Wenchang (beritajatim.id) – China kembali mencatatkan kemajuan dalam industri antariksa setelah meluncurkan roket pembawa Long March-12 dari pusat peluncuran komersial di Wenchang. Roket tersebut berhasil mengirim kelompok ke-19 satelit internet orbit rendah ke orbit yang telah ditentukan.
Peluncuran ini menjadi misi ke-12 sejak lokasi peluncuran komersial pertama China mulai beroperasi. Frekuensi tersebut menandai fase baru operasional berintensitas tinggi dan rutin di fasilitas yang berada di pesisir selatan Negeri Tirai Bambu.
Sebagai lokasi peluncuran paling selatan di China, Wenchang memiliki keuntungan geografis yang signifikan. Kedekatannya dengan garis khatulistiwa meningkatkan efisiensi muatan roket, sehingga mampu membawa beban lebih optimal ke orbit.
Selain itu, kawasan laut luas di sekitarnya meningkatkan aspek keselamatan untuk zona jatuh roket. Akses transportasi laut juga mempermudah distribusi komponen roket berukuran besar—tantangan logistik yang kerap dihadapi pusat peluncuran lain di daratan.
Fasilitas ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan antariksa di Provinsi Hainan, yang terintegrasi dengan kebijakan ekonomi khusus di Hainan Free Trade Port. Kebijakan seperti tarif nol persen, pajak rendah, dan sistem perpajakan sederhana dinilai memperkuat daya tarik investasi sektor dirgantara.
700 Perusahaan Antariksa Berkumpul di WIAC
Pertumbuhan kapasitas peluncuran turut mendorong ekosistem industri yang lebih luas. Hingga kini, lebih dari 700 perusahaan terkait antariksa telah beroperasi di Wenchang International Aerospace City (WIAC).
Perusahaan-perusahaan tersebut mencakup seluruh rantai industri, mulai dari manufaktur roket, desain satelit, hingga aplikasi dan pengolahan data satelit. Pada 2025, WIAC mencatat pendapatan tahunan melampaui 20 miliar yuan atau sekitar 2,9 miliar dolar AS.
Infrastruktur inti yang semakin lengkap membuat rantai industri—dari perakitan hingga operasi peluncuran—kian terintegrasi. Sejumlah eksekutif perusahaan satelit yang berbasis di kawasan tersebut menilai keberadaan ekosistem terpadu menjadi faktor utama efisiensi inovasi dan kolaborasi bisnis.
Ledakan Wisata “Pemburu Roket”
Aktivitas peluncuran roket juga berdampak pada sektor pariwisata lokal. Data resmi menunjukkan lebih dari satu juta perjalanan wisata tercatat di Wenchang sepanjang 2025. Sebagian besar di antaranya merupakan wisatawan yang datang khusus untuk menyaksikan peluncuran roket secara langsung.
Area pengamatan peluncuran serta pusat edukasi sains antariksa menjadi destinasi populer. Dampaknya terasa pada sektor penginapan, restoran, hingga layanan transportasi lokal. Pelaku usaha setempat menyebut transformasi ekonomi kawasan berlangsung cepat—dari komunitas nelayan tradisional menjadi pusat antariksa modern.
Menuju “Space Town” di Pesisir Selatan China
Pemerintah setempat juga mengungkapkan bahwa sejumlah landasan peluncuran tambahan tengah dibangun di lokasi peluncuran komersial Hainan. Dengan penguatan infrastruktur, kawasan ini diarahkan menjadi “Space Town” yang memadukan industri antariksa dan pariwisata tematik.
Langkah tersebut menegaskan ambisi China memperkuat posisinya dalam persaingan industri satelit global, khususnya pada pengembangan konstelasi internet orbit rendah yang tengah berkembang pesat. (ian)


as a preferred source on Google




