara pemilih.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Dapat Replika Tongkat Uskup Agung Semarang, Simbol Kepemimpinan yang Berkorban

Hormat untuk Ibu Negara, Iriana Jokowi yang memilih untuk tidak menggunakan hijab. Dengan demikian rakyat Indonesia tetap bisa melihat ibu menggunakan kebaya sebagai pakaian nasional dalam acara resmi kenegaraan. Tanpa hijab, keberadaan Ibu Negara mewakili semua suku, agama, ras dan golongan. Pancasila dalam tindakan, bukan sebatas ucapan.

Baca Juga:  Industri Hulu Migas jadi Program Prioritas Prabowo-Gibran Wujudkan Ketahanan Energi Nasional

Sebagai Ibu Negara, ibunya rakyat Indonesia, ibu juga adalah orang tua dari anak-anak dan keluarga. Tentu saja masa depan anak-anak sangat ditentukan oleh peran ibu. Dukungan massa yang meluas untuk mencawapreskan putra sulung ibu itu tidak natural. Terlihat sebagai hasil kerja operasi penggalangan.

Pernyataan Prof. Yusril Ihza Mahendra yang mengafirmasi dukungan Cawapres pada Gibran bukan agenda Presiden menunjukan secara eksplisit peran ibu. Tapi saya meragukan jika ibu yang melakukan kerja-kerja politik ini. Namun tidak ada kekuatan lain yang berani melakukan penggalangan dukungan Cawapres tanpa persetujuan orang paling berkuasa di negeri ini.

Jika Gibran menjadi Cawapres Prabowo maka konflik dengan PDIP semakin menajam selain serangan politik dinasti sebagai alat konsolidasi kelompok Ganjar dan Anies. Tetap jaga Presiden bu, jangan juga menjerumuskan Prabowo. Dia bukan politisi, permintaannya agar Gibran mendampinginya sebagai Cawapres adalah ungkapan ketulusan karena Presiden yang begitu baik padanya.

Sialnya ketulusan ini dimanfaatkan oleh orang lingkar dalam istana untuk melakukan manuver sebagaimana manuver 3 periode atau perpanjangan masa jabatan.

Dalam berbagai simulasi survey, dipasangkan dengan siapapun Prabowo selalu unggul. Artinya pemilih Prabowo sudah terkonfirmasi. Keberadaan Cawapres bukan sebagai figur yang menentukan.

Pengumuman hasil rapat partai-partai yang tergabung dalam KIM dengan menyebutkan pilihan bacawapres adalah Gibran, Khofifah, Ridwan Kamil dan Erick Thohir. Jika Gibran menjadi pilihan, konsekuensinya justeru mendegradasi legacy Presiden Jokowi. Sementara tiga calon lainnya menggunakan pertimbangan konservatif, sekedar mengakomodir kepentingan elektoral dan logistik.

Pemimpin stratejik punya tantangan dan kesulitan dalam pernikahan, sama seperti Putin di Rusia, Prabowo bercerai. Tidak ada persoalan, bahkan tanpa isteri Putin mampu mengangkat Rusia dari keterpurukan. Yang menjadi persoalan itu adalah jika Prabowo menikah dengan wanita berhijab. Perancang busana dari Wadas dan Yaman pasti senewen karena diperintah untuk membuat kebaya dengan kombinasi hijab.

Baca Juga:  Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipotong, Pakar: Janji Kampanye harus Dipenuhi tanpa Kurangi Kualitas

Capres stratejik harus memilih cawapres futuristik. Cawapres yang bisa membangun teori sekaligus praktek. Jika Rusia hanya ada Putin, Brazil hanya ada Lula maka Indonesia memiliki keduanya, Prabowo dan Budiman.

Selain dukungan internasional, mengutip statemen salah seorang sekjend partai dalam sebuah acara mengatakan, kehadiran Budiman dalam mendampingi Prabowo bukan kehadiran pribadi melainkan sama saja dengan membawa 4% pendukung partai yang ditinggalkannya.

