Pulau Bunyu (beritajatim.id) – PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field berhasil menciptakan inovasi Alat Siram Otomatis (ATAMI) sebagai bagian dari Program CSR “Mantap Betul” yang bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan dan pertanian unggul di Pulau Bunyu, Kalimantan Utara.
Program “Mantap Betul” adalah singkatan dari Media Tanam Akar Pakis Untuk Bunyu Pertanian Unggul, di mana petani menggunakan akar pakis sebagai media tanam dalam metode pertanian hidroponik maupun konvensional.
ATAMI dikembangkan melalui kolaborasi PEP Bunyu Field bersama Posyantek Bunyu dan Karang Taruna Karya Muda Desa Bunyu Barat.
Teknologi ini memungkinkan petani untuk memantau suhu dan kelembapan tanah secara otomatis melalui aplikasi Telegram, meningkatkan efisiensi dan produktivitas lahan pertanian di wilayah tersebut.
Dukungan Teknologi dalam Pertanian Berkelanjutan
Senior Field Manager PEP Bunyu Field, Despredi Akbar, menyampaikan bahwa keberhasilan ATAMI adalah hasil kerjasama antara masyarakat, perusahaan, dan pemerintah.
“Inovasi ini adalah satu-satunya di Kalimantan Utara yang berbasis IT dan mendukung sektor pertanian. Teknologi tepat guna ini diharapkan dapat mempercepat kemajuan pertanian di Bunyu,” jelas Despredi.
ATAMI juga akan berpartisipasi dalam Gelaran Teknologi Tepat Guna ke-XXV di Mataram, NTB.
Sebelumnya, Program “Mantap Betul” meraih penghargaan juara 1 dalam kategori Inovasi Teknologi Tepat Guna dari Provinsi Kalimantan Utara. Inovasi ATAMI juga mendapatkan apresiasi dari Gubernur Kalimantan Utara, H. Zainal A. Paliwang, M.Hum., yang menyatakan bahwa teknologi ini merupakan terobosan penting bagi sektor pertanian di wilayah tersebut.
Pemberdayaan Petani dan Pemuda Lokal
Azlansah, perwakilan kelompok binaan Program Mantap Betul, berharap inovasi ini dapat mendorong semangat petani serta meningkatkan minat pemuda untuk berkontribusi dalam pertanian.
“Dengan adanya teknologi ini, kami berharap pertanian di Bunyu semakin maju dan berperan penting dalam menjaga ketersediaan pangan,” tambahnya.
Dony Indrawan, Manager Communication Relations & CID PHI, menegaskan bahwa ATAMI adalah contoh nyata kolaborasi yang berhasil.
“Inovasi ini membantu petani di wilayah Pulau Bunyu dalam memaksimalkan lahan yang terbatas, mendukung keberlanjutan lingkungan, dan mendorong ketahanan pangan,” ujar Dony.
Program Mantap Betul juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan serta meningkatkan pendapatan masyarakat lokal, sejalan dengan program pemerintah yang mendukung ketahanan pangan di daerah ini. (ren)


as a preferred source on Google




