Jakarta (beritajatim.id) – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A., menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Zohran Mamdani sebagai Wali Kota New York.
Ia menilai kemenangan politikus muda keturunan India itu mencerminkan perubahan besar dalam lanskap demokrasi dunia, sekaligus menunjukkan bahwa kekuatan oligarki dan lobi pro-Zionis di Amerika Serikat dapat dikalahkan oleh kesadaran publik yang berpihak pada kemanusiaan.
“Kemenangan ini patut disyukuri, bukan hanya oleh warga New York, tetapi juga oleh masyarakat dunia yang peduli terhadap perjuangan kemanusiaan di Gaza dan Palestina,” ujar Hidayat, dikutip dari keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (6/11).
Menurut Hidayat, kemenangan Zohran Mamdani menunjukkan wajah baru Amerika Serikat yang lebih terbuka dan berkeadilan. Ia menilai mayoritas warga New York dari berbagai latar belakang ras dan agama memilih Mamdani bukan karena sentimen agama, melainkan karena komitmennya terhadap keadilan sosial dan kemanusiaan global.
“Zohran menang di tengah kampanye negatif dan Islamofobia yang gencar diarahkan kepadanya. Namun, masyarakat New York membuktikan bahwa demokrasi substansial tetap hidup — demokrasi yang menolak framing, politik uang, dan kuasa oligarki,” kata Hidayat.
Dukungan untuk Hukum Internasional dan Palestina
Hidayat juga menyoroti keberanian Zohran Mamdani yang secara terbuka mendukung Palestina serta menyatakan komitmennya untuk menegakkan putusan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, jika keduanya memasuki wilayah New York.

“Komitmen terhadap hukum internasional ini mendapat dukungan luas, termasuk dari masyarakat Yahudi anti-Zionisme di New York. Mereka menegaskan bahwa menolak Zionisme bukan berarti anti-Semit, karena Zionisme bukan agama,” jelasnya.
Hidayat menilai langkah Zohran tersebut merupakan bentuk keberpihakan terhadap kemanusiaan. Dengan melaksanakan keputusan ICC, kata dia, dunia menunjukkan upaya nyata untuk menghentikan kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Gaza dan menegakkan perdamaian global.
Tren Politik Global yang Berubah
Lebih lanjut, Hidayat Nur Wahid menilai kemenangan Zohran sejalan dengan perubahan tren politik di berbagai negara Barat. Banyak warga di Amerika Serikat mulai menolak politisi yang didukung oleh American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) setelah menyaksikan penderitaan rakyat Gaza dan penggunaan dana publik AS untuk mendukung operasi militer Israel.
Tren serupa, lanjutnya, juga terlihat di Irlandia, di mana kandidat presiden pro-Palestina Catherine Connolly menang telak, serta di Belanda, di mana Partai D66 berhasil mengalahkan partai Islamofobia pimpinan Geert Wilders.
“Kesadaran baru ini menunjukkan perubahan arah politik dunia menuju demokrasi yang lebih substansial, menolak kekerasan dan kebohongan, serta berpihak pada kemanusiaan,” tutur Hidayat.
Ia berharap momentum ini menjadi awal dari tatanan politik global yang lebih adil. “Semoga perdamaian bukan hanya terwujud di Gaza dan Palestina, tetapi juga di seluruh dunia. Dunia sudah muak dengan kesewenang-wenangan dan pembodohan yang dilakukan oleh Zionis terhadap rakyat Palestina,” pungkasnya. (hdl)


as a preferred source on Google




