Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Ragam»Fenomena Langit Juli 2026: Ada Hujan Meteor, Bima Sakti hingga Bulan Purnama Rusa

Fenomena Langit Juli 2026: Ada Hujan Meteor, Bima Sakti hingga Bulan Purnama Rusa

Agathon AgnarAgathon Agnar Ragam 1 Juli 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Surabaya (beritajatim.id) – Memasuki Juli 2026, langit malam akan menyuguhkan berbagai fenomena astronomi yang menarik untuk diamati. Mulai dari pertemuan planet, puncak hujan meteor, penampakan pusat Galaksi Bima Sakti, hingga Bulan Purnama Rusa akan menghiasi langit sepanjang bulan.

Berdasarkan informasi dari National Geographic dan Time and Date, sebagian besar fenomena tersebut dapat diamati secara langsung menggunakan mata telanjang. Namun, penggunaan teropong atau teleskop akan memberikan pengalaman yang lebih maksimal untuk melihat objek-objek langit yang redup.

Selain menjadi daya tarik bagi para penggemar astronomi, fenomena ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati keindahan alam semesta dari berbagai lokasi yang minim polusi cahaya.

Jadwal Lengkap Fenomena Langit Juli 2026

Berikut daftar fenomena astronomi yang diperkirakan terjadi sepanjang Juli 2026.

1. Mars dan Uranus Tampak Berdekatan (4 Juli 2026)

Awal bulan dibuka dengan konjungsi Mars dan Uranus.

Mars akan tampak sebagai objek berwarna kemerahan yang mudah dikenali dengan mata telanjang. Sementara itu, Uranus berada sangat dekat secara visual sehingga dapat diamati menggunakan teropong sebagai titik kecil berwarna biru kehijauan.

Fenomena ini menjadi salah satu momen terbaik untuk mengamati Uranus yang biasanya cukup sulit ditemukan.

2. Bumi Mengalami Aphelion (6 Juli 2026)

Pada 6 Juli, Bumi mencapai Aphelion, yaitu posisi ketika planet berada pada titik terjauh dari Matahari dalam orbitnya.

Meski jaraknya lebih jauh dibandingkan waktu lain dalam setahun, fenomena ini tidak menimbulkan perubahan suhu maupun ukuran Matahari yang dapat diamati secara kasat mata karena orbit Bumi hampir berbentuk lingkaran.

3. Bulan Berdekatan dengan Saturnus (7–8 Juli 2026)

Pada malam hingga menjelang subuh tanggal 7 dan 8 Juli, Bulan akan tampak berdampingan dengan Saturnus di langit bagian timur.

Baca Juga:  Kumpulan Ucapan Selamat Tahun Baru 2026 Penuh Makna dan Inspirasi

Planet bercincin tersebut akan berada tidak jauh dari Bulan sehingga relatif mudah dikenali oleh pengamat pemula.

4. Formasi Segitiga Bulan, Mars, dan Pleiades (11 Juli 2026)

Fenomena menarik lainnya terjadi menjelang fajar pada 11 Juli.

Bulan sabit tipis, Mars, dan gugusan bintang Pleiades akan membentuk konfigurasi menyerupai segitiga.

Menggunakan teropong akan memperlihatkan gugusan Pleiades dengan puluhan bintang terang, sementara detail kawah Bulan juga tampak lebih jelas.

5. Waktu Terbaik Mengamati Galaksi Bima Sakti (14 Juli 2026)

Fase Bulan Baru pada 14 Juli menghadirkan langit malam yang sangat gelap sehingga menjadi waktu ideal untuk mengamati pusat Galaksi Bima Sakti.

Pengamatan sebaiknya dilakukan di lokasi yang jauh dari pencahayaan kota, seperti kawasan pegunungan, pantai, atau pedesaan.

Setelah mata beradaptasi dengan kegelapan selama sekitar 15 menit, pita cahaya Galaksi Bima Sakti dapat terlihat membentang di langit selatan apabila cuaca cerah.

6. Venus Berdampingan dengan Bulan Sabit (17 Juli 2026)

Sesaat setelah Matahari terbenam pada 17 Juli, Venus akan tampak bersanding dengan Bulan sabit tipis di ufuk barat.

Fenomena ini menjadi salah satu objek langit paling mudah diamati karena Venus merupakan planet paling terang di langit malam.

7. Bulan Purnama Rusa dan Jupiter Menghilang (29 Juli 2026)

Tanggal 29 Juli menghadirkan dua fenomena astronomi sekaligus.

Bulan Purnama Rusa (Full Buck Moon)

Purnama Juli dikenal sebagai Buck Moon atau Bulan Purnama Rusa karena bertepatan dengan musim pertumbuhan tanduk baru rusa jantan di Amerika Utara.

Saat baru terbit di ufuk timur, Bulan akan tampak lebih besar akibat efek ilusi optik meskipun ukuran sebenarnya tidak berubah.