Pernyataan ini dikuatkan dengan hasil survey yang menyatakan terdapat pergeseran pemilih hingga 5% di Jawa bagian selatan setelah Budiman mendukung Prabowo. Budiman adalah versi terbaik dari semua bentuk politisi pasca Orde baru yang pernah ada,–bersih dari korupsi dan visi yang kuat tentang Indonesia adik makmur masa depan.

Jika Kopassus adalah pasukan elitnya tentara maka PRD adalah pasukan elit aktivis 98. Sejarah dibentuk oleh orang-orang yang mengejar cita-cita. Tak ada orang yang benar-benar sendiri dalam memperjuangkannya.

Teori dan praktek yang diimplementasikan dalam praksis politik adalah takdir sejarah yang mempertemukan Prabowo dan Budiman dengan cara yang tidak terduga.

17 Oktober usia Prabowo tepat 72 tahun. Panjang umur Jenderal! Sehat tetap bersemangat Jenderal! Tidak ada perayaan, tidak ada kue tart dan tidak ada makan-makan. Teriring ucapan ini, jajaran kader Partai Rakyat Demokratik dan seluruh perjuangan rakyat progresif revolusioner mempersembahkan Budiman Sudjatmiko guna mendampingi Jenderal Prabowo Subianto untuk bersatu rebut hari, rebut jam! seperti kata Mao Zedong dalam tulisan Han Suyin.

Sebait puisi yang tertulis pada makam Aliarcham di Boven Digoel kiranya tepat untuk menggambarkan relasi Prabowo dan Budiman. “Obor yang dinyalakan dimalam gelap gulita ini, kami serahkan pada angkatan kemudian”.

*Penulis Dr. Maruly H. Utama,
DPP Prabu – Dewan Pimpinan Pusat Prabowo Budiman Bersatu

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Budiman Sudjatmiko prabowo subianto
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI, Iman Sukri

RUU Penyadapan demi Kepastian Hukum, Standarisasi Aturan, dan Perlindungan Hak Privasi

7 Juli 2026 Politik
Presiden Prabowo meninjau Pameran Bhayangkara 2026 yang menampilkan inovasi dan produk dalam negeri untuk mendukung modernisasi Polri.

Presiden Prabowo Tinjau Pameran Bhayangkara 2026, Soroti Inovasi Produk Dalam Negeri untuk Modernisasi Polri

1 Juli 2026 News
Pertemuan Jaringan Pimpinan Perguruan Tinggi APTIK di Universitas Atmajaya Yogyakarta, (foto: Istimewa)

Pernyataan Moral APTIK: Sorot Kebebasan Sipil hingga Tata Kelola Pemerintahan

30 Juni 2026 Politik
Gita Wirjawan

Gita Wirjawan: Indonesia Harus Tinggalkan Politik Elektabilitas dan Utamakan Integritas Pemimpin

25 Juni 2026 Politik

Cara Unik Pemkot Surabaya Hapus 68 Titik TPS Liar dengan Pot Bunga: Satire dan Estetik

3 Juni 2026 Politik

Imigrasi Siapkan Corridor Gate, Jemaah Haji Surabaya dan Jakarta Bisa Langsung Pulang Tanpa Antre Pemeriksaan

2 Juni 2026 Politik
Leave A Reply Cancel Reply

Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI, Iman Sukri

RUU Penyadapan demi Kepastian Hukum, Standarisasi Aturan, dan Perlindungan Hak Privasi

7 Juli 2026
Berita Terbaru
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026

Setjen DPD RI Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 233 Orang dengan Uang Saku hingga Rp6 Juta

16 Juli 2026
Lionel Messi

Messi Antar Argentina Singkirkan Inggris dan Melaju ke Final Piala Dunia, Siap Tantang Spanyol

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.