Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Oil&Gas»Hexa Reef Tlangoh: Inovasi Penahan Abrasi yang Mengubah Wajah Pesisir Bangkalan

Hexa Reef Tlangoh: Inovasi Penahan Abrasi yang Mengubah Wajah Pesisir Bangkalan

RenniRenni Oil&Gas 28 Desember 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Program hexa reef di Pantai Tlangoh Bangkalan sukses menahan abrasi, memulihkan ekosistem laut, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Program hexa reef di Pantai Tlangoh Bangkalan sukses menahan abrasi, memulihkan ekosistem laut, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

Bangkalan (beritajatim.id) – Penanaman struktur hexa reef di perairan Pantai Pasir Putih Tlangoh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, menjadi titik balik upaya konservasi pesisir sekaligus pengungkit kesejahteraan masyarakat setempat. Inisiatif ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Wisata Pesisir Terintegrasi yang dijalankan PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO).

Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan pesisir Tlangoh menghadapi ancaman serius berupa abrasi pantai dan penumpukan sampah. Kolaborasi PHE WMO dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada 2022 mengungkap tingkat abrasi yang mencapai sekitar tujuh meter per tahun, dipicu oleh arus ombak kuat dan aktivitas penambangan pasir ilegal. Kondisi tersebut diperparah dengan timbunan sampah pesisir yang mencapai lebih dari seribu meter kubik per hari, sehingga menggerus potensi ekonomi desa dari sektor pariwisata.

Hexa Reef, Benteng Abrasi dan Habitat Baru

Menjawab tantangan tersebut, PHE WMO menginisiasi penerapan konsep One Belt One Road (OBOR) yang menitikberatkan pada penguatan aspek lingkungan, pendidikan, ekonomi, dan sosial masyarakat pesisir. Salah satu wujud nyatanya adalah pemasangan hexa reef, inovasi struktur buatan berbentuk heksagonal yang ditanam di bawah laut untuk mengendalikan abrasi.

Sr Manager Regional Indonesia Timur PHE WMO, Sigit Dwi Aryono, menjelaskan bahwa hexa reef dirancang berbeda dari bangunan penahan abrasi konvensional. Struktur ini bekerja dengan memperlambat arus bawah laut sekaligus menahan pergerakan pasir agar tidak terseret ombak, sehingga lebih efektif menjaga stabilitas garis pantai.

Baca Juga:  Komitmen Keselamatan Kerja, Regional Indonesia Timur Raih 5 Penghargaan di Sektor Migas

Hexa reef pertama ditanam di Pantai Pasir Putih Tlangoh pada 2023. Hingga kini, total material yang telah dipasang mencapai 390 ton. Studi lanjutan pada 2025 menunjukkan hasil signifikan, berupa terbentuknya sedimentasi atau akresi yang memperlebar bibir pantai. Dalam rentang analisis 2016–2025, salah satu segmen pantai bahkan mencatat tren akresi hingga lima meter.

Ekosistem Laut Pulih, Nelayan Kian Diuntungkan

Selain berfungsi sebagai penahan abrasi, hexa reef berkembang menjadi habitat baru bagi biota laut. Seluruh permukaan terumbu buatan tersebut telah ditumbuhi organisme sesil dan teridentifikasi menjadi rumah bagi sedikitnya 20 spesies ikan karang. Komposisi ikan mayor dan ikan target yang seimbang membuat kawasan ini semakin produktif bagi aktivitas perikanan.

Keberadaan habitat baru ini berdampak langsung bagi nelayan setempat yang kini dapat menangkap ikan di perairan yang lebih dekat dengan pantai. Di sisi lain, kondisi fisik hexa reef tetap terjaga sejak pemasangan awal, tanpa ditemukan kerusakan berarti, sehingga berpotensi menjadi daya tarik wisata bahari berbasis konservasi.

Peran Kepemimpinan Lokal dan Transformasi Sosial

Keberhasilan program ini juga ditopang oleh peran aktif pemerintah desa dan masyarakat. Kepala Desa Tlangoh, Kudrotul Hidayat, mendorong peningkatan kesadaran lingkungan warga yang sebelumnya relatif rendah. Upaya tersebut diwujudkan melalui pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tlangoh yang mengelola kawasan wisata pesisir secara terpadu.

