Balikpapan (beritajatim.id) – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina, melalui PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), bersama SKK Migas, meresmikan tiga proyek strategis di Wilayah Kerja (WK) Mahakam.
Proyek tersebut adalah Bekapai Artificial Lift (Bekapai AL), Peciko 8A, dan Peciko 8B, yang diharapkan dapat mendukung target produksi migas nasional. Peresmian ini dihadiri oleh Wakil Kepala SKK Migas, Shinta Damayanti, di Kantor PHM Balikpapan Base Office.
General Manager PT Pertamina Hulu Mahakam, Setyo Sapto Edi, menegaskan bahwa PHM berkomitmen menjalankan operasi hulu migas dengan selamat, mencatat total 940.000 jam kerja tanpa insiden. Proyek Bekapai AL, yang memasang Gas Lift Compressor di anjungan Bekapai BA dan menginjeksikan gas-lift ke sumur-sumur Bekapai BG dan BL, berhasil memproduksi tambahan sekitar 2.500 BOPD setelah uji coba 72 jam.
Proyek Peciko 8A, melalui pemasangan Booster Compressor Package, Liquid Transfer Pump, dan Diesel Engine Generator di anjungan SWPG, telah meningkatkan produksi hingga 6 MMSCFD dengan potensi naik ke 8 MMSCFD. Sementara itu, Proyek Peciko 8B, yang melibatkan pemasangan perangkat serupa di anjungan MWPA dan MWPB, bertujuan menambah produksi gas dan kondensat dari Lapangan Peciko.
“Dengan operasi yang efektif dan ramah lingkungan, WK Mahakam terus berkontribusi signifikan pada produksi migas nasional,” jelas Setyo.
Wakil Kepala SKK Migas, Shinta Damayanti, mengapresiasi pencapaian ini sebagai bukti bahwa industri hulu migas nasional tetap dinamis meski menghadapi tantangan berat. Ketiga proyek ini diproyeksikan menambah kapasitas produksi gas sebesar 36 MMSCFD dan minyak serta kondensat sebesar 16.000 BOPD, dengan puncak produksi 11,9 MMSCFD untuk gas dan 2.025 BOPD untuk minyak serta kondensat.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia, Sunaryanto, menegaskan komitmen perusahaan dalam eksplorasi dan pengembangan lapangan migas guna menemukan sumber daya baru. Ia menyatakan bahwa penerapan prinsip ESG dalam operasi perusahaan bertujuan menciptakan energi berkelanjutan yang mendukung kebijakan transisi energi Pertamina dan target produksi nasional.
“Melalui ketiga proyek ini, kami yakin dapat mendukung pencapaian target nasional sebesar 1 juta barel minyak dan 12 miliar standar kaki kubik gas pada tahun 2030,” tambah Sunaryanto.
PT Pertamina Hulu Mahakam, anak perusahaan PHI, berkomitmen menjalankan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta terus berinovasi untuk menghasilkan energi yang aman, efisien, andal, patuh, dan ramah lingkungan. (hdl)


as a preferred source on Google




