Jakarta (beritajatim.id) – António Guterres menyerukan langkah konkret dan berani dari negara-negara di dunia untuk memperkuat perlindungan hak asasi manusia bagi masyarakat keturunan Afrika serta menghapus praktik diskriminasi rasial yang masih terjadi hingga kini.
Seruan tersebut disampaikan Guterres melalui pesan video dalam sesi kelima Permanent Forum on People of African Descent yang digelar di Geneva. Forum ini menjadi platform internasional penting untuk membahas isu ketidakadilan historis dan sistemik yang dihadapi komunitas keturunan Afrika di berbagai negara.
Dalam pesannya, Guterres menekankan bahwa perjuangan melawan rasisme tidak dapat dipisahkan dari upaya global dalam menegakkan hak asasi manusia dan martabat manusia. Ia menyoroti bahwa berbagai ketidakadilan yang dialami masyarakat keturunan Afrika berakar dari sejarah panjang perbudakan, kolonialisme, dan eksploitasi.
Menurutnya, hingga saat ini pelanggaran terhadap hak-hak kelompok tersebut masih terjadi secara luas, baik dalam bentuk yang terang-terangan maupun diskriminasi terselubung yang berdampak jangka panjang. Ketimpangan dalam akses terhadap kekuasaan, sumber daya, dan peluang juga masih terlihat jelas berdasarkan garis rasial.
Guterres turut mengapresiasi agenda forum yang dinilai relevan dalam mendorong perubahan nyata, termasuk tuntutan terhadap keadilan reparatif, dorongan bagi institusi untuk mengakui kesalahan masa lalu, serta upaya mengangkat suara generasi muda keturunan Afrika dan melindungi warisan budaya mereka.
Forum ini disebut sebagai momentum penting, terutama dalam kerangka Dekade Internasional Kedua untuk Masyarakat Keturunan Afrika. Ia mendorong seluruh negara untuk mengimplementasikan komitmen global seperti Durban Declaration and Programme of Action sebagai langkah konkret dalam menghapus rasisme.
Lebih jauh, Guterres mengajak komunitas internasional untuk mengambil tindakan nyata dalam mempromosikan, melindungi, dan menghormati sepenuhnya hak asasi manusia masyarakat keturunan Afrika. Ia menegaskan pentingnya membangun masa depan yang menjunjung tinggi kesetaraan, keadilan, dan martabat bagi semua.
Seruan ini kembali menegaskan komitmen Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam memerangi diskriminasi rasial secara global, sekaligus mendorong negara-negara anggota untuk mempercepat reformasi kebijakan dan sistem yang masih menyisakan ketimpangan berbasis ras. (ian)


as a preferred source on Google



