Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Internasional»Menlu Iran Tolak Negosiasi Langsung dengan AS di Pakistan, Teheran Masih Tutup Pintu Dialog Langsung

Menlu Iran Tolak Negosiasi Langsung dengan AS di Pakistan, Teheran Masih Tutup Pintu Dialog Langsung

Isnan SaidIsnan Said Internasional 26 April 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi
Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi

Islamabad (beritajatim.id) – Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menegaskan tidak akan melakukan negosiasi langsung dengan pejabat Amerika Serikat selama kunjungannya ke Islamabad, Pakistan. Pernyataan itu disampaikan media semi-resmi Iran, Tasnim, pada Jumat (25/4/2026), di tengah ketegangan yang belum mereda antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Tasnim melaporkan, Araghchi hanya akan melakukan pembicaraan dengan pihak Pakistan untuk membahas langkah-langkah mengakhiri konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Sikap tersebut memperlihatkan bahwa Teheran masih menutup pintu dialog langsung, meskipun tekanan internasional terhadap Iran semakin meningkat.

Televisi pemerintah Iran, IRIB, juga melaporkan bahwa Araghchi tidak memiliki agenda pertemuan dengan delegasi Amerika Serikat di Pakistan. Namun, Islamabad disebut dapat berperan sebagai jalur komunikasi tidak langsung yang akan menyampaikan pertimbangan Iran terkait penyelesaian konflik.

Dalam rangkaian lawatannya, Araghchi dijadwalkan melanjutkan perjalanan diplomatik ke Oman dan Rusia. Melalui unggahan di akun X pada Jumat, Araghchi menyatakan kunjungannya bertujuan memperkuat koordinasi dengan mitra regional dan membahas perkembangan kawasan. Ia juga menekankan bahwa negara-negara tetangga menjadi prioritas utama dalam kebijakan luar negeri Iran.

Sementara itu dari pihak Amerika Serikat, Gedung Putih menyampaikan bahwa utusan Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, serta Jared Kushner yang merupakan menantu Trump, akan menuju Pakistan untuk menggelar pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran pada akhir pekan ini.

Baca Juga:  Jembatan Hongqi di China Ambruk ke Sungai, Baru Beberapa Bulan Setelah Dibuka

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menjelaskan bahwa Wakil Presiden JD Vance, yang sebelumnya memimpin tim negosiasi pada putaran pertama pembicaraan di Pakistan awal bulan ini, belum berencana menghadiri pertemuan lanjutan tersebut. Meski demikian, JD Vance disebut akan tetap memantau perkembangan dan berkonsultasi dengan Presiden Trump bersama Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Leavitt kembali menegaskan posisi Amerika Serikat bahwa kesepakatan damai hanya dapat tercapai jika Iran menyerahkan material nuklirnya dan berkomitmen tidak akan mengembangkan senjata nuklir.

Ketegangan Iran dan Amerika Serikat sendiri sempat mereda setelah diumumkannya gencatan senjata bersyarat selama dua pekan pada 8 April 2026, usai 40 hari pertempuran. Namun, perundingan lanjutan yang digelar pada 11-12 April di Islamabad tidak menghasilkan kesepakatan gencatan senjata permanen.

Laporan menyebutkan kedua pihak awalnya dijadwalkan menggelar putaran negosiasi baru pekan ini di Pakistan. Namun Iran menolak melanjutkan pembicaraan dengan alasan blokade laut Amerika Serikat masih berlangsung serta tuntutan Washington dianggap terlalu berlebihan.

Di tengah kebuntuan diplomatik, situasi di lapangan justru semakin berkembang cepat. Tasnim melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah menyita sebuah kapal yang dicurigai berkoordinasi dengan militer Amerika Serikat.

Pada saat yang sama, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyatakan bahwa Washington meningkatkan blokade maritim dari Teluk Oman hingga perairan lepas. Bahkan, kapal induk kedua disebut akan bergabung dalam beberapa hari mendatang untuk memperkuat tekanan militer terhadap Iran.

Baca Juga:  Wenchang Kian Sibuk, China Luncurkan Long March-12 dan Perkuat Ekosistem Industri Antariksa

Sebagai bagian dari strategi tekanan tersebut, Departemen Keuangan Amerika Serikat juga mengumumkan sanksi baru yang berkaitan dengan Iran pada Jumat.

Sumber-sumber menyebutkan bahwa Amerika Serikat kini juga tengah menyiapkan rencana operasi baru, termasuk opsi serangan terhadap kekuatan militer Iran di sekitar Selat Hormuz. Langkah itu dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa gencatan senjata dapat runtuh sewaktu-waktu.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Iran menyatakan kemampuan ofensif negaranya masih tetap utuh hingga masa gencatan senjata berakhir. Iran menegaskan bahwa dalam konflik terbaru, mereka baru mengerahkan sebagian kecil dari kekuatan misilnya, sementara sebagian besar persenjataan strategis masih disimpan dan belum digunakan.

Ketegangan terbaru ini menunjukkan bahwa upaya diplomasi masih menghadapi jalan terjal. Meski sejumlah negara seperti Pakistan disebut berpotensi menjadi jembatan komunikasi, konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel masih berisiko meningkat, terutama di kawasan strategis Selat Hormuz yang menjadi jalur utama perdagangan energi dunia. (ian)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026 Internasional
Korban tewas gempa Venezuela mencapai 4.118 jiwa. Ribuan bangunan rusak berat akibat fenomena pancake collapse, pencarian korban masih berlangsung.

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.118 Jiwa, Ribuan Bangunan Rusak Berat akibat Pancake Collapse

12 Juli 2026 Internasional
Esmaeil Baghaei

Iran Bantah Minta Negosiasi Baru dengan AS, Trump: Gencatan Senjata telah Berakhir

11 Juli 2026 Internasional
Selat Hormuz

Konflik AS-Iran Memanas, Serangan Balasan Guncang Selat Hormuz dan Ancam Stabilitas Pasokan Energi Global

10 Juli 2026 Internasional
Presiden China Xi Jinping

Xi Jinping Tegaskan Kemandirian Teknologi Jadi Kunci Modernisasi China, Fokus pada Talenta dan Inovasi

9 Juli 2026 Internasional
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Sebut Kesepahaman AS-Iran Berakhir, Washington Cabut Izin Penjualan Minyak dan Perketat Tekanan

8 Juli 2026 Internasional
Leave A Reply Cancel Reply

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026
Berita Terbaru
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026

Setjen DPD RI Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 233 Orang dengan Uang Saku hingga Rp6 Juta

16 Juli 2026
Lionel Messi

Messi Antar Argentina Singkirkan Inggris dan Melaju ke Final Piala Dunia, Siap Tantang Spanyol

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.