Jakarta (beritajatim.id) – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, mendesak Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk mengambil tindakan tegas terhadap muktamar ilegal yang mengatasnamakan PKB. Ia menegaskan bahwa satu-satunya muktamar sah PKB adalah yang diselenggarakan di Bali.
“Muktamar hanya ada satu di Bali. Jika ada pihak yang mengklaim mengadakan Muktamar PKB, itu adalah tindakan liar. Saya minta Kapolri bertindak tegas untuk membubarkan demi tegaknya Undang-Undang Partai Politik,” ujar Cak Imin di Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jakarta, Kamis (15/8/2024).
Cak Imin menekankan bahwa PKB yang ia pimpin adalah satu-satunya yang sah menurut undang-undang, dan setiap aktivitas ilegal yang mengatasnamakan PKB harus segera dihentikan.
PKB: Hentikan Langkah Kontraproduktif
Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, mengingatkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk segera menghentikan langkah-langkah yang dianggap kontraproduktif dan tidak perlu. Menurutnya, PKB dan NU adalah dua entitas yang berbeda dan tidak seharusnya saling intervensi.
“PKB dan NU memiliki fungsi masing-masing yang berbeda. PKB lahir sebagai kendaraan politik warga NU dan untuk kepentingan bangsa,” kata Jazilul di Jakarta, Selasa (13/8/2024).
Ia mengajak PBNU untuk fokus pada tugas masing-masing agar tidak membingungkan para kiai dan masyarakat. Jazilul juga menegaskan bahwa langkah-langkah seperti pembentukan panitia khusus atau Tim Lima oleh PBNU adalah inkonstitusional karena keduanya berada di bawah undang-undang yang berbeda.
PKB, lanjutnya, tetap berkomitmen memperjuangkan aspirasi warga NU, termasuk dalam hal peraturan perundang-undangan terkait pesantren.
Sebelumnya, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa PKB dan NU adalah dua entitas yang terpisah dan tidak memiliki hubungan struktural. (hdl)


as a preferred source on Google




