Sepang (beritajatim.id) – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tiba di Malaysia pagi ini untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-47, yang digelar di Kuala Lumpur pada 26–28 Oktober 2025.
Kunjungan ini menandai lawatan pertama seorang presiden AS ke Malaysia dalam satu dekade, sekaligus kunjungan resmi pertama Trump ke negara tersebut sejak kembali menjabat untuk masa jabatan keduanya.
Pesawat kepresidenan Air Force One mendarat di Kompleks Bunga Raya, Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), sekitar pukul 09.54 pagi. Kedatangan Trump disambut langsung oleh Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim, bersama Menteri Luar Negeri Datuk Seri Mohamad Hasan, Menteri Dalam Negeri Datuk Seri Saifuddin Nasution Ismail, dan Duta Besar AS untuk Malaysia Edgard D. Kagan.
Konvoi kepresidenan yang mencakup mobil kenegaraan “The Beast”, turut diterbangkan khusus dari Washington untuk mengiringi Trump selama berada di Malaysia. Setelah bertukar salam di landasan, Trump dan Anwar menaiki kendaraan tersebut menuju Kuala Lumpur untuk menghadiri rangkaian agenda KTT ASEAN.
Kunjungan ini menjadi momen penting diplomatik antara Kuala Lumpur dan Washington. Trump merupakan presiden Amerika ketiga yang pernah mengunjungi Malaysia, setelah Lyndon B. Johnson (1966) dan Barack Obama (2014 dan 2015).
Selama masa jabatan pertamanya (2017–2021), Trump menghadiri KTT ASEAN 2017 di Filipina, namun absen dalam beberapa pertemuan berikutnya, sehingga sempat menimbulkan pertanyaan tentang komitmen jangka panjang AS terhadap kawasan Asia Tenggara.
Kehadiran Trump tahun ini dianggap sebagai upaya memperkuat kembali hubungan strategis AS dengan Asia Tenggara, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Lawatan ke Malaysia ini juga merupakan bagian dari tur Asia pertamanya sejak menjabat kembali pada Januari 2025.
KTT ASEAN ke-47 digelar dengan tema “Inclusivity and Sustainability” di bawah Keketuaan Malaysia untuk ASEAN 2025. Pertemuan tersebut dihadiri para pemimpin dari 10 negara anggota ASEAN, serta mitra dialog utama seperti Amerika Serikat, China, Jepang, dan India.
Trump dijadwalkan mengikuti dialog tingkat tinggi dan menyaksikan penandatanganan Kuala Lumpur Accord — perjanjian perdamaian bersejarah antara Thailand dan Kamboja untuk mengakhiri sengketa perbatasan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Dalam pernyataannya, Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyambut baik kedatangan Trump, menyebutnya sebagai tonggak penting diplomasi regional yang mencerminkan keterlibatan baru AS di Asia Tenggara.
“Malaysia berkomitmen memanfaatkan KTT ini sebagai wadah untuk memperkuat dialog, memperdalam kemitraan, dan menegaskan kembali pentingnya peran strategis ASEAN,” ujar Anwar.
Selain Trump, sejumlah pemimpin dunia juga hadir, termasuk Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. Sementara itu, Siprus dan Finlandia dijadwalkan bergabung sebagai mitra dialog baru ASEAN, menandai perluasan kerja sama global blok tersebut.
KTT ASEAN ke-47 akan ditutup pada 28 Oktober 2025 dengan beberapa deklarasi bersama yang menyoroti prioritas kawasan dalam menciptakan perdamaian, kemakmuran, dan pertumbuhan berkelanjutan.
Malaysia akan menutup masa keketuaannya pada akhir tahun ini dan menyerahkan Keketuaan ASEAN 2026 kepada Filipina. (hdl)


as a preferred source on Google



