Situbondo (beritajatim.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat dalam menangani banjir yang melanda Kabupaten Situbondo. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, pada Jumat (23/1), guna memastikan penanganan dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan.
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa banjir tidak hanya dipicu oleh curah hujan tinggi, tetapi juga oleh kondisi sungai yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi. Karena itu, langkah strategis berupa pengerukan sungai secara signifikan menjadi prioritas utama dalam upaya pengendalian banjir di wilayah tersebut.
Selain pengerukan, penguatan infrastruktur pengendali banjir juga menjadi perhatian. Bronjong penahan aliran sungai di titik-titik rawan luapan air akan diperkuat melalui penambahan dan pelapisan material agar mampu menahan debit air saat hujan deras. Langkah ini dinilai penting untuk meminimalkan risiko banjir susulan, terutama di kawasan permukiman warga.
Dalam pelaksanaannya, Pemprov Jawa Timur akan berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Situbondo, khususnya terkait akses alat berat menuju lokasi pengerukan. Mengingat kondisi medan yang terbatas, penentuan jalur alternatif menjadi kunci agar ekskavator dapat menjangkau titik-titik kritis sungai.
Untuk penanganan jangka pendek, Pemprov Jatim juga menyiapkan solusi pengairan lahan pertanian. Pemasangan pipa-pipa air ke area persawahan dilakukan sebagai upaya menjaga keberlangsungan musim tanam yang tengah berlangsung, sekaligus mencegah kerugian lebih lanjut bagi petani terdampak.
Tidak hanya fokus pada aspek teknis, Gubernur Khofifah juga menaruh perhatian besar pada penanganan sosial masyarakat. Ia meminta agar seluruh warga terdampak mendapatkan layanan dasar secara optimal, mulai dari kebutuhan pangan hingga layanan kesehatan. Dua dapur umum telah dioperasikan untuk memastikan distribusi makanan bagi warga, sementara layanan kesehatan disiapkan melalui dukungan puskesmas terdekat.
Pendataan terhadap fasilitas umum, termasuk tempat ibadah dan sarana pendidikan yang terdampak banjir, turut menjadi instruksi penting. Hal ini sejalan dengan persiapan masyarakat yang akan memasuki bulan Ramadan, sehingga aktivitas sosial dan keagamaan tetap dapat berjalan dengan aman dan nyaman.
Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Bantuan tersebut mencakup ratusan paket sembako, perlengkapan dapur umum, selimut, terpal, perlengkapan kebersihan, makanan siap saji, perlengkapan anak, hingga bantuan khusus bagi lansia.
Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Gubernur Jawa Timur di lokasi bencana. Ia menilai langkah cepat dan keterlibatan langsung pemerintah provinsi memberikan semangat dan rasa aman bagi masyarakat terdampak.
Sebelumnya, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur Kabupaten Situbondo pada Rabu (21/1) sore, menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap. Banjir tercatat melanda sejumlah desa di lima kecamatan, di antaranya Banyuglugur, Suboh, Bungatan, Mlandingan, dan Besuki.
Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah warga, fasilitas umum, satu tempat usaha, tanggul jebol, serta putusnya jembatan penghubung antar dusun. Hingga kini, proses pendataan lanjutan terkait kerusakan infrastruktur, lahan pertanian, dan ternak masih terus dilakukan oleh pihak terkait. (ris)


as a preferred source on Google




