Surabaya (beritajatim.id) – Fenomena alam Gerhana Bulan Total yang bertepatan dengan pertengahan bulan suci Ramadan, yakni 14 Ramadan 1447 H atau Selasa, 3 Maret 2026, menjadi momen istimewa bagi umat Islam. Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) telah merilis jadwal resmi pelaksanaan salat gerhana bulan (Salat Khusuf) yang dapat dijadikan pedoman bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
LF PBNU menyerukan umat Islam untuk menghidupkan malam ini dengan ibadah sunah muakkadah tersebut, mengingat durasi gerhana yang cukup panjang dan dapat diamati dengan mata telanjang.
Berdasarkan rilis LF PBNU, waktu pelaksanaan salat gerhana menyesuaikan dengan fase visibilitas gerhana di masing-masing zona waktu. Salat sunah ini dianjurkan digelar secara berjamaah di masjid atau musala setelah salat Magrib hingga berakhirnya fase gerhana sebagian.
Berikut rentang waktu pelaksanaannya:
- Waktu Indonesia Barat (WIB): Mulai bakda Magrib hingga pukul 20.17 WIB.
- Waktu Indonesia Tengah (WITA): Mulai bakda Magrib hingga pukul 21.17 WITA.
- Waktu Indonesia Timur (WIT): Mulai pukul 18.50 WIT hingga 22.17 WIT.
Puncak gerhana total sendiri diprediksi terjadi pada pukul 18.33 WIB, di mana bulan akan tampak merah sepenuhnya.
Tata Cara dan Bacaan Salat Gerhana
Berbeda dengan salat sunah biasa, Salat Khusuf dilakukan sebanyak 2 rakaat dengan 4 kali rukuk (setiap rakaat memiliki 2 kali berdiri dan 2 kali rukuk). Berikut panduan ringkasnya:
1. Niat
Berniat di dalam hati untuk melaksanakan salat sunah gerhana bulan.
Lafal: “Ushalli sunnatan li khusufil qamari rak’ataini imaaman/ma’muuman lillaahi ta’aala.”
(Aku niat salat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala).
2. Rakaat Pertama
- Takbiratul Ihram.
- Membaca Al-Fatihah dan surat panjang dengan suara lantang (jahar).
- Rukuk Pertama (rukuk yang panjang).
- Bangkit dari rukuk (I’tidal), namun tidak langsung sujud. Kembali bersedekap.
- Membaca Al-Fatihah dan surat (lebih pendek dari yang pertama).
- Rukuk Kedua (lebih pendek dari rukuk pertama).
- I’tidal, kemudian sujud dua kali seperti biasa.
3. Rakaat Kedua
Lakukan urutan yang sama seperti rakaat pertama (2 kali berdiri dan 2 kali rukuk), kemudian diakhiri dengan tasyahud akhir dan salam.
4. Khutbah
Setelah salat selesai, imam dianjurkan menyampaikan dua khutbah yang berisi ajakan bertaubat, bersedekah, dan memperbanyak doa agar musibah dijauhkan.
Momen langka di bulan Ramadan ini diharapkan dapat dimanfaatkan umat Muslim untuk mempertebal keimanan dan memohon ampunan kepada Allah SWT.


as a preferred source on Google




