Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Lifestyle»Kurangi Kafein Sebelum Ramadan, Risiko Sakit Kepala dan Lemas Saat Puasa

Kurangi Kafein Sebelum Ramadan, Risiko Sakit Kepala dan Lemas Saat Puasa

Agathon AgnarAgathon Agnar Lifestyle 13 Februari 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Surabaya (beritajatim.id) – Kebiasaan mengonsumsi kopi, teh, hingga minuman energi setiap hari bisa menjadi tantangan saat memasuki bulan Ramadan. Para dokter menyarankan masyarakat mulai mengurangi asupan kafein jauh sebelum puasa dimulai agar tubuh tidak mengalami “kaget” mendadak.

Kafein dikenal sebagai stimulan yang membantu meningkatkan fokus dan menjaga tubuh tetap terjaga. Namun, ketika konsumsi dihentikan secara tiba-tiba, tubuh bisa memunculkan reaksi yang dikenal sebagai gejala putus kafein. Kondisi ini umum terjadi pada mereka yang terbiasa minum kopi atau minuman berkafein setiap hari.

Selain itu, kafein memiliki efek diuretik ringan yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Jika dikonsumsi berlebihan saat sahur atau berbuka, risiko dehidrasi bisa meningkat dan berdampak pada turunnya energi sepanjang hari.

Ahli kesehatan menjelaskan bahwa tubuh yang sudah terbiasa menerima kafein dalam jumlah tertentu akan menyesuaikan ritmenya. Ketika asupan tersebut dihentikan mendadak, muncul berbagai keluhan seperti sakit kepala berdenyut, mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi, hingga rasa pegal menyerupai gejala flu ringan.

Gejala putus kafein umumnya mulai terasa 12 hingga 24 jam setelah konsumsi terakhir. Kondisi ini mencapai puncaknya pada dua hari pertama dan pada peminum berat dapat berlangsung lebih dari satu minggu.

Karena itu, pendekatan paling aman adalah mengurangi kafein secara bertahap, bukan langsung berhenti total saat hari pertama puasa.

Baca Juga:  Australia Barat Ajak Pelaku Pariwisata Indonesia Kembangkan Wisata Ramah Muslim

Untuk membantu tubuh beradaptasi, dokter merekomendasikan beberapa langkah sederhana:

  • Kurangi 25–50 persen asupan kafein setiap beberapa hari.
  • Campurkan kopi biasa dengan kopi tanpa kafein untuk menurunkan kadar secara perlahan.
  • Ganti kopi pekat dengan teh hijau atau teh putih yang kandungan kafeinnya lebih ringan.
  • Hindari minuman energi tinggi gula karena dapat memicu rasa lemas setelah efeknya hilang.

Strategi bertahap ini memberi waktu bagi tubuh menyesuaikan diri sebelum memasuki pola puasa penuh.

Selain membatasi kafein, perhatikan pola hidup secara keseluruhan. Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi setelah berbuka hingga menjelang sahur guna mencegah sakit kepala akibat dehidrasi. Tidur cukup juga berperan penting dalam menjaga stamina saat asupan stimulan dikurangi.

Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki dapat membantu tubuh memproduksi hormon yang meningkatkan rasa segar secara alami. Jika masih ingin mengonsumsi sedikit kafein, lakukan secara konsisten saat sahur agar tubuh memiliki ritme yang teratur.

Jangan lupa memperhatikan sumber kafein tersembunyi seperti soda, cokelat, atau minuman kemasan tertentu yang sering luput dari perhatian.

Rasa lelah pada awal Ramadan tergolong wajar. Namun, dengan persiapan yang tepat, dampaknya bisa diminimalkan. Mengurangi kafein sebelum Ramadan memberi kesempatan bagi tubuh untuk menyeimbangkan kembali sistem energinya.

Puasa akan terasa lebih ringan ketika kebiasaan baru sudah terbentuk lebih dulu. Disiplin mengatur asupan, menjaga hidrasi, serta menerapkan pola hidup sehat menjadi kunci agar ibadah berjalan lancar tanpa gangguan sakit kepala maupun perubahan suasana hati.

Baca Juga:  20 Ucapan Idulfitri 1447 H Penuh Makna, Pererat Silaturahmi di Hari Kemenangan

Persiapan sederhana sejak sekarang dapat membantu menjalani Ramadan dengan tubuh yang lebih segar, fokus terjaga, dan stamina tetap stabil sepanjang hari. (aga)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Kurangi kafein Minum kopi Puasa Ramadan Putus kafein Sakit kepala
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Menikah Sederhana di KUA Jadi Tren, Pesta Mewah Ternyata Bukan Penentu Rumah Tangga Bahagia

20 Juli 2026 Lifestyle

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026 Lifestyle

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026 Lifestyle
Ilustrasi penderita flu (foto : xframe)

Kemarau Basah Juli 2026: Kasus Flu dan Batuk Meningkat, Ini Penyebab serta Cara Mencegahnya

7 Juli 2026 Lifestyle

Gen Z Ramai Pilih Intimate Wedding, Lebih Personal dan Jadi Investasi untuk Kehidupan Setelah Menikah

7 Juli 2026 Lifestyle

5 Cara Mengatasi Sulit Tidur Setelah Terbangun Tengah Malam, Jangan Langsung Lihat Jam!

3 Juli 2026 Lifestyle
Leave A Reply Cancel Reply

Menikah Sederhana di KUA Jadi Tren, Pesta Mewah Ternyata Bukan Penentu Rumah Tangga Bahagia

20 Juli 2026
Berita Terbaru

Menikah Sederhana di KUA Jadi Tren, Pesta Mewah Ternyata Bukan Penentu Rumah Tangga Bahagia

20 Juli 2026
Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin

Polres Batu Ungkap Pembobolan Gudang Indomarco, Pelaku Gunakan Jasa Ekspedisi untuk Kirim Barang Curian

19 Juli 2026
Polres Kediri Kota menggelar Wayang Cangkrukan sebagai media edukasi kamtibmas berbasis seni budaya untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian warga.

Wayang Cangkrukan Polres Kediri Kota Jadi Media Edukasi Kamtibmas, Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian Warga

19 Juli 2026
Pemkot Surabaya memperketat pengawasan parkir tempat usaha agar seluruh lokasi berizin, tarif transparan, dan memberikan perlindungan bagi masyarakat.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Bapenda Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19 Juli 2026
Film Rejoto Nyambung Tresno menjadi media promosi wisata Kota Mojokerto sekaligus bukti keberhasilan pembinaan ekonomi kreatif oleh Pemkot.

Film Rejoto Nyambung Tresno Jadi Media Promosi Wisata Kota Mojokerto dan Bukti Sukses Ekonomi Kreatif

19 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.