Baca Juga:  Pilates: Sejarah dan Manfaatnya Bagi Kesehatan yang Luar Biasa

Jupiter Mengalami Konjungsi Matahari

Pada waktu yang hampir bersamaan, Jupiter berada sejajar di belakang Matahari sehingga tidak dapat diamati dari Bumi selama beberapa pekan karena tertutup cahaya Matahari.

8. Puncak Hujan Meteor Southern Delta Aquariid (30–31 Juli 2026)

Fenomena penutup Juli adalah puncak hujan meteor Southern Delta Aquariid.

Meteor diperkirakan mencapai sekitar 20 lintasan per jam apabila kondisi langit gelap dan bebas awan.

Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah mulai tengah malam hingga menjelang fajar pada malam 30 Juli hingga dini hari 31 Juli.

Tips Mengamati Fenomena Langit Juli 2026

Agar pengalaman mengamati langit lebih maksimal, beberapa hal berikut dapat diperhatikan:

  • Pilih lokasi yang minim polusi cahaya seperti pegunungan atau pantai.
  • Pastikan cuaca cerah dan langit tidak tertutup awan.
  • Hindari melihat layar ponsel sekitar 15 menit sebelum pengamatan agar mata beradaptasi dengan kondisi gelap.
  • Gunakan aplikasi peta langit untuk membantu menemukan posisi planet dan gugusan bintang.
  • Teropong atau teleskop dapat digunakan untuk melihat objek redup seperti Uranus dan gugusan Pleiades dengan lebih jelas.

Beragam fenomena astronomi sepanjang Juli 2026 menawarkan kesempatan menarik bagi masyarakat untuk menikmati keindahan langit malam. Mulai dari konjungsi planet, penampakan Galaksi Bima Sakti, Bulan Purnama Rusa, hingga hujan meteor Southern Delta Aquariid diperkirakan menjadi momen-momen yang paling dinantikan para pecinta astronomi maupun masyarakat umum.

Dengan memilih lokasi yang tepat dan kondisi cuaca yang mendukung, seluruh fenomena tersebut dapat disaksikan secara optimal sepanjang bulan Juli. (aga)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
fenomena langit Juli 2026 hujan meteor Juli 2026 jadwal fenomena astronomi Juli 2026
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Nicholas Saputra Jadi Brand Ambassador Herbal Kemasan, Undang Perhatian Publik

26 Juni 2026 Lifestyle

Mengapa Sebagian Pria Tak Kunjung Menikah? Ternyata Bukan Selalu Karena Takut Komitmen

24 Juni 2026 Ragam

Pakaian Susah Kering Saat Musim Hujan? Ini 7 Cara Ampuh agar Tidak Bau Apek

23 Juni 2026 Ragam

Kapan Malam 1 Suro 2026? Ini Tradisi dan Pantangan yang Masih Dipercaya

13 Juni 2026 Ragam

Modifikasi Pelat Nomor Kendaraan Bisa Kena Tilang, Ini Daftar yang Dilarang

12 Juni 2026 Ragam

Resep Sei Sapi Asap Rumahan dari Daging Kurban, Simpel Pakai Teflon dan Anti Alot

28 Mei 2026 Ragam
Leave A Reply Cancel Reply

Nicholas Saputra Jadi Brand Ambassador Herbal Kemasan, Undang Perhatian Publik

26 Juni 2026
Berita Terbaru
Kemendikdasmen dan BPOM meluncurkan gerakan budaya pangan aman di sekolah untuk membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini menuju Indonesia Emas 2045.

Dukung Generasi Emas 2045, Kemendikdasmen dan BPOM Luncurkan Gerakan Nasional Budaya Pangan Aman di Sekolah

30 Juni 2026
Pertemuan Jaringan Pimpinan Perguruan Tinggi APTIK di Universitas Atmajaya Yogyakarta, (foto: Istimewa)

Pernyataan Moral APTIK: Sorot Kebebasan Sipil hingga Tata Kelola Pemerintahan

30 Juni 2026
Kurnia Ramadhani

Kisah Alumni UNAIR Kurnia Ramadhani: Dari Puskesmas di Probolinggo hingga Riset Kesehatan Publik di Belanda

30 Juni 2026
Khofifah dan Menteri PPPA meluncurkan PELITA ASN di Harganas 2026 untuk memperkuat ketahanan keluarga aparatur sipil negara di Jawa Timur.

Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Luncurkan PELITA ASN di Harganas 2026, Perkuat Ketahanan Keluarga untuk Tingkatkan Kinerja ASN

30 Juni 2026
SKK Migas Jabanusa dan KKKS mengusulkan optimalisasi instrumen fiskal bagi daerah pesisir guna mendukung pembangunan dan keberlanjutan sektor hulu migas.

SKK Migas Jabanusa dan KKKS Dorong Optimalisasi Fiskal Daerah Pesisir, Serahkan Rekomendasi Strategis ke Pemerintah Pusat

30 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.