Surabaya (beritajatim.id) – Memasuki Juli 2026, langit malam akan menyuguhkan berbagai fenomena astronomi yang menarik untuk diamati. Mulai dari pertemuan planet, puncak hujan meteor, penampakan pusat Galaksi Bima Sakti, hingga Bulan Purnama Rusa akan menghiasi langit sepanjang bulan.
Berdasarkan informasi dari National Geographic dan Time and Date, sebagian besar fenomena tersebut dapat diamati secara langsung menggunakan mata telanjang. Namun, penggunaan teropong atau teleskop akan memberikan pengalaman yang lebih maksimal untuk melihat objek-objek langit yang redup.
Selain menjadi daya tarik bagi para penggemar astronomi, fenomena ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati keindahan alam semesta dari berbagai lokasi yang minim polusi cahaya.
Jadwal Lengkap Fenomena Langit Juli 2026
Berikut daftar fenomena astronomi yang diperkirakan terjadi sepanjang Juli 2026.
1. Mars dan Uranus Tampak Berdekatan (4 Juli 2026)
Awal bulan dibuka dengan konjungsi Mars dan Uranus.
Mars akan tampak sebagai objek berwarna kemerahan yang mudah dikenali dengan mata telanjang. Sementara itu, Uranus berada sangat dekat secara visual sehingga dapat diamati menggunakan teropong sebagai titik kecil berwarna biru kehijauan.
Fenomena ini menjadi salah satu momen terbaik untuk mengamati Uranus yang biasanya cukup sulit ditemukan.
2. Bumi Mengalami Aphelion (6 Juli 2026)
Pada 6 Juli, Bumi mencapai Aphelion, yaitu posisi ketika planet berada pada titik terjauh dari Matahari dalam orbitnya.
Meski jaraknya lebih jauh dibandingkan waktu lain dalam setahun, fenomena ini tidak menimbulkan perubahan suhu maupun ukuran Matahari yang dapat diamati secara kasat mata karena orbit Bumi hampir berbentuk lingkaran.
3. Bulan Berdekatan dengan Saturnus (7–8 Juli 2026)
Pada malam hingga menjelang subuh tanggal 7 dan 8 Juli, Bulan akan tampak berdampingan dengan Saturnus di langit bagian timur.
Planet bercincin tersebut akan berada tidak jauh dari Bulan sehingga relatif mudah dikenali oleh pengamat pemula.
4. Formasi Segitiga Bulan, Mars, dan Pleiades (11 Juli 2026)
Fenomena menarik lainnya terjadi menjelang fajar pada 11 Juli.
Bulan sabit tipis, Mars, dan gugusan bintang Pleiades akan membentuk konfigurasi menyerupai segitiga.
Menggunakan teropong akan memperlihatkan gugusan Pleiades dengan puluhan bintang terang, sementara detail kawah Bulan juga tampak lebih jelas.
5. Waktu Terbaik Mengamati Galaksi Bima Sakti (14 Juli 2026)
Fase Bulan Baru pada 14 Juli menghadirkan langit malam yang sangat gelap sehingga menjadi waktu ideal untuk mengamati pusat Galaksi Bima Sakti.
Pengamatan sebaiknya dilakukan di lokasi yang jauh dari pencahayaan kota, seperti kawasan pegunungan, pantai, atau pedesaan.
Setelah mata beradaptasi dengan kegelapan selama sekitar 15 menit, pita cahaya Galaksi Bima Sakti dapat terlihat membentang di langit selatan apabila cuaca cerah.
6. Venus Berdampingan dengan Bulan Sabit (17 Juli 2026)
Sesaat setelah Matahari terbenam pada 17 Juli, Venus akan tampak bersanding dengan Bulan sabit tipis di ufuk barat.
Fenomena ini menjadi salah satu objek langit paling mudah diamati karena Venus merupakan planet paling terang di langit malam.
7. Bulan Purnama Rusa dan Jupiter Menghilang (29 Juli 2026)
Tanggal 29 Juli menghadirkan dua fenomena astronomi sekaligus.
Bulan Purnama Rusa (Full Buck Moon)
Purnama Juli dikenal sebagai Buck Moon atau Bulan Purnama Rusa karena bertepatan dengan musim pertumbuhan tanduk baru rusa jantan di Amerika Utara.
Saat baru terbit di ufuk timur, Bulan akan tampak lebih besar akibat efek ilusi optik meskipun ukuran sebenarnya tidak berubah.
Jupiter Mengalami Konjungsi Matahari
Pada waktu yang hampir bersamaan, Jupiter berada sejajar di belakang Matahari sehingga tidak dapat diamati dari Bumi selama beberapa pekan karena tertutup cahaya Matahari.
8. Puncak Hujan Meteor Southern Delta Aquariid (30–31 Juli 2026)
Fenomena penutup Juli adalah puncak hujan meteor Southern Delta Aquariid.
Meteor diperkirakan mencapai sekitar 20 lintasan per jam apabila kondisi langit gelap dan bebas awan.
Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah mulai tengah malam hingga menjelang fajar pada malam 30 Juli hingga dini hari 31 Juli.
Tips Mengamati Fenomena Langit Juli 2026
Agar pengalaman mengamati langit lebih maksimal, beberapa hal berikut dapat diperhatikan:
- Pilih lokasi yang minim polusi cahaya seperti pegunungan atau pantai.
- Pastikan cuaca cerah dan langit tidak tertutup awan.
- Hindari melihat layar ponsel sekitar 15 menit sebelum pengamatan agar mata beradaptasi dengan kondisi gelap.
- Gunakan aplikasi peta langit untuk membantu menemukan posisi planet dan gugusan bintang.
- Teropong atau teleskop dapat digunakan untuk melihat objek redup seperti Uranus dan gugusan Pleiades dengan lebih jelas.
Beragam fenomena astronomi sepanjang Juli 2026 menawarkan kesempatan menarik bagi masyarakat untuk menikmati keindahan langit malam. Mulai dari konjungsi planet, penampakan Galaksi Bima Sakti, Bulan Purnama Rusa, hingga hujan meteor Southern Delta Aquariid diperkirakan menjadi momen-momen yang paling dinantikan para pecinta astronomi maupun masyarakat umum.
Dengan memilih lokasi yang tepat dan kondisi cuaca yang mendukung, seluruh fenomena tersebut dapat disaksikan secara optimal sepanjang bulan Juli. (aga)


as a preferred source on Google




