Surabaya (beritajatim.id) – Tim mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil meraih penghargaan sebagai Kelompok Mahasiswa dengan Luaran PKM Terinformatif dalam ajang bergengsi PKM Award 2025. Pengumuman prestasi ini diselenggarakan pada Minggu (26/10/2025) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan secara hybrid.
Kelompok yang terdiri dari Fadiani Risqita Mamang, Maria Vanessa Ferdianto, Mardhatillah Syahrani Fauziah, Nafisa Spica Diraelnabil, dan Gaby Valenia Rosa Purba ini mengangkat isu sensitif namun krusial dalam karya mereka yang berjudul “Roleplay to Sexplay: Menguak Online Child Sexual Exploitation and Abuse (OCSEA) Berkedok Roleplay dalam Dunia Virtual”. Herdina Indrijati M Psi Psikolog bertindak sebagai dosen pembimbing dalam penelitian ini.
Fadiani Risqita Mamang, salah satu anggota tim, menekankan bahwa fokus utama mereka bukanlah pada penghargaan, melainkan pada dampak sosial yang dapat dihasilkan. “Kami ingin riset ini menjadi bentuk advokasi terhadap perlindungan anak di ruang digital,” ujarnya.
Riset ini berhasil mengembangkan Skala Adiksi Seksual Roleplay Digital (SAS-RD), sebuah alat ukur psikologis baru yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Tim juga memodifikasi Internet Sex Screening Test (ISST) untuk konteks remaja Indonesia, menyesuaikannya dengan lanskap digital lokal.
Mardhatillah menekankan pentingnya pendekatan etis dalam menangani topik sensitif ini. “Meneliti isu seperti OCSEA tidak hanya soal data, tapi juga soal tanggung jawab moral,” ungkapnya. Tim memastikan seluruh proses penelitian, mulai dari persetujuan partisipan hingga analisis data, dilakukan sesuai dengan kode etik penelitian psikologi.
Keberhasilan tim dalam meraih penghargaan ini tidak lepas dari strategi komunikasi yang mereka terapkan. Maria Vanessa Ferdianto menjelaskan prinsip “Accessible Science” yang mereka usung. “Kami ingin hasil riset bisa dipelajari siapa pun, bukan hanya kalangan akademik,” jelasnya.
Luaran komunikatif yang mereka hasilkan meliputi policy brief bertajuk “SafePlay: Penguatan Proteksi Digital Anak” yang ditujukan kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KEMENP3A) serta KOMDIGI SafeNet, ditambah publikasi ilmiah pada Jurnal Buletin Riset Psikologi dan Jurnal Pengukuran Psikologi.
Gaby Valenia Rosa Purba menyatakan rencana tim untuk menyerahkan policy brief tersebut kepada pihak berwenang. “Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa riset bukan sekadar karya ilmiah, tapi alat untuk melindungi yang rentan,” tuturnya.
Dosen pembimbing, Herdina Indrijati, menambahkan bahwa pencapaian ini mencerminkan integrasi antara sains, empati, dan aksi nyata yang menjadi fondasi pendidikan psikologi di UNAIR. Penghargaan ini semakin mengukuhkan kontribusi nyata mahasiswa UNAIR dalam menjawab tantangan sosial di era digital. (rio)


as a preferred source on Google