Baca Juga:  Pertamina Hulu Kalimantan Timur Raih Penghargaan atas Program Pencegahan Stunting

Menurut Hidayat, sinergi antara Pokdarwis, kelompok nelayan, dan pelaku usaha mikro menciptakan rantai nilai ekonomi baru. Penetapan Pantai Pasir Putih Tlangoh sebagai destinasi wisata mendorong lahirnya lapangan pekerjaan dan usaha produktif di tingkat lokal.

Saat ini, setidaknya 40 UMKM aktif beroperasi di kawasan wisata tersebut, mulai dari penyedia kuliner, cendera mata, jasa, hingga pengelolaan parkir. Peluang ekonomi ini bahkan menarik sejumlah mantan pekerja migran Indonesia asal Tlangoh untuk kembali dan menetap, memilih membangun usaha di kampung halaman.

Tercatat, tujuh anggota Pokdarwis Tlangoh merupakan mantan pekerja migran yang kini berperan aktif dalam pengelolaan wisata. Transformasi ini menjadi bukti nyata dampak sosial dari pengembangan wisata pesisir terintegrasi.

Hero Pesisir dari Tlangoh

General Manager Zona 11 PHE WMO, Zulfikar Akbar, menilai keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan penuh masyarakat. Ia menyebut warga Tlangoh sebagai sosok-sosok penggerak perubahan yang bekerja tanpa pamrih demi masa depan desa.

Melalui inovasi hexa reef, Pantai Tlangoh kini tidak hanya memiliki benteng alami penahan abrasi, tetapi juga fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Sebuah contoh bagaimana kolaborasi industri, akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat mampu menanam harapan di laut, lalu menuai kesejahteraan di daratan. (ren)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Bangkalan PHE WMO
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

SKK Migas Jabanusa dan KKKS mengusulkan optimalisasi instrumen fiskal bagi daerah pesisir guna mendukung pembangunan dan keberlanjutan sektor hulu migas.

SKK Migas Jabanusa dan KKKS Dorong Optimalisasi Fiskal Daerah Pesisir, Serahkan Rekomendasi Strategis ke Pemerintah Pusat

30 Juni 2026 Oil&Gas
Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Pertamina Drilling Perkuat Green Drilling dan Aksi Iklim Berkelanjutan

Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Pertamina Drilling Perkuat Green Drilling dan Aksi Iklim Berkelanjutan

20 Juni 2026 Oil&Gas
Pertamina Hulu Indonesia melampaui target produksi migas Triwulan I 2026 dengan capaian 60,44 ribu bopd dan 619 mmscfd gas.

Pertamina Hulu Indonesia Lampaui Target Produksi Migas Triwulan I 2026, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

15 Mei 2026 Oil&Gas
PHE percepat pengembangan lapangan migas untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah tantangan global dan penurunan produksi.

Pertamina Hulu Energi Percepat Pengembangan Migas, Strategi Kunci Perkuat Ketahanan Energi Nasional

7 April 2026 Oil&Gas
Proyek Manpatu PHM capai tahap load out jacket, dorong produksi migas nasional dan target onstream 2027.

Proyek Manpatu PHM Masuk Tahap Kritis, Load Out Jacket Sukses Dilaksanakan

31 Maret 2026 Oil&Gas
Pertamina Drilling tampil di forum global Osaka, dorong transformasi pengeboran berbasis energi bersih dan praktik berkelanjutan.

Pertamina Drilling Tembus Forum Global di Osaka, Dorong Transformasi Pengeboran Menuju Energi Bersih

28 Maret 2026 Oil&Gas
Leave A Reply Cancel Reply

SKK Migas Jabanusa dan KKKS mengusulkan optimalisasi instrumen fiskal bagi daerah pesisir guna mendukung pembangunan dan keberlanjutan sektor hulu migas.

SKK Migas Jabanusa dan KKKS Dorong Optimalisasi Fiskal Daerah Pesisir, Serahkan Rekomendasi Strategis ke Pemerintah Pusat

30 Juni 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.